
"Dita kamu istirahatlah nak,minggu depan kan acara tujuh bulanannya jadi kamu jangan samapi kelelahan."
Pesan sang mertua pada Dita.
"Iya ma.....makasih ya ma."
Bu Ratih tersenyum sembari berjalan menuju pintu dan membiarkan menantunya beristirahat.
Sore hari Bu Ratih sudah selesai memasak untuk menantu kesayangannya,tentu di bantu oleh para asisten rumah tangga Dita.
Dicky yang baru selesai mengerjakan pekerjaan kantornya dirumah berjalan menuju dapur karena indra penciumannya menghirup aroma sedap masakan sang mama.
"Wah....mama masak apa nih?"
Tanya Dicky yang sudah berdiri di belakang sang mama sambil celingukan melihat panci yang masih mengepulkan asap di atas kompor.
"Mama masak sop buntut nak,apakah Dita sudah bangun?kalau masih tidur bangunkan istrimu dan ajaklah dia makan."
"Siap ma,kalau gitu Dicky mandi dulu ya ma....."
Baru saja Dicky hendak masuk kedalam kamar tiba-tiba bel rumahnya berbunyi.
Tak lama setelah itu,asisten rumah tangganya memberi tahukan bahwa Reyhanlah yanh datang.
__ADS_1
"Suruh masuk aja bi!"
Perintah Dicky.
"Baik tuan."
Dengan patuh ia menjalankan tugas lalu berjalan kembali kedepan menjemput sang tamu untuk segera masuk.
Sementara di dalam kamar Dicky hendak membangunkan sang istri yang masih terlelap memeluk bantal khusus untuk ibu hamil yang mampu menyangga dan menopang perutnya saat berbaring,membuatnya serasa sangat nyaman saat beristirahat.
Melihat sang istri yang menurutnya sangan cantik selama hamil membuat Dicky jadi gemas melihatnya.
Dicky membelai pucuk kepala sang istri dan menyibakkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah cantik istrinya.
Dicky memcium mesra bibir sang istri hingga membuat sang istri terbangun karena merasakan sentuhan dibibirnya.
Dita pun membalas ciuman Dicky sehingga mereka saling memainkan lidah mereka di dalam mulut,membuat Dicky semakin bernafsu dengan tingkah sang istri.
"Apa masih boleh sayang kita melakukannya? aku takut menyakitimu dan mengganggu anak-anak kita."
Dita hanya tersenyum lalu perlahan bangkit dari posisi tidurnya.
"Apakah pintu sudah di kunci?takutnya nanti tiba-tiba mama masuk."
__ADS_1
"Serius sayang?! beneran gak papa?"
Dicky mengulangi pertanyaannya karena merasa ragu dan takut mengingat kehamilah Dita yang sudah mulai membesar.
"Gak papa sayang....dokter bilang masih aman kok,daripada suamiku cari perempuan lain atau menahan nafsunya lebih baik aku turutin."
"Baiklah aku akan sangat berhati-hati dan melakukannya dengan pelan-pelan sayang."
Dicky mulai menanggalkan seluruh pakaiannya serta sang istri,merebahkan tubuh sang istri dengan perlahan ke tempat tidur.
Menciumi bibir serta leher sang istri membuat Dita menggelinjang dan merintih pelan membuat Diky tak mampu menahan nafsunya.
Dicky dengan perlahan mendudukkan Dita di tepi tempat tidur,mengelus perut sang istri lalu memeluk istrinya dari belakang.
Tangan Dicky sudah berada di bukit k*mb*r milik Dita dan m*r*m*snya dari belakang serta menciumi leher sang istri dengan lembut membuat Dita memdesah.
Setelah itu para manusia dewasa tentunya sudah paham apa yang akan terjadi,meski dalam keadaan hamil besar sekalipun tidak menghalangi mereka sebagai sepasang suami istri untuk melaksanakan kewajiban serta saling menikmati penyatuan yang mereka lakukan.
Setelah melaksanakan kewajibannya Dita dan Dicky segera mandi lalu mereka segera menuju ruang makan karena sang mama dan Reyhan sudah menunggu disana.
"Lama banget sih brow,sudah laper nih nungguin elo!"
"Iya...iya....sory tadi gue ketiduran,capek banget."
__ADS_1
Karena memang benar adanya,setelah mereka melakukan kemesraan di sore hari Dicky sempat tertidur sejenak menunggu Dita mandi.
Bersambung......