Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
Bab 27


__ADS_3

Ketika Dicky berjalan menuju ruangannya hampir semua orang yang berpapasan dengan Dicky menyapanya dan juga bu Ratih,namun bukan itu yang menyita perhatian semua mata yang memandang.


Semua mata terarah pada Dita,sepertinya mereka sedang bertanya-tanya siapa prempuan yang sedang bersama bos besar mereka.


"Sayang,kamu temani mama sebentar disini ya."


"Iya mas."


"Nanti kalo butuh apa-apa hubungi saja staf yang ruangannya ada di depan situ." kata Dicky sambil menunjuk seorang staf perempuan yang sedang sibuk dengan layar komputer di depannya.


Dicky berhenti sejenak,mencium kening Dita dan berlalu meninggalkan ruangan menuju ruang meeting.


"Dit....."


"Ya tante."


"Tante bahagia sekali nak,karena gadis yang di pilih Dicky sebagai calon istrinya ternyata adalah kamu."


Dita hanya tersenyum mendengar penuturan calon mertuanya.


"Mulai hari ini bagaimana kalo kamu panggilnya jangan tante lagi,tapi panggil mama."


"Iya,baik tante....eh maaf iya mama."


Mereka tertawa bersama karena masih merasa canggung.


Satu jam berlalu,Dicky tak kunjung kembali keruangannya.

__ADS_1


Padahal minuman dan cemilan yang di sediakan staf perempuan tadi yang di tunjuk Dicky sudah hampir habis.


Bahkan Dita dan calon mertuanya sudah mulai bosan dan lelah menungguinya,akhirnya bu Ratih membuka hapenya dan mencari foto-foto contoh gaun pernikahan yang bisa jadi referensi nantinya saat acara pernikahan Dita dan Dicky.


Mereka kembali tertawa dan berubah serius,entah apa yang sedang mereka bahas karena terlihat oleh Dicky dari luar ruangan mereka berdua sedang tertawa lepas.


Dicky merasa telah menemukan gadis yang selama ini dia cari,seorang perempuan yang mampu membahagiakan mamanya dan yang membuat Dita spesial di mata Dicky adalah karena Dita selalu mampu membuat Dicky menjadi orang lain yang selalu merasa jantungnya berdebar saat berada bersama Dita.


Dicky merasa bisa lebih lembut terhadap Dita jika di bandingkan dengan Perempuan lain yang cenderung lebih dingin dan acuh


Entah sihir apa yang ada pada diri Dita sehingga mampu meluluhkan hatinya,meski Dita sendiri justru merasa bahwa Dicky adalah pria yang susah di tebak.


Dicky hanya baik padanya ketika sedang berada di hadapan orang lain,namun ketika mereka hanya berdua saja Dicky akan berubah menjadi pria yang angkuh dan sok berkuasa di hadapan Dita.


Tawa Dita dan bu Ratih seketika terhenti ketika Dicky masuk kedalam ruanganya di ikuti oleh Rey.


"Hah.....iya mah.Mama mau pulang sekarang?" Dicky duduk sambil menyandarkan kepalanya ke dandaran kursi serta meluruskan kakinya.


"Kalo elo capek biar gue aja yang bawa mobilnya Dik." Rey menawarkan diri menjadi supir dadakan untuk mengantar mereka pulang.


"Oke,kita pulang sekarang aja kalo gitu.Kamu yang bawa mobil ya Rey." Dicky melemparkan kunci mobil,dengan sigap Rey menangkapnya.


Akhirnya mereka pulang ber empat Rey duduk di kursi kemudi dan bu Ratih di sampingnya,sedangkan Dita dan Dicky duduk berduaan di kursi penumpang.


Sepanjang perjalannan Dicky nampak bermanja dengan Dita,minta kepalanya di pijit oleh Dita serta meletakkan kepalanya di pangkuan Dita.


Sementara Dita hanya menurut saja demi kelancaran sandiwara mereka di depan bu Ratih dan juga Rey.

__ADS_1


"Rey....nanti malam kami mau berkunjung kerumah Dita,kamu ikut ya Rey.Bawa serta pacar kamu itu."


"Iya tante."


"Rey....lo punya pacar baru? kenapa gue bisa nggak tau?" Dicky terperanjat bangun dari pangkuan Dita karena kaget mendengar perihal pacar baru Rey.


"Kamu yang terlalu sibuk sama Dita Dik,jadi udah nggak perhatian lagi sama Rey.hahahaha...." bu Ratih menggoda Dicky.


"Emang pacar elo yang baru ini yang mana Rey?!"semakin merasa penasaran.


"Tiwi temen sekaligus atasan aku di kantor mas." jawab Dita pelan.


"Jadi.....kamu juga tau pacar barunya Rey?"


Dita hanya mengangguk pelan.


Acara berkunjung kerumah Dita hanya di hadiri oleh Bu Ratih,Dicky,Rey dan Tiwi serta sang pemilik rumah tentunya.


Mereka makan malam bersama dan setelahnya mereka membicarakan soal konsep acara Dita dan Dicky.


Sebenarnya tante Dewi ingin acara pertunangan ponakannya di laksanakan dengan sederhana saja,namun bertolak belakang dengan rencana bu Ratih yang ingin menyelenggarakan pesta besar-besaran di sebuah gedung yang sudah beliau tentukan dengan alasan banyaknya keluarga yang harus mereka undang.


Alhasil tante Dewi hanya bisa pasrah saja karena bagaimanapun mereka adalah pihak keluarga laki-laki ber hak menentukan segala sesuatunya.


Apalagi sebelumnya Dita sudah bercerita perihal Dicky adalah pewaris Jaya Group,maka tante Dewi paham betul kenapa keluarga bu Ratih kekeh ingin mengadakan pesta besar-besaran.


Hari-hari menjelang hari pertunangan mereka berdua,semua orang yang ada di sekeliling mereka ikut sibuk memepersiapkan diri serta membantu mempersiapkan segala sesuatu yang berhububgan dengan acara tersebut.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2