
"Mas,sudah pulang? maaf pulangnya jadi telat karena tadi mampir belanja dulu ke supermarket."
Sambil membantu Rin menurunkan beberapa barang belanjaan,Dicky hanya diam seribu bahasa.
Setelah Rin selesai menurunkan semua barang belanjaan dan memasukkannya ke dapur,Dicky memanggilnya saat Dita naik ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Setelah selesai berbicara dengan tuannya Rin pun berpamitan pulang.
Dita turun lalu berjalan ke dapur untuk memasak.
Dicky hanya terdiam duduk sambil menonton tivi.
Sampai saat makan malam tak ada sedikitpun kata terucap dari bibir Dicky,bahkan saat Dita mengajaknya bicara Dicky hanya diam tak menjawab atau hanya menjawab seperlunya saja.
"Mas gak papa?"
"Hmmmm."
"Mas nggak sakit kan?"
Saat Dita bersiap tidur,Dicky keluar dari kamar lalu masuk lagi dan menyibukkan diri dengan laptopnya.
Pagi harinya saat Dita bangun tidur,Dicky sudah bersiap pergi ke kantor tanpa sarapan tidak seperti biasanya.
Dicky hanya bilang buru-buru karena ada meeting pagi ini jadi tidak sempat sarapan.
Sampai hampir satu minggu Dicky bersikap dingin pada Dita tidak seperti biasanya.
Saat Dita menanyakan tentang perubahan sikap Dicky padanya,Dicky hanya menjawab sedikit lelah dan sedang sibuk dengan urusan kantor.
Dita mulai merasa semakin tidak tahan dengan sikap Dicky yang tidak seperti biasanya.
Dita mulai mencari tau masalah apa yang terjadi di perusahaan Jaya Group dengan menanyakannya pada Rey,namun Rey hanya menjawab tidak ada masalah yang serius di kantor.
Namun Rey bercerita bahwa akhir-akhir ini Dicky mulai kembali menjadi tempramen dan sering marah-marah tidak jelas.
Justru Rey balik bertanya pada Dita apakah ada masalah antara mereka di rumah?
Dita merasa semakin aneh,dan Dicky masih saja berdikap dingin dan acuh padanya.
Sampai suatu malam saat Dita sedang sibuk dengan hapenya,dan Dicky sibuk dengan laptopnya.
Ada pesan masuk di hape Dita dari Dicky,padahal mereka sedang berada di ruangan yang sama.
*Mas Dicky
__ADS_1
"Cepatlah tidur,jangan terus-terusan sibuk sengan mantan pacarmu itu."
Memang sejak tak sengaja bertamu dengan Riko teman masa SMA nya,Dita sering kali saling berkirim pesan dengan Riko.
Sepertinya hal itulah yang membuat Dicky berubah sikap menjadi dingin pada istrinya.
"Apakah suamiku sedang cemburu?jangan-jangan sikap dinginnya selama ini karena dia cemburu."
Batin Dita sambil tersenyum mendekati suaminya.
"Mantan?maksud mas mantan yang mana?"
"Yang beberapa hari lalu kau temui di supermarket." jawab Dicky tampa berpaling sedikitpun dari layar laptopnya.
"Maksud mas Riko?"
"Aku tidak perduli siapa namanya!"
"Siapa yang bilang Riko mantan aku mas?apakah Rin yang mengadu padamu?"
"Rin itu memang orang suruhanku yang dari awal aku tugaskan bukan hanya menjagamu tapi juga melaporkan segala aktifitasmu."
"Dengarkan aku mas."
"Riko itu dulu memang pernah nembak aku mas."
"Trus sekarang mau balikan?" kembali menatap layar laptopnya.
"Dengerin dulu lah mas....."
"Iya aku dengerin sambil kerja."
Dita terdiam sambil melipat kedua tangan di atas dadanya.
"Kalo gak mau cerita ya sudah."
Dicky masih sibuk dengan laptopnya tanpa menghiraukan Dita yang sedang kesal.
"Tidur sana!"
"Baiklah."
Dita bersiap tidur membelakangi suaminya yang masih saja sibuk dengan laptopnya.
Sedangkan hanya sedikit melirik istrinya dan menyunggingkan senyum di ujung bibirnya.
__ADS_1
Sampai keesokan harinya Dicky masih saja tak merubah sikap dinginnya pada Dita,meski sudah berkali-kali Dita berusaha menjelaskan tentang hubungannya dengan Riko teman SMAnya tetap saja Dicky seakan tak perduli.
Sore itu,Dita baru saja pulang dari kantor seperti biasa dengan Rin.
Saat mobil yang di kendarai Rin masuk ke dalam halaman rumah dan baru saja Dita keluar dari mobilnya tiba-tiba datanglah seorang wanita cantik berambut panjang lurus tergerai,serta berpenampilan sexi seperti artis ibukota dengan mengenakan dress selutut memamerkan kakinya yang jenjang di tambah high heels yang membuat postur tubuhnya tampak semakin ideal.
"Permisi,apa benar ini kediaman Dicky?"
Dita masih terus memperhatikan wanita yang menghampirinya,dengan tatapan bingung melihat wanita asing yang ternyata mengenal suaminya.
"Mas Dicky?"
"Iya,Dicky angga wijaya."
Dan sepertinya wanita tersebut kenal akrab dengan suaminya bahkan dia menyebutkan nama lengkap Dicky.
"Maaf,anda ini siapa dan ada perlu apa mencari suami saya?"
"Suami?"
"Iya,saya Dita istrinya mas Dicky.Dicky angga wijaya."
"Benarkah!"
"Apa wajah saya tampak seperti orang yang sedang berbohong atau bercanda?"
"Tapi wajah anda tidak meyakinkan kalo anda benar-benar istrinya."
"Benarkah!" Dita nampak kesal dengan perkataan wanita tersebut yang seolah mengejeknya.
"Satu minggu yang lalu saya bertemu dengannya dan dia tidak pernah bilang kali sudah menikah,bahkan dua hari yang lalu saya juga datang ke kantornya dan Rey juga tidak bilang apapun soal pernikahan Dicky."
"Bahkan dia dan Mas Rey juga saling kenal,dan mas Rey tidak memberitahuku apapun tentang masalah ini.Sebenarnya siapa perempuan ini?apa dia yang membuat Mas Dicky jadi bersikap dingin padaku akhir-akhir ini?aku kira mas Dicky begitu karena cemburu dengan Riko,tapi ternyata!"
Pikiran Dita berlarian kemana-mana,hingga tak di hiraukan lagi entah apa yang di katakan perempuan yang ada di hadapannya.
"Terserah anda nona......."
"Kity,nama saya Kity."
"Terserah anda nona Kity!"
Bersambunga.....
Sepertinya mereka saling cemburu.😀
__ADS_1