
Setelah pertemuan mereka malam itu di restoran guna membahas masalah perjanjian kontrak pernikahan,Dita masih melanjutkan aktifitasnya seperti biasa berangkat dan pulang dari kantor di antar jemput oleh Rin.
Bahkan teman-teman sekantor Dita sampai heran karena Dita sampai memiliki pengawal pribadi seperti itu.
Sore itu Dicky menghubungi Dita melalui pesan singkat di hapenya bahwa sepulangnya dari kantor nanti Dicky ingin mengajaknya bertemu dengan mamanya.
Dicky ingin memperkenalkan Dita pada mamanya.
Akhirnya Dita pulang terlebih dahulu kerumahnya bersama Dicky untuk bersiap-siap dan berganti baju terlebih dahulu.
Saat di rumah Dita,Dicky sedikit berbincang dengan tante Dewi dan memberanikan diri membicarakan niatnya untuk segera menikahi Dita dalam waktu dekat ini.
Tante Dewi merasa terkejut,karena mereka seprtinya belum lama dekat lalu tiba-tiba memutuskan untuk segera menikah.
Padahal sedikitpun Dita tak pernah membicarakan perihal hubungannya dengan Dicky.
"Apa Dicky sudah yakin dan benar-benar mantab akan segera menikahi Dita?apa tidak terlalu terburu-buru?"
"Bukankah niatan baik itu harus di segerakan dan tidak boleh di tunda tante?"
" hmmmmm benar juga sih.Lalu apakah orangtuamu sudah pasti merestui kamu menikah dengan Dita?"
"Untuk itu tante,malam ini saya akan memperkenalkan Dita pada mama saya.Semoga saja mama saya bisa menerima Dita sebagai calon istri saya."
"Ya.....kalau saya pribadi,selama Dita bahagia tante tentu akan merestuinya."
"Terimakasih tante,saya janji akan menjaga dan melindungi Dita."
Secara spontan Dicky mengatakannya,entah kata-katanya tumbuh dari dalam hati atau hanya sandiwara demi memperlancar aksinya untuk mendapatkan restu dari tantenya Dita.
Tak lama kemudian,Dita sudah siap dengan dandanan sederhana namun terlihat cantik dengan balutan Dres selutut berwarna salem.
Mereka segera menuju rumah Dicky setelah sebelumnya Dicky sudah menghubungi mamanya untuk menyiapakan makan malam karena Dicky akan memperkenalkan calon istrinya.
__ADS_1
Tak lupa juga Dicky mengundang Rey untuk makan malam bersama,serta memperkenalkan calon istrinya.
Saat Dicky dan Dita sampai di halaman rumah,Dita merasa berada di tempat yang sudah tidak asing lagi baginya karena baru saja beberapa hari yang lalu dia secara tidak sengaja bertemu tante Ratih disini sebagai pengantar kue pesanan dari toko kue tantenya.
Lalu hari ini dia kembali ke rumah ini untuj di perkenalkan sebagai calon menantu?
"Jadi.....anda ini siapanya tante Ratih sebenarnya?"
"Apa kamu kenal mama?"
"Mama?! jadi mas Dicky ini anaknya tante Ratih?!"
"Iya,kalian sudah saling kenal?"
"Iya,dan beberapa hari yang lalu saya baru saja dari sini mengantar kue pesanan tante Ratih."
"Benarkah?"
"He'em,betapa sempitnya dunia ini."
"Lalu?"
"Panggil aku mas aja gak usah pakai anda,jangan terlalu formal.Ingat di depan mamaku kita harus terlihat seperti calon suami istri sungguhan yang terlihat normal dan bahagia."
"Hmmmmm,baiklah."
"Ayo."
Dicky mengulurkan tangannya untuk menggandeng tangan Dita,dengan ragu Dita menyambutnya.
Mereka memasuki rumah bersama dengan keadaan tangan saling bergandengan.
Awalnya bu Ratih merasa enggan menemui calon istri Dicky,karena kecewa tidak bisa menjodohkan Dicky dengan Dita dan hari ini malah Dicky sudah terlebih dulu membawa calon istrinya untuk di perkenalkan.
__ADS_1
Bu Ratih merasa kalah langkah dari Dicky,namun bu Ratih sangat terkejut karena ternyata yang datang bersama Dicky untuk diperkenalkan sebagai calon istrinya adalah Dita.
Ya....Dita yang bu Ratih kenal,perempuan yang sudah dia pilih untuk jadi calon istrinya Dicky justru malah sudah datang dan Dicky yang membawanya.
"Dita?!"
"Iya,malam tante....."
Dita bersalaman dan mencium punggung tangan bu Ratih,begitu juga Dicky.
"Jadi......calon istrinya Dicky itu kamu?"
"Awalnya saya juga tidak tau kalau tante ternyata adalah mamanya mas Dicky."
"Kenapa bisa kebetulan seperti ini?sini.....sini sayangku."
Bu Ratih segera menggandeng Dita menuju meja makan,mereka menuju meja makan bersama.
"Rey belum dateng ma?"
"Belum,kita tunggu saja sebentar."
Sambil menunggu Rey datang bu Ratih asyik mengobrol dengan Dita,namun Dita merasa sedikit canggung karena ada Dicky disana.
"Sayang,kamu ngobrol sama mama dulu ya,aku madi dulu sebentar.Sepertinya Rey masih lama."
Deg...
"Sayang...?!" batin Dita yang merasa malu dan canggung dengan nama panggilan barunya dari Dicky.
"I...iya mas."
"Ya ampun.....kalian keliatan manis sekali." bu Ratih yang merasa sangat girang karena spertinya Dicky terlihat sangat menyayangi Dita.
__ADS_1
Bersambung......