Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
Bab 45


__ADS_3

Sudah satu bulan Ditakini menjadi pengangguran,dan kini mulai bosan.


Dirumah tak di perbolehkan melakukan apapun kecuali makan dan tidur.


"Mas,bolehkah keluar untuk jalan-jalan?aku mulai bosan."


Sebuah pesan singkat masuk ke hape Dicky.Tertulis dari Dita,sang istri.


Dicky hanya membacanya lalu pandangannya kembali pada layar laptop yang ada di depannya.


Hari itu Dicky memang lumayan sibuk dengan proyek barunya,sert persiapan pertemuannya dengan klien dari luar negri membahas tentang kerja sama proyek baru mereka.


Dita berkali-kali melihat ponselnya,selain bosan ia juga merasa sangat kesal karena merasa dicuekin oleh sang suami.


Dicky melangkah menuju ruang meeting dengan di ikuti sekretaris serta asisten mengekor dibelakangnya.


Saat memasuki ruangan bermeja panjang serta kursi yang di jajar rapi mengelilingi meja,membuat semua orang yang mendudukinya berdiri dengan serentak tanpa dikomando.


Semuanya kembali terduduk setelah Dicky menduduki kursinya.


Meeting dimulai,semua orang yang berada di dalam ruangan nampak serius.


Sedangkan Dita berkali-kali berusaha menghubungi Dicky,namun tak sekalipun ada respon.


Memang sudah jadi kebiasaan setiap akan mengadakan meeting entah dengan para karyawan dan stafnya atau dengan klien Dicky selalu mematikan nada hapenya dengan mode diam atau silent.


Dita mulai merasa gerah dan gelisah,jarinya mengutak atik hape di tangan.Kali ini ia berusaha menghubungi Rey,yang ternyata juga ikut meeting bersama Dicky.


Dita merasa lelah menunggu balasan pesan dan berharap salah satu dari kedua laki-laki yang sedari tadi berusaha ia hubungi akan balik menghubunginya.


Namun harapannya sia-sia sampai Dita ketiduran di sofa depan tivi.

__ADS_1


Rey duduk di sofa yang berada di ruang kerja Dicky sambil membicarakan kembali proyek.


Sambil iseng Rey membuka kode pada layar hapenya,matanya terbelalak.


"Dik! coba cek hape lo!"


"Kenapa?"


Jawabnya santai sambil merogoh saku jasnya.


"Ya ampun! aduh,gimana ini?! Dita telfon lu juga?"


Tanyanya dengan panik pada Reyhan.


"Lihat sendiri nih..!"


Rey mnunjukkan layar hapenya kedepan wajah Dicky.


"Oke bro"


Jangan ngebut inget anak istri lo."


"Oke......."


Jawab Dicky sambil berjalan cepat menuju parkiran.


Hatinya tak tenang,karena semenjak hamil Dita sering kali bertingkah aneh,maunya harus segera di turutin.


Jika tidak ia akan merajuk dan Dita akan merasakan sakit seperti kram di perutnya.


Dicky berusaha menghubungi Dita berkali-kali namun hasilnya nihil.

__ADS_1


Benar saja karena hape Dita low batt akibat berkali-kali berusaha digunakan untuk menghubungi suaminya dan sahabat suaminya,dan sang pemiliknya sedang terlelap tidur di sofa dengan tivi yang masih menyala.


Karena itu sekarang adalah salah satu kebiasaan baru Dita,jika ia tertidur harus sambil menyalakan tivi barulah ia akan bisa tidur terlelap atau matanya akan terus terjaga meski malam sudah larut.


Maka dari itu asisten rumah tangga mereka pun tak berani mematikan tivinya karena takut justru akan membangunkan majikannya.


Dicky segera memarkirkan mobil dan masuk kedalam rumah setelah seorang satpam membukakan pagar besi.


"Dita dimana bi?"


tanyanya pada seorang asisten rumah


tangga bernama Asih yang membukakan pintu untuknya.


"Maaf tuan,nyonya sedang di ruang tengan tertidur sambil menonton tivi tuan."


Jawabnya sambil menerima jas dan tas kantor dari tangan Dicky.


"Sudah lama?"


tanyanya sembari duduk di ruang tamu melepaskan sepatu.


Segera Asih meletakkan sepatu tuannya pada rak besar berisi deretan sepatu-sepatu mahal milik tuannya,lalu menuju keatas untuk meletakkan tas di atas meja ruang kerja Dicky.


Sementara Dicky duduk di sofa tepat di sebelah tempat Dita tertidur pulas.


Di elusnya pucuk rambut di kepala Dita.


"Maaf ya,aku sampai nggak sempat balas pesan kamu."bisiknya.


Karena Dita begitu sangat lelap dengan tidurnya,Dicky berniat untuk mandi lebih dulu menghilangkan penat dan lelah karena seharian bekerja.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2