Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
BAB 64


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang pikiran Rey masih penuh dengan cerita kisah cinta masa muda om Pras,sampai lamunannya di buyarkar oleh dering panggilan masuk dihapenya.


"Tiwi?"


Segera Reyhan menyentuh layar pada hapenya lalu menempelkan wireless earphone bluetooth ketelinganya.


"Halo......."


Reyhan segera memarkirkan mobil dihalaman rumahnya lalu berjalan cepat menuju rumah,seorang wanita paruh baya berkacamata seusia bu Ratih sedang duduk sofa ruang tengah sambil melihat tivi.


Reyhan mendekat lalu mencium punggung tangan mamanya.


"Mama sudah makan?"


Tanya Rey sambil merebahkan tubuhnya di dekat sang mama laku menyenderkan kepalanya di pangkuan sang mama.


"Dasar anak manja,mandi dulu sana."


"Siap mam,oiya nanti si Tiwi mau dateng kesini."


"Lho,kok kamu baru bilang sekarang sih! kalo kamu bilang dari tadi kan mama bisa siapin makan buat makan malam bersama."


"Tenang saja mam,Tiwi justru mau dateng kesini bawa makanan buat kita semua makan malam bersama."


"Aduh kamu ini kok malah merepotkan Tiwi,dia kan tamu."


"Orang dia sendiri yang mau kok mam."


"Rey,apa kalian nggak ada rencana buat melanjutkan hubungan kejenjang yang lebih serius?"

__ADS_1


"Emangnya kenapa sih ma?aku sama Tiwi emangnya nggak kelihatan kayak serius ma?"


"Emangnya kamu nggak mau segera nyusul Dicky?"


Rey menepuk jidatnya pelan,lalu berpura-pura memejamkan matanya masih dalam pangkuan mamanya.


"Adhuh,mama kenapa jadi kayak tante Ratih sih sekarang?"


"Rey,usia kamu itu semakin dewasa.Dicky saja udah punya dua anak lho,masak kamu nikah saja belum."


"Ma.......Rey mandi dulunya."


Reyhan mencium pipi mamanya guna merayu supaya tak mendapat omelan memanjang dan melebar kemana-mana soal pernikahan,lalu lari secepat kilat menghindari mamanya kabur menuju kamarnya.


Reyhan malepaa seluruh pakaiannya lalu mengguyur seluruh tubuhnya dengan hangatnya air yang mengalir dari shower,mohon maaf author bukannya mengintip Reyhan yang lagi mandi tapi hanya sekedar beehalusinasi saja membayangkan Reyhan lagi mandi lalu author tulis biar semua pada meng-halu bersama-sama 😁.


Namun tak ditemukannya sang mama di Sofa deoan tivi ditempat terakhir kali dia meninggalkan mamanya.


Reyhan mencari sang mama ke dapur,ternyata disana sudah ada Tiwi bersama sang mama kesayangan Reyhan sedang bersama-sama menyiapkan makan malam.


"Lho,kamu udah dateng aja."


"Iya,kan tadi aku bilang sudah mau jalan kesini "


Jawab Tiwi sambil sibuk menata makanan di meja makan untuk segera dihidangkan.


"Masakan Tiwi kayaknya enak-enak nih,kamu pinter banget masak nak.Udah cantik,baik,pengertian pinter masak pula."


"Ah tante,berlebihan sekali deh mujinya.Nanti aku terbang lho."

__ADS_1


Serentak mereka tertawa bersama sambil bersiap menyantap hidangan yang sudah tersaji dimeja makan.


Tiwi hendak menyendokka nasi kepiring tante Dian mamanya Rey,namun beliau bilang


"Ambilkan untuk Rey saja dulu."


"Nggak papa tante saja dulu,nanti Rey setelah tante."


Jawab Tiwi sambil tersenyum.


"Kamu nggak papa kan Rey,aku ambilkan untuk tante dulu?"


"Ya nggak papa lah."


"Nanti kalau kalian sudah menikah,ambilkan saja dulu untuk suamimu ini."


"Uhuk."


Reyhan terbatuk karena kaget saat meminum air putih di gelas dalam genggaman tangannya.


Sedangkan Tiwi hanya menoleh memandang kearah wajah Reyhan,ingin tau bagaimana ekspresinya.


Selama ini Tiwi merasa selama ini seperti sedang digantung oleh Reyhan dengan hubungan mereka yang tidak jelas statusnya.


Di tembak nggak.Tapi hampir setiap hari jalan bareng,makan bareng,nonton,bahkan sudah saling memperkenalkan ke keluarga satu sama lain hanya sebagai teman belaka.


Namun anehnya di dalam hubungan yang tak jelas statusnya ini mereka mampu menjaga hati satu sama lain dengan sama-sama tidak jalan dengan lawan jenis.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2