
Saat melihat Dita duduk di kursi ruang tamunya,bu Ratih langsung memeluk Dita tanpa tanpa basa basi.
"Hey.....sayangku.....nggak nyasar kan tadi kesini?"
"Tante...?e.....enggak kok tante."
"Eh,ini.....kue?kok kamu tau kalo tante suka sama kue dari toko Dewiq?"
"Emmm......Jadi gini tante,sebenarnya kedatangan saya kesini untuk mengantar kue pesanan ibu Ratih purwatih,nggak taunya ternyata tante?"
"Tante kira tadi kamu memang sengaja datang kesini karena undangan tante Dit."
"Rencananya tadi habis nganterin kue dari toko tante Dewi saya mau langsung mampir kerumah tante,eh nggak taunya saya malah kerumah tante Ratih nganterin pesanan dari toko kue tante saya."
Mereka pun berbincang-bincang dan bergurau sampai lupa waktu.
Obrolan mereka selalu saja nyambung seolah tak pernah kehabisan tema.
Mulai dari cerita bu Ratih soal masa kecil Dicky yang selalu saja bisa membuat mereka tertawa,bahkan juga bu Ratih menanyakan soal masa kecil Dita.
Sesekali bu Ratih tampak memeluk Dita karena merasa terharu mendengar cerita mada kecil Dita.
Tak terasa waktu menunjukan hampir pukul 9 malam.
Dengan berat hati bu Ratih harus merelakan Dita saat berpamitan pulang.
Dita pun pulang di antar bu Ratih sampai depan pintu keluar.
Saat melajukan motornya keluar gerbang,Dita berpapasan dengan mobil mewah berwarna hitam.
Di dalam mobil tersebut ternyata Dicky bersama dengan Rey,yang ternyata mengenali motor Dita.
__ADS_1
Rey membuka kaca pintu mobil untuk memastikan bahwa itu memang benar-benar Dita,namun motor beserta penumpangnya sudah berlalu pergi dari pandangan matanya.
"Kamu kenal Rey?"
Tanya Dicky yang juga penasaran,karena Rey memandangi dengan sebegitu seriusnya.
"Itu kayaknya Dita Dik."
"Dita,cewek elo itu?"
"Hmmmm......gue di tolak Dik sama dia."
"APA! hahahhahahahahaha......ada ya akhirnya cewek yang nggak mempan sama gombalan elu Rey."
"Sialan lu Dik,padahal gue mau serius sama tuh cewek.kayaknya dia anak baik."
"Tapi sayangnya dia nggak mau sama elu Rey.....kasian,kasian.hahahaha...."
"Pada habis darimana? kalian sudah pada makan belum?"
"Tante,kami sudah makan kok tante.Gimana kabarnya tante sehat?"
Sapa Rey sambil bersalaman dan mencium punggung tangan bu Ratih.
"Iya ma,kami sudah makan tadi di luar."
"Dicky pun tak mau kalah juga mencium punggung tangan mamanya."
"Yaudah kalo gitu mama,masuk kamar dulu ya Dik,Rey....tante ke kamar ya."
"Ya tante,selamat istirahat tante."
__ADS_1
Setelah bu Ratih masuk kamar,mereka mulai sibuk dengan laptop mencari situs biro jodoh di internet.
Mereka mulai masuk dan mengisi data,ada perdebatan ketika mengisikan nama karena awalnya Dicky hendak mengisi data sesuai dengan data asli namu Rey melarangnya dengan alasan bahwa memang kebanyakan orang dalam situs tersebut tidak menggunakan data asli.
Namun Dicky tak mau ambil pusing karena baginy kejujuran adalah hal penting,dia tidak mau berkenalan dengan calon wanitanya dengan berpura-pura menjadi orang lain.
Karena dia juga tak mau berkenalan dengan wanita yang hanya main-main saja dengannya nanti.
Setelah merundingkan dengan matang soal nama,akhirnya mereka putuskan memakai nama asli Dicky namun hanya nama depannya saja Dik
Dicky mulai bergabung dengan obrolan dengan para anggota yang lain,sampai lama kelamaan dia merasa nyambung dengan salah satu anggota.
Dilihat dari namanya Kity,dan foto profilnya pun perempuan yang manis berambut panjang.
Rey mengusulkan pada Dicky untuk meminta kontak dari seseorang yang menamai dirinya Kity tersebut,dan mereka mendapatkannya.
Rey menyuruh Dicky untuk ketemuan,namun Dicky belum yakin untuk bertemu dalam waktu dekat.
Dicky ingin lebih kenal dulu dengan Kity sebatas by phone dulu,karena ingin tau seberapa nyaman dia dengan Kity sebelum bertemu nantinya.
Sesampainya di rumah,Dita menceritakan pada Tante Dewi perihal pertemuannya dengan Tante Ratih.
Yang tanpa sengaja,ternyata beliau adalah pelanggan toko kue tantenya.
Tante Dewi hanya tersenyum mendengar cerita Dita,karena sebegitu luasnya dunia ini kenapa mereka lagi-lagi harus bertemu dalam segala situasi.
Hari-hari berlalu Dicky mulai sibuk dengan Kity,mulai sering chat dan telfn.
Bahkan tak sungkan Dicky telfn Kity di depan mamanya,seakan sedang menunjukkan pada mamanya bahwa sekarang dia bisa menemukan calon wanitanya sendiri.
Bersambung......
__ADS_1