Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
Bab 35


__ADS_3

Menjelang malam Dita segera menuju kamarnya setelah makan malam,sementara Dicky kembali keruang kerjanya mengurus beberapa pekerjaannya yang tertunda.


Karena memang tidak semua pekerjaan bisa ia serahkan pada Rey.


Sehingga membuatnya harus lembur malam ini untuk persiapan karena besok pagi Dicky harus kembali ke kantor.


Malam semakin larut,mata Dicky sudah terasa mengantuk.


Saat Dicky masuk kekamar,tarlihat Dita sudah terlelap di sofa,sedangkan tempat tidur di kamar mereka kosong.


Dicky sudah berusaha membangunkan Dita,namun tak kunjung bagun mungkin karena kelelahan.


Dicky segera menggendong Dita menuju tempat tidur.


Disibaknya rambut Dita yang menutupi wajahnya,Dicky sejenak memandangi wajah Dita.


Diciumnya kening Dita lalu di cium lembut bibir Dita karena takut membangunkan istrinya.


Dicky pun tidur di sofa semalanan,membuat tengkuk dan punggungnya terasa pegal saat bangun di pagi hari.


Ketika bangun di pagi hari,matanya menyapu keseluruh ruangan namun tak di temukan Dita,tempat tidurnya sudah nampak rapi tertata.


Telinganya menangkap suara gemercik air dari dalam kamar mandi.


Saat Dicky hendak membuka pintu kamar mandi ternyata di kunci dari dalam.


"Sebentar mas,aku lagi mandi......"teriak Dita dari dalam kamar mandi,saat menyadari ada seseorang yang hendak membuka pintu kamarmandinya.


"Buruan aku mau buang air kecil,buka sebentar!"


"Tapi aku lagi mandi.....!" teriak Dita lagi.


"Apa kamu ingin aku mengompol disini!"


"Iya....iya sebentar." Dita segera keluar dari kamar mandi hanya mengenakan piyama mandi dalam keadaan rambut basah.


Dicky segera berlari menuju kamar mandi,selang tak berapa lama keluar lagi.


"Siapkan air untukku mandi.Sekarang!"


"Iya,baiklah."


Saat Dita belum selesai menyiapkan air hangat untuk Dicky mandi,Dicky sudah berada di belakangnya sudah tanpa sehelai benangpun.


"Kenapa kau telanjang disini?!"


Dita segera berbalik punggung saat matanya yang masih suci harus melihat pemandangan yang selama ini belum pernah dilihatnya.


"Apa? memangnya aku salah? bukankah orang mandi memang harus telanjang,bukankah aku telanjang dikamar mandi? bilang saja kau mau melihatku mandi."


Dita segera keluar dari kamar mandi saat Dicky sudah mencelupkan diri kedam bak mandinya.


"Kamu mau kemana?gosokkan punggungku!"


"Tapi....."

__ADS_1


"Kau membantahku?"


Akhirnya Dita menuruti apapun perintah suaminya,tanpa membantah sepatah katapun.


Saat sarapan bersama Dit melayani Dicky seperti seorang istri melayani suaminya penuh rasa sayang.


Dan ketika Dicky akan berangkat ke kantor Dita mengantarkan Dicky samapai kedalam mobil,mencium punggung tangan suaminya dan Dicky mencium kening istrinya.


Sesuai arahan Dicky saat mereka masih di dalam kamar.


Setelah kepergian Dicky,bu Ratih tanpa sengaja memperhatikan cara jalan Dita yang ia rasa tak ada perunahan dari sebelum menikah sampai saat ini.


Bu Ratih curiga jika Dita Dicky belum pernah melakukannya.


"Dit.....sini nak,mama mau bicara."


"Iya ma....ada apa?"


"Emmmmm.....tidak ada,hanya mau tanya itu saja."


"Apa ma?"


"Bagaimana kalian semalam?apa sudah melakukannya lagi?gimana sudah tidak sakit lagi kan?"


"Mmmmm.....mama,kenapa membicarakan soal itu lagi?Dita malu ma...."


"Mama cuma nggak sabar aja liat kamu hamil dan kalian punya anak."


Dua hari setelah pernikahan Dita kembali dengan aktivitasnya seperti biasa pergi ke kantor dengan di antar oleh Rey.


Satu minggu berlalu mereka sedang mempersiapkan kepindahan kerumah mereka sendiri,beberapa barang pribadi mereka sudah di pindahkan kerumah baru.


Dita dan Dicky menuju rumah baru mereka bersama bu Ratih dan tante Dewi.


Mereka di temani bu Ratih dan tante Dewi sampai sore hari.


Tante Dewi berpamitan pulang karena hari sudah sore,sedangkan bu Ratih masih betah disana dan berencana menginap disana.


Sebenarnya Dicky merasa keberatan mamanya menginap disana,karena terpaksa malam ini dia harus tidur d sofa lagi.Tapi apa mau dikata jika bu Ratih sudah berkehendak sudah pasti susah di tolak.


Akhirnya bu Ratih tidak jadi menginap karena obat yang harusnya rutin di minum malam ini lupa tidak terbawa.


Dicky bisa bernafas lega malam ini karena bisa tidur dengan nyenyak di tempat tidur yang luas.


Saat Dicky sedang membantu Dita menurunkan barang-barang pribadi Dita,karena sesuai rencana mereka akan tinggal terpisah Dicky tinggal di kamar atas sementara Dita di kamar tamu yang berada di bawah.


Ketika mereka hampir selesai menata barang pribadi Dita,tiba-tiba bel rumah mereka berbunyi.


Saat Dicky melihat layar monitor yang tersambung pada kamera pintu depan tampak bu Ratih disana.


Seketika Dicky menghampiri Dita.


"Dit,mama balik lagi."


"Hah....APA!"

__ADS_1


"Mama balik lagi kesini...!" Dicky mengeraskam volume suaranya.


"Iya,aku denger."


"Lalu kenapa kamu tanya lagi?"


"Aku ini terkejut mas."


"Aduh gimana ini,kalo mama jadi nginep sudah pasti pake kamar ini buat tidur."


"Gini aja,kita pindahin lagi semua."


"Kelamaan....!"


"Kita umpetin aja semua dulu,biar mama nunggu aja dulu di luar.Pasti mama kira kita sedang......."


"Tumben kita pinter."


Dengan tergesa-gesa mereka kembali mengambil semua barang yang sudah tertata rapi membawanya kembali ke kamar atas dengan sembarangan,yang penting semua barang berpindah dengan cepat.


Setelah selesai memindahkan semua barang,dengan keringat masih bercucuran Dicky segera turun untuk membukakan pintu.


"Tunggu mas,lepasin baju mas.Pakai jubah mandi saja."


"Kenapa?"


"Udah buruan ganti dulu kekamar mandi."


Setelah mengenakan jubah mandi,Dicky segera membukakan pintu untuk mamanya.


"Lama banget sih Dik?"


"Iya ma,maaf anu tadi lagi itu ma."


bu Ratih hanya tersenyum melihat tingkah gugup Dicky,sambil berusaha masuk kedalam rumah.


"Minggir dong dik...mama mau masuk."


"Mama jadi nginep?"


"Mama cuma mau ambil hape mama yang ketinggalan,mama nggak mau mengganggu kalian.Kerja keraslah untuk membuatkan mama cucu nak."


"Ma....."


"Mama pulang dulu ya,sampaikan salam mama ke menantu mama."


Bu Ratih segera keluar dari rumah dan Dicky segera mengunci pintu kembali.


Naik ke kamarnya,dam merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Ya ampun....ternyata mama cuma ambil hapenya yang tertinggal."


"Hah.....! untuk apa tadi kita capek-capek balikin semua barang ini keatas lagi?"


Akhirnya mereka memutuskan tidur di kamar masing-masing dan membenahi kembali barang Dita esok hari.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2