Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
Bab 2


__ADS_3

Pagi harinya.


"Dicky....."


Bu Ratih mengelus lembut rambut putranya yang masih terlelap di samping tangannya.


Dicky selalu khawatir setiap kali ibunya sakit,karena memang hanya bu Ratih harta paling berharganya.


Sejak papanya meninggal karena kecelakaan saat dirinya masih duduk di bangku SMA,Dicky begitu takut kehilangan mamanya.


Apapun akan dia lakukan untuk membahagiakan mamanya,kecuali menikah.


Hal yang rasanya sangat sulit untuk di kabulkan Dicky,karena ia tak mau sembarangan asal menikah.


Dalam prinsipnya menikah harus sekali seumur hidup meski itu hal yang lumrah,namun Dicky tak mau memiliki istri yang nantinya tak bisa menyayangi mamanya juga.


Meski sudah berulang kali mamanya memperkenalkan Dicky dengan beberapa anak gadis dari sahabat atau teman arisan mamanya,namun tak satupun di antara mereka yang mampu menaklukan hati nya.


"Mama sudah baikan?"


Tanya Dicky sambil menguap dan mengucek matanya.


"Semalem mama kenapa? kok bisa sampe sakit lagi?"


"Semalem mama dapat telfn dari tante Tari,Ibunya Tasya yang anaknya mama kenalin ke kamu."


"Emang mereka mengadu apa ke mama? "


"Mereka bilang kamu ninggalin anak gadisnya dengan pria lain?"


"Ma....aku cuma nyuruh Reyhan nganterin dia pulang,karena ada sedikit masalah di kantor.


Lagian aku sudah bilang baik-baik kok sama si Tasya."


"Kamu gak bohong ke mama kan? kamu nggak bilang ke dia kalau kamu sudah punya pacarkan?!"


Deg...!


"****** gue,sialan tuh cewek! mulutnya ampun deh.Padahal udah gue turutin maunya dia,kecuali jadi pacarnya."

__ADS_1


Batin Dicky,mencoret nama Tasya dengan spidol merah di kepalanya.


"Ma.....untuk saat ini mama jangan mikirin yang aneh-aneh dulu ya....biar mama sembuh dulu."


"Tapi nak...mama gak akan bisa tenang kalau kamu belum menikah,mama kan juga pengen punya cucu."


"Iya ma...iya,sabar ya ma.....Dicky belum nemu yang cocok."


"Nemu?emang kamu nya aja yang gak minat,kelamaan kumpul sama Reyhan tuh jadi nggak doyan cewek."


"Ma....Dicky masih waras ma,nggak mungkin doyan sama Reyhan,amit-amit deh ma jangan bilang gitu lagi."


Tiba-tiba hape Dicky berbunyi menmbuyarkan perdebatan antara ibu dan anak laki-lakinya soal jodoh.


"Nah.... kan Reyhan lagi."


Kata bu Ratih saat melihat layar panggilan tertera nama "Rey"


"Iya Rey?"


"Oke gue kesana."


"Ma.....Dicky tinggal sebentar ya,ada urusan."


"Ngurusin Rey lagi?"


Dicky hanya tersenyum,sambil memeluk mamanya dengan mesra agar tak cemburu dengan Rey.


Sesampainya di ruang perawatan lain Dicky melihat seorang gadis masih terbaring di ranjang rumah sakit,Reyhan terbangun dari duduknya.


"Dicky,ini cewek yang semalem.Kamu aja deh yang jelasin."


Bisik Rey ke telinga Dicky.


"Emang cuma ngejelasi gitu apa susahnya sih?pake manggil aku segala."


"Bukanya gitu,kan elu yang nabrak dia."


"Dia ini siapa mas Rey?" Tanya Dita.

__ADS_1


"Kenalin Dit,dia Ini Dicky yang..."


"Yang semalem nabrak kamu." Dicky segera menyambar perkataan Rey.


"Maaf saya nggak sengaja."


"Saya akan mengurus biaya rumah sakit,kamu gak perlu kawatir."


"Lalu bagaimana dengan motor saya?"


"Masalah motor,sudah saya suruh orang memperbaiki.Lagian motor butut kayak gitu sudah seharusnya di ganti yang baru."


"Mas Rey,katanya temen mas orang baik?mas bohong ya?"


Dita menatap Dicky dengan pandangan tak suka,karena merasa tersinggung dengan mengatai motornya.


Di tambah lagi saat melihat Dicky yang nampak sombong dan angkuh,serta di rasa tak bisa bersikap lembut dengan perempuan.


Berbeda dengan Reyhan yang memang jago dalam menggombali cewek,sedangkan Dicky memang selalu kaku dengan perempuan hanya bicara seperlunya.


"Memangnya kenapa?bukankah saya sudah berbaik hati?"


"Membiayai perawatan rumah sakit,memperbaiki motormu dan kalau perlu aku ganti."


"Iya tuan yang sombong,terimakasih atas kebaikan hati anda!"


"Kamu ini ya,sudah di tolongin bukannya terimakasih malah ngatain orang!"


"TERIMA KASIH TUAN SOMBONG!"


Dita semakin menekan kata-katanya,membuat Dicky geram.


"Udah Dicky...kamu tuh sama cewek yang lembut dikit kenapa sih?"


Reyhan berusaha melerai perkelahian mereka,takutnya bakal jadi semakin rame nanti.


Bersambung....


Kayaknya makin seru deh ya.....😄

__ADS_1


__ADS_2