
"Selamat pagi....."
Rey membukakan pintu mobil untuk Tiwi.
Mereka sudah janjian akan pergi ke taman untuk joging pagi ini.
"Kak,aku ikut......"
Teriak Leo adik laki-laki Tiwi yang sudah siap menunggu sang kakak di teras depan rumah.
Leo memang begitu,seneng sekali menganggu kencan sang kakak dengan alasan menjaga sang kakak dari laki-laki yang akan nakal sama kakaknya.
Mungkin terlalu berlebihan tapi memang seperti itulah dia,Leo sudah berjanji akan melepaskan sang kakak untuk suaminya nanti.
Jika Tiwi sudah menikah barulah dia akan berhenti mengganggu setiap kencan kakaknya.
Leo memang baru duduk di bangku kelas dua belas SMU,yang sebentar lagi akan lulus namun bukannya sibuk dengan persiapan ujiannya justru Leo malah santai-santai dengan mengikuti kemanapun kakaknya pergi berkencan.
"Kenapa pada buru-buru sekali? apa pura-pura nggak tau kalo aku mau ikut?"
Leo menggoda Rey dan Tiwi dari luar jendela mobil yang sedikit terbuka.
"Ayo naik! apa perlu dibukain pintu juga?"
Gantian Reyhan yang menggoda Leo dengan mengangkat alis sambil tersenyum nyengir kearah Leo.
"Ayo,lets go."
Teriak Leo bersemangat.
Reyhan segera melajukan mobil menuju sebuah taman yang cukup asri dan ramai.Karena hari ini adalah hari minggu jadi ramai pengunjung yang sedang joging pagi atau sekedar jalan pagi untuk bersantai.
"Kamu ngapain sih dek ngintilin terus?"
__ADS_1
"Emang kenapa sih kak? gak boleh ya,aku ikut? kalo gitu aku pulang aja lah!"
Leo mulai merajuk dengan perkataan sang kakak
"Eh kamu mau ngapain?"
Tanya Reyhan pada Leo.
"Mau turun! dari pada kak Tiwi crewet mulu!"
Jawab Leo dengan judes,sepertinya kali ini dia benar-benar marah.Tak seperti biasanya dia ngambeg begitu,biasanya meski sudah dilarang ikut tetep saja bandel tanpa peduli meski sudah di larang sekalipun juga tak pernah ngambeg seperti sekarang ini.
"Leo,kamu serius mau turun sekarang?"
Rey mengulangi pertanyaannya.
"Iya,sebel gue baru kali ini dia cerewet banget kayak gini."
Tiwi menegaskan kembali pada adeknya,ternyata perdebatan sudah berawal semenjak dari rumah sebelum Reyhan datang menjemput Tiwi pagi tadi.
"Ya ampun.....sebenarnya ini kenapa sih?"
Reyhan mulai berusaha menengahi.
"Yaudah gini aja biar adil ya,tidak ada yang boleh bicara kecuali aku tanya dan nggak boleh juga menyela omongan siapapun.Biarkan sampai selesai bicara baru yang lain boleh bicara."
"OKE"
Tiwi dan Leo menjawab secara bersamaan.
"Nah,kalo gitu kan kompak."
Reyhan berusaha menengahi kakak dan adik yang sedang berseteru di dalam mobilnya.
__ADS_1
Mereka masih berada di dalam mobil meski mobil sudah terparkir di parkiran taman.
Acara debat pagi inipun selesai dengan jalan tengah Leo boleh saja ikut serta dalam setiap kencan sang kakak asalkan dengan syarat apabila diizinkan oleh Reyhan,dan Reyhan janji akan selalu memberitahukan apapun rencana dan kemanapun mereka akan pergi dan Reyhan sendiri yang akan menentukan boleh atau tidaknya Leo ikut.Dan dalam acara joging pagi ini menurut Reyhan nggak ada masalah jika Leo ikut,toh cuma joging saja.
Justru Rey salut sama Leo karena sebagai adik laki-laki dia sangat bertanggung jawab sekali menjaga kakak perpuannya.
"Leo mau sarapan apa?"
Tanya Reyhan yang duduk disebelah bangkunya.
"Bubur ayam aja,enak kayaknya."
Jawab Leo singkat sambil melirik kearah sang kakak.
"Aku juga."
"Yaudah,aku pesenin sebentar ya."
Reyhan bangkit dari duduknya,sengaja ingin membiarkan kedua kakak beradik duduk berdua.
Namun justru Leo mencegahnya berdiri,lalu memaksanya duduk kembali.
"Biar aku aja kak yang pesen,nanti kak Rey tinggal bayar aja hehhehe."
Leo bangkit dari duduknya lalu berjalan sabil berucap
"Jagain kakakku aja kak Rey disitu."
sambil berlari kecil menghampiri penjual bubur ayam.
Membuat Reyhan dan Tiwi tertawa dibuatnya,sebenarnya Leo anaknya lucu dan usil namun keinginannya tak boleh di tolak.Sejak kecil dia memang keras kepala.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1