Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
Bab30


__ADS_3

Dita sedang duduk di kursi ruang makan meminum teh hangat yang di buatnya saat Dicky berada di kamar mandi.


"Diminum dulu teh nya mas."


"Kamu yang membuatnya Dit?"


"Iya."


"Dit....soal yang barusan,aku benar-benar minta maaf."


Dita hanya terdiam,merasa bingung dan takut dengan sikap Dicky padanya yang seringkali memperlakukan dirinya seenaknya.


"Bukankah dalam surat perjanjian sudah sepakat tidak akan ada kontak fisik?pernikahan ini hanya pura-pura kan?"


"Iya Dit maaf aku khilaf,aku bertindak diluar kendali."


Dita hanya bisa menarik nafas panjang.


"Baiklah asal tidak akan ada lagi kejadian serupa di kemudian hari,atau perjanjian kita batal."


"Tidak semudah itu karena ada denda yang harus di bayar bagi salah satu pihak yang membatalkan perjanjian sebelum habis waktunya"


"Apa?! mana ada?"


"Ada,bukankah aku sudah menyuruhmu membaca semuanya dengan teliti?"


"Benarkah?Anda tidak sedang mempermainkan saya kan?!"


"Coba ingat-ingat ada berapa lembar surat perjanjian yang kamu tanda tangani,dan hanya berapa lembar yang kamu baca?"


Dita hanya terdiam mengingat kembali masa itu,benar ada berlembar-lembar surat perjanjian yang ia tanda tangani namun hanya beberapa lembar saja yang sempat ia baca.Hampir tersisa sebagian dari beberapa surat yang belum selesai ia baca,namun sudah buru-buru ia tanda tangani.


"Dasar gadis bodoh.....!"


Dicky berjalan menuju pintu keluar dengan santainya,sedangkan Dita masih duduk mematung meratapi nasibnya.


"Ayo kita pulang,atau kamu mau tidur disini sama aku malam ini?

__ADS_1


DITA....!"


"Iya....iya.....!" Dengan kesal Dita berjalan mengikuti Dicky dan masuk ke dalam mobil.


"Boleh saya minta salinan surat perjanjian itu?!"


"Buat apa?!"


"Untuk di pelajari dirumah,supaya tau apa saja isinya karena dulu saya tidak sempat membacanya semua."


"Baiklah pelajari saja biar kamu sedikit pintar."


"Seenaknya saja mengataiku bodoh!"


"Memang kamu bodoh!"


Dicky hanya tersenyum sinis saat melihat Dita kesal.


"Apa!kamu berani marah padaku hah!"


"Tidak."


"Hey gadis bodoh,tunggu."


"Ada apa lagi yang mulia tuan Dicky yang terhormat?!"


"Kita masuk sama-sama."


"Untuk apa?belum puas mengataiku bodoh!"


"Ih....bawel!!! aku mau mampir sebentar supaya tante kamu tidak curiga dengan hubungan kita."


"Terserah!"


"Sudah berani ya kamu sekarang?! Ingatlah dendanya."


Dita sejenak menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Jadi sekarang anda akan selalu menggunakan surat perjanjian itu untuk mengancam saya?!"


"Tentu saja,itu adalah salah satu senjata untuk membuatku patuh padaku!"


Dita hanya berjalan melangkah memasuki rumah dengan kesal.


"Sudah pada pulang,habis pada dari mana?"


tanya tante Dewi saat Dita dan Dicky memasuki ruang tamu.


"Habis liat rumah dan apartemen tante,Mama nyuruh kami melihat-lihat supaya Dita bisa memilih akan tinggal dimana setelah kami menikah nanti."


"O.....jadi setelah menikah nanti kalian akan tinggal mandiri?"


"Iya tante,mama bilang agar tak ada yang saling iri antara mama ataupun tante."


"Ahahahahaha.....mama kamu itu ada-ada saja Dik."


"Oiya kalian sudah pada makan belum?"


"Sudah tante,tadi sempat mampir dulu makan."


"Maaf ya Dik,kalo Dita itu kadang anaknya suka manja."


"I ....iya tante."


Karena malam semakin larut Dicky memutuskan berpamitan pulang,Dita mengantarkannya sampai ke halaman depan supaya mereka terlihat benar-benar seperti pasangan normal.


Hari pernikahan semakin dekat,semua keperluan acara sudah hampir siap 80%.


Bu Ratih menyarankan supaya Dita Resign saja dari pekerjaannya,namun Dita menolak secara halus dengan alasan takut bosan jika hanya sendiri dirumah terus-terusan.


Hari pernikahan semakin dekat,Dita semakin berhati-hati dalam bersikap.


Karena ternyata setelah Dita membaca semua isi surat perjanjiannya jika salah satu diantara mereka membatalkan perjanjian secara sepihak maka akan di kenakan denda sebesar 500juta rupiah.


Mungkin Dicky sengaja membuat nominalnya sebesar itu karena sudah tau pasti Dita tak akan mampu membayarnya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2