Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
Bab 7


__ADS_3

Setelah kepulangan Bu Ratih,bi Mar dan Dicky.


Keluarlah Dita dan tantenya dari ruang pemeriksaan.


"Udah Dit?gimana kata dokter hasil pemeriksaannya?"


"Udah oke semua kok mas.Ini tinggal nunggu obat."


"Lho katanya udag oke semua kok masih di kasih obat Dit?"


"Dokter bilang cuma vitamin aja kok mas."


Setelah Dita mendapatkan obatnya,Rey segera mengantarkan Dita pulang karena memang harus kembali lagi ke kantor.


Sesampainya dirumah Dita segera membuka hapenya,sudah banyak chat disana termasuk dari bu Tiwi atasanya.


*Bu Tiwi


-Dita


-Gimana kabarnya?


-Sudah baikan belum?


-Kapan nih bisa berangkat kerja lagi?


*Dita


-Ya bu Tiwi


-Ini sudah enakan kok,dokter bilang -semuanya sudag OK


-Rencana besok pagi udah mulai berangkat kerja,lagian izin saya juga sudah habis


Tak lama setelah Dita membalas chat salah satu dari beberapa orang yang chatnya sudah menumpuk,termasuk dari Bram.


Ya Bram adalah teman sekantor Dita yang tak pernah henti-hentinya mengejar Dita,namun Dita selalu menolaknya dengan alasan takut mempengaruhi profesional kerjanya jika pacaran dengan cowok sekantor.


"Dit,kamu yakin besok mau berangkat kerja?"


Tanya tante Dewi.


"Ya tante,bosen juga dirumah terus nggak ngapa-ngapain."


"Bilang aja kamu dah kangen sama si Bram."


Tante Dewi tertawa menggoda Dita.


"Apaan sih tante! aku sama Bram gak ada apa-apa kan aku dah bilang berkali-kali."

__ADS_1


Obrolan mereka terhenti ketika ada panggilan masuk di hape Dita.


**Mas Rey....


memanggil**


"Halo mas....."


"Halo Dit,kapan kamu mulai berangkat kerja lagi?"


"Rencananya besok mas,kenapa?"


"Besok aku jemput ya Dit."


"Gak usah mas,nanti malah ngrepotin."


"Udah gpp,besok kalau sudah siap chat atau telfn aku ya."


"Gak usah mas,kan aku dah ada motor baru juga ngapain pake di jemput segala?"


"Udah gpp."


"Tapi...."


Tut,tut,tut. Panggilan terputus.


"Apa-apaan sih ni orang seenaknya sendiri." Gumam Dita,sambil meletakkan hapenya di meja depannya.


"Mas Rey tante,seenaknya aja besok mau ngajakin berangkat kerja bareng.Kalau besok temen-temen kantor pada nanyain harus jawab apa coba?"


"Jawab aj,pacar kamu.Biar sekalian aja si Bram mundur dengan teratur."


"Hmmmmm....."


Dita menunjuk keningnya sendiri tampak sedang berfikir keras ala detective.


"Bener juga ya tante....tapi kalo nanti ketauan bohong kan aku malu....!"


"Hahahaa.....!"


Tante Dewi hanya menertawakan kepolosan dan keluguan ponakannya.


Pagi harinya Dita sudah bersiap-siap berangkat ke kantor seperti biasa.


Saat sedang menyantap sarapan paginya bersama tante Dewi,suara ring tone hapenya bernyayi.


"Halo mas Rey.....,aku belum siap baru sarapan."


"Oke aku tungguin di luar ya."

__ADS_1


"HAH...! DILUAR!"


Dita beranjak dari duduknya dan bergegas menuju teras depan rumah,dan......Reyhan sudah tampak rapi duduk dengan santai di kursi teras.


"Lanjutin aja sarapannya,aku tungguin disini aja. Jangan di paksa masuk lho ya! nanti aku nggak enak nolaknya.... hehehe"


"Ayo masuk mas,sekalian sarapan bareng."


"Apa boleh buat kalau kamu maksa."


Rey berjalan mengikuti di belakang Dita sambil cengengesan.


"Pagi tante cantik....."


"Tante Dewi mas,bukan tante cantik!"


"Oke ralat,pagi tante Dewi yang cantik....."


Tante Dewi hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Rey.


"Mas Rey emang dari dulu kayak gitu ya?"


"Kenapa Dit? maksud kamu ganteng?"


"Idih... PEDE! Maksud aku emang dari dulu udah genit gitu?sampe tante-tante juga di godain?"


"Hehehe.....kamu cemburu?"


"Hemhhh..... GE-ER...!!!"


"Apa kamu mau aku panggil cantik juga? atau aku panggil sayang?"


Rey tertawa senggoda Dita sambil nyomot sarapan Dita yang sudah di cendok.


"Ayo sayang,kita bersngkat keburu siang nanti."Ucap Rey sambil merangkul bahu Dita.


"Apaan sih mas pegang-pegang."


"Tante mau bareng sekalian ke toko? Rey anter tante sekalian ya."


"Nggak usah Rey,nanti ngrepotin."


"Nggak kok tante,kan kita searah."


"Udah sana.....kalian berangkat dulu,nanti telat."


"Oke tante kami berangkat duluan ya....tante ati-ati." Dita berpamitan tak lupa mencium punggung tangan tantenya,di susul oleh Rey yang juga ikut pamit dan mencium punggung tangan tante Dewi.


"Harusnya kamu yang ati-ati Dit,semobil sama biaya. hahahahaha...." goda tante Dewi.

__ADS_1


"Tante....." ucap Rey merengek sok manja sambil menoleh kearah tante Dewi tanpa menghentikan langkahnya di belakang Dita.


Bersambung.....


__ADS_2