
Siang itu saat selesai makan siang bu Ratih mulai mengeluh bosan dirumah.
Beliau ingin sekali bisa jalan-jalan keluar,namun karena alasan kesehatan Dicky tak mengizinkannya.
Bu Ratih tak patah akal,jika tak di izinkan keluar rumah maka beliau ingin mengundang seorang kenalannya datang kerumah.
Akhirnya Dicky pun mengabulkan permintaan mamanya dengan syarat mamanya tidak boleh terlalu capek.
Bu Ratihpun segera menghubungi Dita,dan memintanya datang kerumah.
Karena hari ini adalah hari minggu sudah pasti Dicky akan menghabiskan waktunya seharian dirumah,bu Ratih pikir ini adalah momen yang tepat mengenalkan Dita dengan Dicky.
Namun perhitungan bu Ratih ternyata meleset,karena Dita tak bisa datang memenuhi undangan bu Ratih karena siang itu Dita sedang ada urusan.
Tapi demi menghibur hati bu Ratih,Dita akan mampir sore harinya jika urusannya sudah selesai nanti meski tak bisa janji apakah akan benar datang atau tidak.
Dan ternyata Siang itu Dicky juga ada acara keluar dengan Rey,mereka berencana keluar untuk mendiskusikan masalah perjanjian Dicky dengan mamanya.
Karena merasa tak kunjung mendapatkan jalan keluar,setelah berhari-hari mencari sendiri solusinya akhirnya Dicky meminta saran dari Rey juga.
Siang itu Dita sudah janji bertemu dengan bu Tiwi atasannya,yang sebenernya jarak usia mereka tak terlalu jauh jadi di luar pekerjaan mereka lebih terlihat seperti teman biasa.
Dita janji menemani Tiwi untuk pergi ke mall mencarikan kado ulangtahun untuk mamanya.
Setelah menjelajahi hampir separo area mall,dan merasa kaki mereka pegal barulah mereka beristirahat dan makan di sebuah resto di dalam mall.
Di tempat yang sama dua pria tampan terlihat sedang mengobrol serius di sudut ruangan.
"Gimana kalo ikutan biro jodoh Dik?"
"Emang gak ada solusi lain?"
"Iya,kalo nggak mau mending elo deketin cewek trus nikah.Gampang kan?"
"Nggak semudah itu Rey...."
"Yang mempersulit itu elo sendiri Dik."
__ADS_1
"Elo tau caranya masuk biro jodoh?"
" Ntar deh coba gue cariin info."
"Apa gak bisa sekarang Rey?"
"Nggak sabaran banget sih,pengen buru-buru kawin?!"
"Kurang ajar lu Rey!"
Dicky menjitak kepala Rey karena jengkel.
Sedangkan Dita dan Tiwi yang sudah selesai makan sudah bersiap untuk pulang.
"Habis ini kamu mau kemana Dit?"
"Mampir dulu ke toko tante,ada pesenan yang harus di anter dan kurirnya tante kebetulan lagi sakit."
"Ok,makasih ya Dit udah nyediain waktu buat nemenin aku hari ini."
"Sama-sama."
Dita langsung meluncur menuju Toko Kue tantenya.
"Tante....."
"Hay sayangku.....istirahat dulu sana gih,kuenya lagi di siapin sama Tika di belakang."
"Oke tante....."
"Maaf ya sayang,tante harus gangguin waktu kamu."
"Halah.....tante ini,yang penting honor pak kurir buat Dita aj."
Jawab Dita sambil nyengir.
"Oke deh,nanti tante kasih dua kali lipat.hahaha....."
__ADS_1
"Oiya tante nanti kalo jadi habis nganterin pesanan ini,Dita mau mampir tempat tante Ratna.Dari kemaren sudah nanyain terus."
"Iya yang penting ati-ati.Dasar anak muda gak ada capeknya."
Dita pun berangkat mengantarkan pesanan setelah siap,ada dua bungkusan paperbag berisikan pesanan dua orang berbeda.
Dita pun mengantarkan pesanan pertama dengan selamat.
"Tinggal satu pesanan lagi." guman Dita sambil melajukan kembali motornya menuju jalanan yang masih ramai kendaraan berlalu lalang karena memang masih sore dan juga hari ini adalah hari minggu.
Motor Dita melaju memasuki komplek perumahan mewah sesuai arahan dari map yang memandunya menuju rumah sang pemesan kue.
Sesampainya pada alamat yang tertuju,Dita menghentikan motornya dan memarkirkannya.
Betapa terkejutnya Dita saat memasuki halaman rumah yang begitu mewahnya.
"Wah......rumahnya gede banget,kayak istana." Ucap Dita tak mampu mengendalikan diri dari kekagumannya.
Saat sedang asyik mengagumi keindahan,Dita di kejutkan dengan hadirnya seorang laki-laki yang menghampirinya.
Sepertinya penjaga atau entahlah,laki-laki tersebut menanyakan keperluan Dita datang kesana.
Setelah menjelaskan bahwa kedatangannya hanya untuk mengantar kue pesanan atas nama Bu Ratih purwatih.
Saat Dita sedang menjelaskan kedatangannya pada seorang laki-laki yang menanyainya tiba-tiba keluar seorang perempuan paruhbaya dari dalam rumah mewah tersebut karena melihat pak Jo sang supir sedang berbincang dengan seseorang.
Saat melihat lawan bicara pak Jo ternyata adalah Dita,Bi Mar segera bergegas menghampirinya.
"Non Dita sudah datang? Mari silahkan masuk non."
Dengan santainya bi Mar menggandeng lengan Dita dan membawanya masuk kedalam rumah megah tersebut.
"Bi.....saya....."
"Silahkan duduk dulu nona,saya akan panggilkan ibu."
Meski masih bingung namun Dita hanya menurut saja saat bi Mar mempersilahkan duduk.
__ADS_1
"Sebenarnya rumah siapa ini?" gumam Dita masih dengan pikiran bingung.
Bersambung......