Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
Bab 31


__ADS_3

Hari pernikahan tinggal dua hari lagi,semuanya sudah di persiapkan.


Dicky sudah mulai mengambil cuti,begitu juga dengan Dita.


Semua urusan kantor sudah Dicky pasrahkan pada Rey untuk sementara waktu selama Dicky cuti.


Selama itu pula Dicky menempati ruang kerja yang selama ini Dicky tempati.


Saat sedang membuka beberapa file yang tertumpuk di meja kerja,Rey tanpa sengaja membuka file yang isinya ternyata surat perjanjian kontar pernikahan antara Dita dan Dicky.


"Dik elo dimana sekarang?ada hal penting yang harus kita bicarakan.Kita ketemu ditempat biasa sekarang."


Suara Rey nampak serius ketika berbicara dengan Dicky via telfon.


Setelah itu Rey menghubungi Dita dan mengajaknya bertemu di tempat yang sudah di tentukan oleh Rey.


Saat tiba di parkiran sebuah retoran Dita bertemu Dicky disana.


"Kamu ngapain disini?"


"Mas Rey minta ketemu."


"Ingat apapun yang terjadi jangan pernah buka suara soal perjanjian kita,mungkin saja Rey sedang memancing kita."


"Hmmmm...."


Saat Dita dan Dicky datang bersama dengan tenang mereka bergandengan tangan seolah tak ada apapun,tanpa mereka tau bahwa Rey sudah mengetahui semua rencana mereka.


"Ada apa Rey?apa ada masalah di kantor?"


Rey segera melemparkan file berisikan surat perjanjian itu kedepan mereka berdua.


"Apa ini?! bisakah kalian jelaskan! Teganya kalian berdua menipu semua orang terutama elo Dik tega-teganya menipu nyokap lo sendiri." Nada bicara Rey sudah mulai meninggi.


"Rey.....ini semua demi kebahagiaan mama."


"Juga demi kebahagiaan lo supaya elo bisa tenang dengan membohonginya?!" Rey semakin menekan kata-katanya.


"Dengerin dulu Rey....!"


"Gue udah anggep nyokap lo seperti nyokap gue sendiri Dik,gue merasa nggak terima elo tega membohonginya."


Rey hanya bisa menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Dan elo tega mengorbankan masadepan orang yang tak tau apa-apa hanya demi keegoisan elo." Rey berdiri sambil menunjuk ke arah Dita.


"Lalu elo maunya apa?!"


"Lepasin Dita,dan carilah perempuan lain.Dia terlalu baik kalo cuma akan lo buang dikemudian hari."


Rey menggandeng tangan Dita dan hendak membawanya pergi.


"Apa lo pengen liat nyokap gue sakit Rey?atau lo sengaja mau ngebunuh nyokap gue dengan membatalkan pernikahan ini?!"


Dicky malah balik mengancam membuat Rey menghentikan langkahnya,lalu kembali menggandeng tangan Dita membawanya menuju mobil Rey.


"Dit,jujur aku masih sangat menyayangi kamu.Aku rela kamu menikah dengan siapapun asalkan kamu bahagia,tapi bukan pernikahan seperti ini."


"Mas Rey,terimakasih karena sudah sangat menyayangiku dan begitu menghawatirkanku.Tapi mas Dicky benar,semua ini kami lakukan demi tante Ratih mas."


Dita mengucapkannya dengan berlinang air mata.


"Tapi Dit...."


"Mas,awalnya aku juga terpaksa karena ancaman mas Dicky dengan denda 500juta jika aku berani membatalkan perjanjian ini."


"Kurang ajar Dicky!" Dita menahan tangan Rey saat Rey hendak keluar dari mobil dengan ekspresi marah.


"Baiklah....lanjutkan."


Dita menjelaskan semua yang terjadi padanya tentang hubungannya dengan Dicky dan juga bu Ratih.


Karena meski Dicky tidak mengenalnya sekalipun,bu Ratih sudah punya niatan akan menjodohkan Dita dengan Dicky.


Bu Ratih juga menceritakan semua tentang surat perjanjian antara Dicky dan mamanya,apabila Dicky tidak bisa memperkenalkan calon istrinya dalam satu bulan maka Dicky harus menerima siapapun perempuan yang akan di pilihkan bu Ratih untuk Dicky dan pilihan bu Ratih sudah sudah di tetapkan pada Dita.


Mendengar penjelasan Dita,Rey semakin bingung begitu juga dengan Dita.


Mereka merasa Dita sudah terjebak dalam perangkap yang tak sengaja di buat oleh Dicky dan bu Ratih.


"Tapi selama ini Dicky memperlakukanmu dengan baik kan Dit?"


Dita hanya bisa mengangguk pelan.


"Karena selama ini Dicky tak pernah bisa bersikap baik dengan perempuan manapun."


"Benarkah?!"

__ADS_1


Dita merasa terkejut mendengar cerita Rey.


Karena Dicky memang tak pernah bisa di dekati perempuan manapun,bahkan ketika dia di jodohkan dengan anak dari sahabat mamanya dia tak segan-segan meninggalkan anak gadis orang di mall sampe larut malam dengan alasan ke toilet,ada juga yang di tinggal pulang padahal sedang nonton dan film baru saja mulai di putar.


Dita sampai tertawa saat mendengar cerita Rey tentang hal aneh yang di lakukan Dicky untuk menghindari kencan buta yang di atur oleh mamanya.


Tawa Dita terhenti saat Rey memandangi wajah Dita tanpa henti saat tertawa.


"Ada apa sih mas liatin aku sampai kayak gitu?"


"Kamu itu perempuan yang sangat baik Dit,jika saja waktu itu kamu menerima cintaku mungki acara yang akan di laksanakan dua hari kedepan adalah pesta pernikahan kita."


"Mas......semua ini sudah takdir,kita tak bisa melawannya."


"Lalu apa bedanya jika kamu dulu menolakku karena tidak mencintaiku,dan sekarang kamu akan menikah dengan Dicky meski kamu juga tidak mencintainya?"


"Mas......sekali lagi aku katakan,pernikahan ini hanya untuk membahagiakan tante Ratih,aku mohon mas biarkan ini semua berjalan sesuai rencana."


"Dit.....jika lima tahun kedepan Dicky benar-benar menceraikan kamu,mau kah kamu menikah denganku nanti?"


"Lalu bagaimana dengan Tiwi mas?apa mas juga tega menyakiti hati dan perasaannya?aku nggak sanggup kalo harus menghianatinya mas."


Rey hanya bisa terdiam,menyumpahindirinya sendiri.


Memang awalnya dia memacari Tiwi hanya untuk pelampiasan saja supaya bisa move on dari Dita secara perlahan,namun justru membuat Tiwi benar-benar menar mencintainya.


Bahkan Tiwi rela memberikan segalanya untuk Rey,termasuk kesuciannya meski mereka belum menikah.


"Baiklah Dit,tapi berjanjilah jika Dicky melakukan sesutu yang buruk padamu katakanlah padaku."


"Baiklah,tolong jaga rahasia ini dari siapapun.Jangan sampai ada seorangpun yang tau kecuali kita bertiga mas."


"Baiklah,aku antar kamu pulang ya."


"Nggak usah mas,aku takut mereka berprasangka buruk pada kita."


"Lalu kamu mau pulang naik taksi?"


"Sepertinya begitu."


"Biar aku hubungi Dicky,untuk mengantarkanmu pulang."


Akhirnya Dicky yang sudah lebih dulu meninggalkan parkiran restoran harus putar arah kembali ke restoran untuk menjemput Dita yanh sedari tadi masih berada di parkiran bersama Rey di dalam mobil.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2