Hati-Hati Dengan Hati

Hati-Hati Dengan Hati
Bab 53


__ADS_3

"Halo mah,tolong cepetan kekamar kami perut Dita sakit."


Tanpa basa-basi yang akhirnya nanti malah basi,Dicky segera meminta mamanya segera ke kamar.


Pikiran Dicky sangat kacau karena panik,baru saja seharian ini mereka bersuka cita dalam acara tujuh bulanan kehamilan Dita namun sekarang.


"Hah! Bagaimana ini mah?"


Tanya Dicky setelah sang mama dengan terburu-buru masuk kekamar tanpa mengetuk pintu,maklum saja keadaan darurat sedang dalam suasana genting.


Tak lama setelahnya tante Dewipun ikut menyusul masuk,mungkin penasaran karena mendengar suara ribut-ribut dari kamar sang pemilik rumah.


"Cepet kita bawa kerumah sakit."


Perintah bu Ratih segera,karena melihat keadaan Dita yang sangat kesakitan.


Segera Dicky membopong sang istri dengan hati-hati dan membawanya menuju mobil yang sudah di siapkan oleh tante Dewi dengan sigapnya.


"Terima kasih tante."


Sambil Dicky mengambil alih kursi kemudi dan tante Dewi berpindah kesebelahnya,sedangkan bu Ratih di kursi belakang menemani Dita.


Dicky segera tancap gas menuju rumah sakit biasa tempat Dita memeriksakan kandungannya.

__ADS_1


"Hati-hati Dik,malah bahaya kalau kamu ngebut."


Bu Ratih mengingatkan agar putranya tetap berhati-hati agar semua tetap selamat.


Benar saja,baru beberapa menit setelah bu Ratih selesai berucap tiba-tiba mobil dengan mendadak berhenti sampai menimbulkan bunyi gemercit karena roda mobil yang bergesekan terlalu keras dengan aspal dijalanan membuay semua penumpang dalam mobil sejenak menahan nafas karena syok.


"Astaga! ada apa Dik?"


Tanya bu Ratih setengah berteriak spontan karena kaget.


"Gak papa mah,cuma ada mobil nyalip mendadak jadi Dicky kaget."


Mereka semua menghela nafas panjang dan kembali bernafas dengan lega.


Segera bu Ratih kembali meraih tangan Dita yang sedari tadi beliau genggam,namun sempat terlepas sebentar saat kejadian mobil berheti.


Untung saja meski ngebut dan dalam keadaan panik Dicky masih tetap berhati-hati,jadi mereka semua tidak sampai celaka apalagi membuat orang lain yang celaka.


Sesampainya di depan runga IGD Dicky segera memanggil satpam yang kebetulan berjaga disana,dan tak lama kemudian datanglah seorang laki-laki muda berseragam khas salah satu petugas rumah sakit dengan mendorong brankar untuk membantu membawa Dita.


Segera Dita dibawa masuk kedalam ruang Unit Gawat Darurat (UGD) dan segera di tangani oleh dokter,sedangkan Dicky diminta oleh salah seorang petugas untuk segera mengurus adminiatrasi .


"Tante gimana keadaan Dita?"

__ADS_1


Dicky berjalan dengan tergesa-gesa menuju kembali ke ruang tunggu UGD.


"Belum tau Dik,Dita masih di periksa di dalam."


"Lalu mama mana tante?"


"Mama kamu ada di dalam Dik,sedang menemani Dita."


Tak lama kemudian bu Ratih keluar dari dalam ruangan UGD dengan wajah panik.


"Ma,bagaimana keadaan Dita di dalam ma?"


Tanya Dicky dengan wajah cemas.


"Dokter sedang menanganinya di dalam Dik."


Bu Ratih tak kalah cemas dari Dicky,sepertinya didalam keadaan Dita sedang tidak baik-baik saja.


Seorang perempuan berjas putih dengan stetoskop menggantung di leher keluar dari ruang UGD segera menghampiri Dicky.


"Bagaimana keadaan istriku didalam?"


Tanya Dicky pada dokter yang menangani Dita kebetulan dokter kandungan yang sering menangani Dita ini adalah teman sekelas Dicky saat SMP.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2