
Kebetulan hari ini adalah hari minggu.
Mereka kembali memindahkan barang-barang Dita ke kamar bawah setelah sarapan.
Saat Dita dan Dicky sedang sibuk memindahkan barang,bel rumah mereka berbunyi.Saat Dita melihat layar monitor terlihat seorang ibu-ibu paruh baya sedang berdiri di depan pintu.
"Mas itu siapa?"
Tanya Dita pada Dicky saat Dicky turun dari lantai atas membawa beberapa barang Dita.
"O...itu bibi yang biasa bersih-bersih dirumah ini,biasanya dia datang setiap dua hari sekali.Biasanya dia masuk membawa kunci cadangan,karena kunci sudah di ganti semua maka dia tidak bisa masuk."
Dita segera membukakan pintu,dan mempersilahkan bibi masuk.
"Selamat pagi nyonya."
"Iya selamat pagi bi,silahkan masuk."
"Terima kasih nyonya,sepertinya tuan dan nyonya sedang sibuk berberes?biar saya saja yang kerjakan,nyonya dan tuan istirahat saja"
"Gak papa bi,bibi kerjakan saja pekerjaan bibi seperti biasa.Ini biar kami saja yang kerjakan."
"Baiklah nyonya,apakah nyonya dan tuan sudah sarapan?"
"Sudah bi."
"Baiklah,saya permisi ke belakang dulu."
Dita kembali ke kamarnya untuk menata barang-barang pribadinya,sementara Dicky kembali ke kamar atas.
Bibi merasa heran melihat kedua majikannya.
Bukankah sebagai pengantin baru yang seharusnya lagi hangat-hangatnya memadu cinta,namun berbeda dengan kedua majikannya yang justru sibuk dengan kehidupan masing-masing.
Satu minggu berlalu,Dita bangun lebih awal untuk memasak sarapan.Setiap hari mengerjakan pekerjaan rumah setiap pulang dari kantor.
Meski Dicky sudah berencana mencari satu asisten rumah tangga lagi untuk membantunya mengerjakan pekerjaan rumah,namun Dita menok karena merasa masih bisa mengerjakannya sendiri.
Sore itu saat Dita sudah terlebih dahulu pulang dari kantor,seperti biasa ia memasak untuk makan malam.
Ketika Dita masih sibuk memasak,Dicky datang.
Baru saja Dicky turun dari kamarnya hendak menyalakan tivi,bel rumah mereka berbunyi.
__ADS_1
Dita segera berjalan menuju pintu.
"Udah biar aku saja yang buka,nanti masakannya gosong."
"Hmmmm,baiklah."
Dita kembali ke dapur dan Dicky membukakan pintu,tanpa melihat dulu di layar monitor siapa yang datang.
Alangkah terkejutnya Dicky ketika melihat mamanya sudah berada di depan pintu,dengan supir yang membantu membawakan tasnya.
"Mama?!"
"Iya,bagaimana kabar kalian?mama kangen...."
"Silahkan masuk dulu ma."
"Sayang.....ada mama datang."
Teriak Dicky pada Dita.
"Mama?! bagaimana ini,bagaimana kalo sampai ketahuan aku dan mas Dicky tidak tinggal sekamar?!"
"Mama...."
Dita segera mencium punggung tangan mertuanya,dan memeluknya.
"Iya sayang karena mama kangen sekalu sama kalian,jadi mama putuskan untuk menginap beberapa hari disini."
"APA?MENGINAP!"
Seperti paduan suara Dita dan Dicky mengucapkannya secara bersamaan.
"Memangnya kenapa kalian kaget begitu?kalian tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan dari mama?"
"Tidak ma....bukan begitu."
Jawab Dicky gugup.
Dicky dan Dita hanya bisa saling pandang karena sama-sama bingung harus berbuat apa.
Sebenarnya bu Ratih sudah mendapatkan informasi dari bibi yang biasa datang kerumah ini untuk bersih-bersih saat beberapa hari yang lalu menanyakan perihal kehidupan putra dan menantunya selama tinggal di rumah mereka.
Bu Ratih juga sudah tau bahwa mereka berdua tidak tidur di kamar yang sama,maka dari itu bu Ratih dengan sengaja datang dan menginap tanpa memberi kabar terlebih dahulu.
__ADS_1
"Sayang bukankah tadi kamu sedang masak?"
"Iya mas,masakannya sudah siap kok."
"Ma....kita makan dulu ya."
Setelah selesai makan,mereka bercengkerama di ruang keluarga sambil nonton tivi bertiga.
"Mama ke kamar dulu ya."
Dita dan Dicky hanya bisa saling pandang.
"Ma....gimana kalo mama tidur di kamar atas saja,soalnya di kamar bawah Ac nya mati ma." Dicky berusaha menahan mamanya supaya tidak masuk ke kamar tamu,karena kamar tersebut adalah kamar Dita selama ini.
"Mana ada tamu tidur di kamar utama?lalu kalian nanti tidur di mana?"
"Nanti biar kami tidur di kamar tamu saja ma,iya kan mas?"
"Iya ma,nanti mama kepanasan kalo tidur di kamar tamu."
"Mama ini sudah tua,jadi kalo harus naik turun dari kamar atas bukankah kaki mama akan terasa lelah nantinya?"
Bu Ratih masih saja kerasa kepala segera membuka pintu kamar tamu meski Dicky sudah berusaha menghalanginya.
"Lho ini Ac nya nyala Dik,lho....kok banyak banget barang-barang disini?memangnya siapa yang tidur di kamar sini?"
tanya bu Ratih ketika melihat beberapa barang Dita terjejer di meja serta beberapa barang lain di dalam kamar.
Segera bu Ratih kembali keluar dari kamar,saat melihat putra dan menantunya hanya tertunduk diam.
"Apa-apaan kalian ini?jadi selama ini kalian membohongi mama dengan pernikahan kalian?"
Dita segera memeluk mertuanya sambil menangis tersedu.
"Dita minta maaf ma,semua ini salah Dita kami bisa jelaskan semuanya."
"Bukan ma,Dicky yang salah.Hanya karena tidak mau membuat mama kecewa,Dicky meminta Dita menjadi istri Dicky ma.Meski tak ada rasa cinta di hati Dita tapi dia mau menikah dengan Dicky demi mama."
"Semua ini salah Dita ma,hukum saja Dita."
Bu Ratih hanya bisa terduduk lemas di kursi mendengar penjelasan keduanya.
"Ma....mungkin kami hanya butuh waktu untuk saling mendekatkan diri."
__ADS_1
Bu Ratih hanya diam kemudian berjalan memasuki kamar tamu dan tidur.
Bersambung.......