
Dita segera menghubungi keluarga Reyhan dan juga Tiwi,pasalnya Tiwi kini berstatus sebagai kekasih Reyhan Dita pikir dia berhak tau atas keadaan Reyhan sekarang.
Tiwi yang datang lebih dulu langsung menghampiri Dita yang kini sedang menunggui Reyhan seorang diri di bangku ruang tunggu depan IGD.
"Dita,bagaimana keadaan Rey?"
Tanya Tiwi sembari memeluk Dita yang juga sama-sama panik.
Tak banyak yang bisa diceritakan oleh Dita pada Tiwi,pasalnya Dita sendiri juga tidak tau pasti kronologi kejadiannya seperti apa.
Yang dia tau siang ini Rey datang kerumahnya lalu sesaat pergi lagi untuk menyelamatkan Dicky yang katanya sedang dalam bahaya.
Sedangkan keberadaan serta keadaan Dicky kini masih belum bisa di ketahui.
Dita mendapat telfon sesaat setelah mama Reyhan tiba dirumah sakit.
__ADS_1
Seketika Dita lemas terduduk di kursi ruang tunggu depan IGD dengan tubuh gemetar diiringi derai air mata yang tak mampu lagi ia bendung.
Tak ada yang tau apa yang sedang terjadi dan siapa yang baru saja menghubungi Dita tadi.
Kedua wanita yang ada di samping Dita hanya bisa saling pandang dalam kebingungan dan berusaha menenangkan Dita sekarang.
"Ada apa Dit?"
Tanya Tiwi saat dirasa Dita sudah mulai agak sedikit tenang,namun justru derai air mata Dita kembali banjir.
Dita memeluk Tiwi masih sambil menangis sesenggukan,tak lama setelahnya tangis Dita terhenti dan tiba-tiba saja tubuhnya terkulai lemas bahkan hampir saja terjatuh kelantai rumah sakit. Beruntung Tiwi dan mamanya Reyhan dengan sigap membantu Dita lalu segera membawanya masuk ke IGD untuk mendapat pertolongan.
Dita syok setelah mendapatkan kabar dari pihak kepolisian bahwa Dicky yang sedang disekap oleh tawanan orang jahat berhasil diketahui pihak polisi keberadaannya.
Mereka berhasil mengejar bersama dengan Reyhan yang mengemudi mobil sendirian sore tadi.
__ADS_1
Dalam perjalanan mengejar mobil yang membawa Dicky,mobil yang Reyhan tumpangi menabrak pembatas jalan karena menghindari truk yang melaju didepannya dari arah berlawanan hingga membuatnya harus di larikan dirumah sakit ini.
Pihak kepolisian berhasil memblokir jalan yang akan dilewati mobil yang sedang membawa Dicky,namun mereka nekat dengan menerobosnya alhasil mereka harus kembali berkejar-kejaran dengan pihak kepolisian.
Dan naasnya mobil yang sedang dalam kejaran polisi oleng dan tak terkendali karena mengemudi dengan kecepatan yang melampaui batas hingga membuat mobil yang mereka tumpangi terguling dan jatuh terperosok kedalam jurang.
Bu Ratih kini sedang berada di rumah putranya untuk menjaga kedua cucu kembarnya karena Dita yang masih syok kini harus dirawat dirumah sakit.
Sementara pihak kepolisian belum bisa memastikan status keberadaan Dicky dikarenakan proses evakuasi yang cukup sulit karena banyaknya korban yang ada di tempat kejadian perkara tidak hanya satu atau dua korban saja.
Korban yang disinyalir berjumlah lebih dari tiga orang tersebur kondisinya hancur hingga tak lagi dapat dikenali,ditambah lagi mobil yang meledak dan terbakar membuat seluruh jenazah korban ditemukan tak utuh dan terpisah ditempat berbeda di sekitar ledakan mobil.
Polisi hanya menemukan potongan kaki yang masih utuh dengan mengenakan sepatu yang belakangan diketahui ternyata itu adalah sepatu milik Dicky,Dita sendiri yang memastikan bahwa model,warna dan ukuran sepatu itu adalah sesuai dengan yang dimiliki suaminya.
Karena dia sendirilah yang membelikan sepatu tersebut sebagai hadiah dihari ulang tahun sang suami.
__ADS_1
BERSAMBUNG....