Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
BAB 62


__ADS_3

Acara syukuran telah usai dan kini Dita telah berhasil menidurkan kedua buah hatinya dengan dibantu oleh dua orang pengasuh bayi yang membantunya mengasuh sikembar.


Karena sudah pasti Dita akan sangat kerepotan mengurus sendiri dua bayi sekaligus,ditambah lagi mengingat Dita yang baru usai menjalani operasi caesar belum benar-benar pulih.


Bagaimapun Dicky takkan pernah membiarkan istrinya kelelahan,kerepotan atau terjadi hal buruk apapun pada istrinya. Baginya saat ini istrinya adalah ratu untuknya,sedangkan mamanya adalah ibu suri baginya.


Tak ada hal yang lebih indah didunia ini selain melihat kedua wanita yang paling berharga dunia ini bahagia,ditambah lagi hadirnya sikembar di tengah-tengah kebahagiaan keluarga mereka menjadi semakin lengkap kesempurnaan kebahagiaan mereka saat ini.


Sikembar termasuk anak-anak yang pintar dan tak pernah rewel,jika salah satu atau keduanya menangis itu adalah hal yang wajar ketika mereka merasa lapar,haus,atau tak nyaman karena minta popok mereka diganti.


Setelah mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan maka mereka akan tenang kembali,membuat siapapun yang mengurus mereka menjadi gemas.


Genap satu bulan setelah kepulangan sikembar kerumah dan dokter kembali memberi kabar gembira,yakni si kembar Bulan dan Bintang sudah benar-benar dinyatakan sehat dan seluruh organ tubuhnya kuat untuk beradaptasi sehingga mereka sudah tak perlu lagi menjalani pemeriksaan secara berkala atau kontrol ke rumah sakit seperti biasa yang mereka lakukan setiap satu minggu sekali setelab kepulangn sikembar.


Sejak si kembar berada dirumah,membuat bu Ratih semakin betah dirumah Dicky.


Bahkan lebih sering menginap sampai beberapa hari,bagaimana tidak jika dirumah sendiri rasanya sangat kesepian dan selalu rindu dengan sikembar.


Sebenarnya bu Ratih sudah beberapa kali merayu Dita dan Dicky untuk kembali tinggal bersama dengannya,namun Dicky masih belum bisa memberika tanda setuju karena masih bersikeras ingin mandiri degan tinggal dirumah sendiri bersama kelurg kecilnya.


Apalagi sekarang si kembar sedang lucu-lucunya karena sudah mulai merespon dengan gelak tawa ketika ada seseorang yang mengajak mereka bercanda semakin membuat bu Ratih tak ingin jauh-jauh dari kedua cucu kembarnya yang lucu dan menggemaskan.

__ADS_1


Begitu pula dengan tante Dewi,yang juga tak mau kalah gemas dengan kedua anak dari keponakannya itu.


Sore itu Reyhan datang kerumah Dicky dengan tujuan memberikan beberapa dokumen kantor karena seharian ini Dicky tak hadir kekantor,maklum saja sejak hadirnya sikembar dirumah ini membuat siappun yang dekat dengan mereka seolah-olah seperti tersihir hingga melupakan dan mengesampingkan segalanya demi bisa tetap bersam mereka.


Untuk itu hari ini Dicky sengaja tak datang ke kantor hanya untuk menemani sikembar dirumah.


Baru saja setengah perjalanan,Reyhan mendapat panggilan masuk dihapenya.


Ternyata om Pras yang menelfon.


"Halo om."


"Baik om.Share lokasi ya aku langsung meluncur kesana."


Om Pras adalah adik dari papa Riyan,yang sudah di anggap Rey seperti orang tuanya sendiri.Ketika sedang ada masalah selain lari kepada Dicky yang memang sahabatan sejak lama,Rey terkadang lari kerumah om Pras,dari pada lari dari kenyataan kan.


Maklum om Pras tinggal seorang diri karena tak memiliki anak serta istri.


Dulu om Pras pernah menikah,tapi istrinya meninggal saat melahirkan beserta anak yang baru saja dilahirkan.Sejak saat itu om Pras tidak menikah lagi dan memilih untuk hidup sendiri serta mengurus toko kelontong miliknya.


"Lho,ini kita mau kemana dulu Rey?"

__ADS_1


Tanya om Pras saat mengetahui jalan yang mereka lalui tidak sesuai arah kerumahnya juga tidak kearah rumah Reyhan.


"Kita mampir dulu kerumah Dicky om nganterin berkas."


"Lho,rumah Dicky kan bukan kesini arahnya Rey."


"Sekarang Dicky udah punya rumah sendiri om,sejak menikah Dicky nggak lagi tinggal sama mamanya."


"ow....gitu."


Sesampainya di rumah Dicky,Reyhan segera turun untuk menyerahkan beberapa dokumen yang ia ambil dari jok belakang belakang kemudi mobilnya.


"Om tunggu disini sebentar y,Rey cuma ngasih ini aj kok."


"oke."


Sesaat setelah Reyhan masuk kedalam rumah Dicky,nampak sebuah mobil memasuki gerbang rumah Dicky.


Awalnya om Pras tak menggubris namun pandangan matanya terbelalak dipertajam saat melihat seorang wanita yang tak asing baginya yang turun dari mobil tersebut.


"Dewi."

__ADS_1


Gumamnya pelan.


BERSAMBUNG......


__ADS_2