
"Apa pernikahan ini benar-benar harus di batalkan?"
Dicky mulai membuka percakapan saat di dalam mobil yang melaju menuju rumah Dita.
"Saya sudah jelaskan semuanya sama mas Rey."
Dicky menepikan mobilnya.
"Lalu."
"Mas Rey janji untuk tidak mengatakannya pada siapapun tentang masalah ini."
"Apa itu artinya....."
"Ya,pernikahan tidak perlu di batalkan."
"Benarkah?"
"Hmmm....."
"Apa yang sudah kamu lakukan pada Rey?"
Dita menoleh kearah Dicky dan menatapnya tajam.
"Apa maksud anda?!"
"Bagaimana caramu meyakinkan Rey."
"Daripada anda menanyakan hal yang tak begitu penting,lebih baik anda berterima kasih saja sama saya."
"Jadi kamu sudah berani ngelunjak ya sekarang!"
"Saya mau cepat pulang sekarang."
"Baiklah."
Dicky melajukan mobilnya,mengantarkan Dita pulang dengan selamat sampai rumahnya.
"Dit....makasihnya." Ucap Dicky saat Dita hendak turun dari dalam mobil.
"Setelah ini kalian sudah tidak boleh lagi bertemu!" Suara Rey lantang sambil berdiri bersandar di pintu mobil Dicky tepat sebelah Dicky duduk.
"Mas Rey? Tapi....."
__ADS_1
"Sampai dua hari kedepan."
"Ayo Dit,buruan masuk! calon pengantin tidak boleh berlama-lama kena angin." Rey berjalan masuk sambil merangkul bahu Dita.
"Kurang ajar kamu Rey!"
Dicky hanya bisa mengumpat sendiri di dalam mobilnya tanpa bisa melakukan apapun.
Setidaknya tante Dewi sudah melihat Dita pulang di antar oleh Dicky,sudah membuat suasana menjadi aman.
"Lho Rey,kok Dicky nggak turun?"
"Calon pengantin harusnya sudah tidak boleh bertemu kan tante,tapi mereka malah mencuri kesempatan untuk bertemu."
Sambilelanjutkan langkahnya menuntun Dita masuk kedalam rumah.
Sedangkan tante Dewi hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat tingkah mereka bertiga.
"Maaf tante,tadi Dicky pinjam Dita sebentar."
Dicky menghampiri tante Dewi yang sedang duduk di kursi teras.
"Sepertinya Rey benar Dik,bukankan dua hari lagi Dita sudah akan menjadi milikmu?"
Dicky mencium punggung tangan tante Dewi lalu pulang.
Malam menjelang acara pernikahan,beberapa kerabat dari pihak ayah Dita sudah menginap di rumah tante Dewi.
Karena Dita adalah seorang anak yatim piatu maka Dita memilih Om Rico,adik kandung tertua ayahnya sebagai wali nikahnya nanti.
Keluarga besar Dicky dan beberapa keluarga Dita sudah berkumpul di tempat acara,akad nikah akan segera di mulai namun baik Dicky maupun Dita belum juga nampak batang hidungnya.
Saat penghulu yang akan menikahkan mereka sudah datang namun para pengantin belum juga muncul,membuat Rey dan para tamu yang lain merasa cemas.
"Tiwi,tolong kamu lihat Dita di kamarnya apakah sudah siap,aku akan menghubungi Dicky."
"Baik lah."
Tiwi segera bergegas menuju kamar hotel tempat Dita di rias yang menyatu dengan gedung acara,sedangkan Rey berjalan keluar gedung dengan tergesa-gesa sambil terus berusaha menghubungi Dicky.
Setelah beberapa kali berusaha menghubungi Dicky,akhirnya Dicky menjawab telfon dari Rey.
"Iya Rey,ada apa?"
__ADS_1
"Ada apa lo bilang! elo yang dimana?ini sudah jam berapa,buruan kesini acara akan segera di mulai penghulu sudah datang."
"Baiklah.....aku segera kesana."
Dengan santainya Dicky berjalan menghampiri Rey,dan menepuk bahu Rey dari belakang membuat Rey terkejut.
"Elo ngapain dari sana?"
"Dari toilet.....ayo buruan."
Dicky nampak gagah dengan balutan jas setelan serba putih.
Saat berjalan menuju tempat acara akad langkah Dicky terhenti tatkala melihat Dita yang nampak sangat anggun dan ayu dengan Riasan khas pengantin,Dicky merasa Dita seperti orang asing karena Dita nampak benar-benar berubah seperti seorang putri.
Dengan balutan kebaya modern pilihan bu Ratih dan tante Dewi khusus untuk acara akad nikah.
"Ayo dik duduk,malah bengong"
"Eh....iya,grogi gue Rey." bisik Dicky pada Rey.
Akad nikah berjalan lancar,semua terlihat tersenyum bahagia.
Suasana berubah haru ketika Dita dan Dicky meminta do'a restu pada para orang tua dan wali mereka,karena Dita memang sudah tidak ada orang tua.
"Kalau saja mereka bisa melihat ini,pasti mereka akan sangat bahagia Dit." ucap tante Dewi seraya menciumi keponakannya yang kini sudah resmi menjadi milik orang lain,gadis kecilnya yang selama ini dia rawat dan dia jaga kini telah di miliki orang lain.
"Tolong jaga Dita ya Dik,tanggung jawab tante sekarang berpindah kekamu.Bahagiakanlah dia." pesan tante Dewi pada Dicky.
"Iya tante,akan Dicky ingat pesan tante."
Setelah selesai acara akad,di lanjutkan dengan acara pesta resepsi di mulai dari siang hari sampai sore,dan di lanjutkan lagi pada malam harinya.
Pesta pernikahan di gelar secara mewah banyak dari keluarga besar keduanya serta tamu undangan yang sebagian besar para pejabat serta klien Dicky.
Turut hadir pula para petinggi Prima Group,bos besar dimana tempat Dita bekerja turut hadir memberi selamat.
Usai acara pesta Dicky dan Dita tak langsung pulang,karena tentu saja seharian ini mereka sangat lelah menjadi raja dan ratu dalan sehari,menyambut para tamu undangan yang memberi selamat.
Mereka menginap di kamar hotel dimana
tempat Dita di rias dan bergantinpakaian,sementara seluruh keluarga sudah kembali ke habitat masing-masing.
Meski beberapa dari mereka yang berasal dari luar kota masih ada yang menginap di hotel atau di rumah saudaranya untuk sementara.
__ADS_1
Bersambung.....