Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
Bab 3


__ADS_3

Dicky keluar dari ruang perawatan Dita dengan rasa marah.


"Ada ya cewek macam itu Rey!"


"Nyatanya ada Dik."


"Hubungi keluarganya Rey dan antarkan dia pulang kalau sudah sembuh."


"Siap bos."


"Dan satu lagi jangan katakan apapun tentang gue pada tuh cewek,takutnya tuh cewek ngelunjak dan memanfaatkan situasi."


"Tuh cewek namanya Dita,Dicky...."


"Gue gak peduli siapa namanya,gue mau ngurus mama dulu."


Sementara Reyhan masih sibuk dengan Dita,menghubungi keluarga dan membantu memintakan izin di tempat kerjanya.


"Dit....kamu kenapa bisa begini nak." Teriak seorang Ibu-ibu memasuki ruangan tempat Dita di rawat.


"Dita nggak papa tante,maaf ya tante....Dita nggak kasih kabar membuat tante khawatir."


Tante Dewi segera memeluk tubuh keponakannya.


"Apanya yang masih sakit sayang?"


Tantenya Dita memang orangnya heboh dan panikan kalau terjadi apa-apa dengan keponakan kesayangannya.


Pasalnya tante Dewi adalah satu-satunya keluarga Dita,setelah kedua orang tuanya meninggal ketika Dita berusia tujuh tahun.


Tante Dewi lah yang selama ini merawatmya seperti anak sendiri,meski belun menikah dan belum memiliki anak sendiri namum tante Dewi sangat menyayangi Dita.


"Tante.....Dita udah baikan kok."


"Kamu.....? kamu yang nabrak ponakanku ya?!"


Tante dewi langsung menghakimi Reyhan yang kebetulan baru saja memasuki ruangan Dita di rawat.


"Tante....dia namanya Reyhan,yang nabrak aku tu bukan dia,tapi temennya."

__ADS_1


"Eh....maaf ya mas ya.....saya kira mas yang nabrak ponakan saya."


"Iya tante gak papa,saya juga yang harus minta maaf karena kami secara tidak sengaja sudah membuat Dita celaka."


"Oiya Dit,Motor kamu sudah di ganti dengan yang baru.Maaf ya,karena merk dan modelnya nggak sama."


"Kenapa harus repot-repot beli yang baru?emangnya motor aku sudah gak bisa di beneri ya mas?"


"Udah panggil Rey aja gak usah pake mas."


"Gak usah di pikirin soal urusan motor,yang penting kamu cepet sembuh aj."


Dita hanya bisa menganggukan kepala karena mulutnya sedang mengunyah makanan yang di suapi oleh tante Dewi.


"Kalau gitu saya pamit dulu ya tante,masih banyak kerjaaan."


" Eh,iya ati-ati ya dan terimakasih nak Reyhan."


Reyhan pun berlalu meninggalkan Dita dan tanre Dewi menuju ruang dimana bu Ratih di rawat.


"Gimana Rey,udah beres?"


"Tante,gimana keadaan tante hari ini?"


"Udah mendingan Rey."


"Tante cepet sembuh ya,jangan capek-capek dan jangan banyak pikiran biar cepet sehat."


"Mungkin tante bakalan cepet sehat kalau Dicky cepet nikah Rey."


"Hadeh.....salah kata lagi nih aku,mati lah aku...!bakalan panjang nih urusannya sama bos Dicky kalau gini urusannya." batin Reyhan.


Sedangkan Dicky matanya hanya melotot ke arah Reyhan dengan tatapan mengandung arti "Awas kamu Rey....!"


Sedangkan yang di tuju hanya tersenyum sambil menutupi mulutnya.


Reyhan dan Dicky memang sudah akrab sejak mereka SMP.


Reyhan bekerja di perusahaan Jaya Group sebagai asisten pribadi Dicky,karena dulu almarhum papanya Dicky pernah menyelamatkan Reyhan pada sebuah kecelakan membuat Reyhan mengabdikan seluruh hidupnya untuk bekerja pada Dicky.

__ADS_1


Tentu saja sebagai sahabat Dicky menempatkan Reyhan pada posisi aman yaitu menjadikan Reyhan asisten pribadinya.


"Apa kalian nggak pergi kerja hari ini?"


"Nggak ma,Dicky mau jagain mama aja disini. Urusan kantor udah di atur sama Rey."


Kata Dicky sambil melirik Rey yang sedang sibuk dengan laptopnya.


Saat hape Reyhan berdering segera di angkatnya dan berjalan keluar ruangan.


"Siapa Rey?" Tanya Dicky saat Rey kembali masuk.


"Orang kantor,katanya ada sedikit masalah dengan kontrak yang kemaren kita tandatangani."


"Udah kalian atasi saja dulu masalah kantor,mama udah baikan kok."


" Tapi mah,nanti siapa yanh jagain mamah disini?"


"Hmm.......kalau saja ada menantu mamah,pasti kamu gak perlu khawatir Dik!"


"Dicky suruh bik Mar kesini ya,biar bisa jagain mamah?"


"Terserah kamu sajalah....mamah mau istirahat."


Setelah menghubungi bik Mar,Dicky dan Reyhan bergegas pergi menuju kantor.


Karena merasa bosan hanya tiduran saja di kamar,bu Ratih memutuskan untuk keluar ruangan hendak berjalan-jalan menghirup udara segar.


Sesampainya di sebuah taman kecil di area rumah sakit bu Ratih bertemu dengan seseorang yang di rasa tak asing baginya.


Sebenarnya mereka dulu pernah di pertemukan ketika berbelanja ke sebuah swalayan, tanpa sengaja Dita menginjak sebuah dompet yang terjatuh lalu mengembalikannya pada pelayan swalayan tersebut siapa tau ada yang mencari.


Saat bu Ratih hendak membayar barulah tersadar bahwa dompetnya tidak ada,kemudian menanyakannya pada pelayan disana yang kebetulan membawa dompet bu Ratih.


Pelayan swalayan tersebut menjelaskan semuanya,dan saat bu Ratih hendak meninggalkan pelayan tersebut sang pelayan kembali memanggil bu Ratih.


"Bu....maaf bu,nona yang mengembalikan dompet ibu sepertinya nona yang itu."


Sambil menunjuk Dita yang sedang sibuk memilih belanjaan.Disanalah kisah perkenalan mereka.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2