Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
Bab 25


__ADS_3

Setelah mendapatkan pesan dari Bi Mar bahwa Dita baru saja menelfon bu Ratih dan berpesan agar Dicky segera menjawab telfon dari Dita.


Segera Dicky mengambil hapenya dan bergegas menghubungi Dita balik.


"Halo Dit,ada apa?"


"Baru saja mas Rey telfon,sepertinya mas Rey mulai curiga dengan hubungan kita."


"Lalu,kamu jawab apa tadi?"


"Saya bilang mau tidur,karena takut mas Rey bakalan tanya yang macam-macam dan saya khawatir nanti keceplosan."


"Yaudah kalo gitu,besok pagi kamu berangkat ke kantor bareng sama saya biar tidak ada kesempatan Rey tanya yang macem-macem sama kamu."


"Baiklah."


"Lalu kalau mas Rey masih belum puas dan menanyakan yang aneh-aneh gimana?Saya tidak terbiasa berbohong."


"Nggak perlu bohong kalo dia tanya macem-macem sekiranya kamu gak bisa jawab gak usah di jawab,cari saja topik pembicaraan lain."


"Tapi....."


"Udah dulu ya."


Tanpa basa basi Dicky memutuskan panggilan telfonnya.


"Dasar Pria aneh,Ya Tuhan....kenapa saya harus terjebak dalam sandiwara ini? kenapa juga harus kenal dengan orang macam dia?kenapa saat saya di culik Bram bukan orang lain saja yang menyelamatkan saya?" Dita berbicara sendiri meratapi nasibnya.


Pagi harinya Dicky sudah tiba di rumah Dita.

__ADS_1


Dicky memencet bel pintu rumah Dita lalu duduk sambik menunggu sang pemilik rumah membukakan pintu dan mempersilahkan masuk.


Tak lama berselang,Dita muncul membukakan pintu.


"Masuk dulu mas,mau sarapan dulu?"


"Nggak usah,nanti sarapan di kantor aja.kamu dah siap?"


"Baru mau sarapan,baru jam segini kok."


Baru saja Dicky duduk,datanglah mobil milik Rey.


Rey yang sudah menyadari keberadaan Dicky mau tak mau tetap harus melanjutkan pengintaiannya demi menjawab rasa penasaranya.


"Yaudah kita sarapan."


"Tadi katanya nggak mau...?"


"Udah,ayo buruan.Nanti Rey curiga kalo kita terlalu menghindari dia."


Dicky nampak berjalan beriringan sambil merangkul pinggul Dita,meski merasa risih Dita hanya bisa pasrah demi kelancaran sandiwaranya apalagi disana ada tante Dewi juga.


Saat Rey datang mereka sedang duduk dan sarapan bersama,kemudian dengan santainya Rey ikut gabung sarapan bersama mereka.


"Pagi Rey....dah lama ya Rey gak ikut sarapan bareng?"


"hehehe....iya tante,karena semalam Dita bilang ada yang mau di omongin jadi saya mampir dulu kesini."


"O......" jawab singkat tante Dewi.

__ADS_1


"Aku yang mau ngomong sama mas Rey,atau mas Rey yang mau tanya-tanya sama aku?"


"Sama aja Dita......."


"Rey.....Sekarang Dita udah jadi milik aku jadi jangan sekali-kali kamu berani ganggu dia ya." Dicky mulai mengancam.


"Udah-udah.......kita sarapan,gak usah berantem." tante Dewi berusaha melerai.


Seketika tak ada suara yang menyahut mereka semua makan sarapan mereka dengan tenang dan damai.


Setelah selesai sarapan Dita segera bersiap untuk berangkat ke kantor,Dicky segera menggandeng tangan Dita untuk segera menuju mobil setelah sebelumnya mereka berpamitan dengan tante Dewi.


Saat di dalam mobil dengan tiba-tiba Dicky mencium bibir Dita dengan lembut.


Dita yang tidak siap merasa kaget hanya bisa pasrah menerima perlakuan Dicky.


Sepertinya Dicky memang sengaja memamerkan kemesraan supaya Rey melihatnya dari balik kaca jendela mobilnya.


Saat dirasa Rey sudah cukup melihat adegan mereka,Dicky segera melepaskan ciumannya dengan Dita.


"Maaf terpaksa aku harus melakukan ini,biar Rey tidak tanya yang macam-macam lagi."


Dita hanya terdiam tertunduk malu menyembunyikan rona merah di pipinya.


Setelah melihat mobil Rey melaju meninggalkan rumah Dita,segera Dicky melajukan mobilnya untuk mengantar Dita ke kantornya.


Bersambung......


Sepertinya hubungan mereka semakin serius saja ya......kita liat kelanjutan hubungan mereka.

__ADS_1


__ADS_2