Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
BAB 80


__ADS_3

Dita dan Rey semakin intens bertemu meski hanya untuk urusan pekerjaan. Dita memang belum sepenuhnya resmi menjadi pemimpin Wijaya Group,namun segala urusan tetaplah membutuhkan persetujuan Dita dan juga bu Ratih sebagai pemilik sah Wijaya Group saat ini.


Sebenarnya Rey sudah beberapa kali menyarankan Dita untuk mulai belajar kekantor secara langsung,namun Dita masih saja terus menolak dengan alasan belum siap.


Rey hampir setiap hari datang kekediaman bu Ratih,membuatnya mau tak mau harus sering berinteraksi dengan kedua buah hati Dicky yang selalu membuatnya teringat Dicky saat berada di dekat mereka.


Wajah Bulan sangat mirip dengan papanya,sedangkan Bintang mirip mamanya.


Semakin mereka beranjak besar semakin pintar saja mereka dan ada saja tingkah mereka yang membuat siapapun yang melihatnya akan merasa gemas.


Weekend ini Dita berencana mengajak kedua buah hatinya untuk berjalan-jalan ke mall yang paling dekat dekan rumah mereka sekarang.


Tentunya dengan ditemani oleh bu Ratih dan tante dewi tentunya,kebetulan sudah lama Dita tidak jalan-jalan untuk menyenangkan kedua buah hatinya.


Dita langsung membawa kedua bocah kecilnya menuju pusat permainan di mall tersebut untuk memuaskan hasrat bermain sikembar.


Segala permainan mereka jajal tanpa terkecuali,sedangkan Dita sembari menunggu Bulan dan Bintang bermain dengan ditemani oleh masing-masing pengasuh mereka. Dita memasuki sebuah distro pakaian anak-anak,dan juga memasuki toko mainan anak-anak untuk membeli beberapa barang untuk sikembar.

__ADS_1


Dita dengan di temani tante Dewi telah selesai berbelanja sedangkan bu Ratih yang sedari tadi ikut menemani kedua cucunya bermain masih terlihat duduk di sebuah kursi plastik yang ada di dekat mesin permainan motor trail.


Bu Ratih nampak dari kejauhan sedang bercakap-cakap dengan seorang laki-laki yang hanya tampak punggungnya saja.


"Lho sudah selesai belanjanya?"


Tanya bu Sarah sambil tersenyum memandang kearah Dita lalu beralih pada Rey yang ada di samping mereka.


" Rey,Dita....mama ke toilet sebentar ya. " bu Ratih meminta izin pada Rey dan juga Dita yang sedang duduk berdua sambil mengawasi sikembar yang sedang main ditemani pengasuh mereka masing-masing.


" Perlu saya temani bu Ratih? " tante Dewi menawarkan diri.


Mama pinjem tante Dewi untuk nemenin mama ketoilet sebentar boleh ya Dit?! " tanyanya pada sang menantu.


Bu Ratih beralasan pergi ke toilet dan tante Dewi bergegas mengekor dari belakang untuk menemaninya.


" Mereka kompak sekali ya? Hehehe" ujar Reyhan sambil menggeser kursi plastik yang didudukinya untuk mendekat kearah Dita.

__ADS_1


" Iya " hanya itu kata yang terucap dari bibir Dita tanpa menoleh kearah Reyhan.


"Dit,ada hal penting yang mau aku omongin ke kamu."


"Hal penting apa?"


Dita menoleh,nampak serius mendengarkan ucapan Reyhan yang kini duduk bersebelahan dengannya dalam jarak yang cukup dekat.


Reyhan nampak sedikit gugup,namun tetap berusaha tenang agar apa yang sudah ia rancang dari rumah dan kata-kata yang sudah dia hafalka sejak dari rumah tidak berantakan hanya karena gugup.


"Rey? Kamu mau bicarakan hal penting apa?"


Tanya Dita lagi karena merasa Rey bersikap sedikit aneh hari ini.


"Ng....sebenarnya aku pengen kita ngomong hanya berdua saja, dan juga kalo bisa jangan disini."


"Maksudnya?"

__ADS_1


Dita nampak bingung dengan perkataan Rey yang terdengar agak berbelit-belit.


BERSAMBUNG...


__ADS_2