I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
PROLOG.


__ADS_3

Malam yang dingin disertai hujan deras sepasang pasutri di dalam kamar tengah kebingungan karena bayi mungil yang saat itu di gendong ibunya tak henti hentinya menangis


"yah, gimana ini, dede nangis terus badannya tambah panas" ucap si ibu muda tersebut.


"iyaa sabar dulu yaa mah, ayah lagi minta bantuan dulu sama temen di pabrik, kali ajah ada yang bisa bantu" ucap suaminya tersebut


ia mencoba menelepon semua teman kerjanya untuk meminjam sedikit uang untuk pengobatan bayi kecilnya karena malam itu bayi mungil itu terserang deman tinggi sedangkan mereka tak memiliki cukup uang.


Pasutri itu bernama Angga dan Maya mereka menikah muda, Angga dan Maya panik malam itu bayi nya masih tetap menangis padahal sang ibu sudah memberikan nya obat turun panas


"yah, apa kita minta tolong ajah sama orang tua ayah" pinta Maya


"gak, ayah ga mau" ucap suaminya itu, lalu mereka kembali mencoba mendiamkan bayinya tersebut.


Pukul 10 malam panas nya kian meninggi Angga dan Maya sangat panik.


"ayo mah, bawa dede ke klinik" ajah Angga


"biayanya gimana yah" tanya Maya dengan perasaan cemas nya.


"udah itu urusan belakangan" ucap Angga.


lalu Angga dan Maya membawa bayi mereka di tengah guyuran hujan Maya memeluk bayinya di dalam mantel hujan, dengan mengendarai sepeda motor mereka pergi ke klinik terdekat, di tengah perjalanan Angga bingung karena ia tak memiliki cukup uang lalu ia membelokkan motornya menuju kediaman orang tuanya sesampainya di sana Maya hanya bisa memeluk bayinya yang panas tinggi. Angga masuk mencari orang tuanya dan meminta bantuan keuangan


"hah, ga salah kamu minta bantuan mami" ucap mami Angga


"tolong mi, anak Angga sakit Angga belom gajian" ucap Angga


"salah kamu sendiri, ga nurut sama omongan mami, kamu kan kemarin pas nikahin anak itu bilang ke mami ga akan minta bantuan mami, kenapa sekarang ngemis" ucap mami dengan ketus,


"tolong mi, anak Angga panas tinggi" ucap Angga dengan suara bergetar


"mami ga ada uang, ga pegang uang cash" besok ajak kamu balik lagi" ucap mami seraya masuk meninggalkan Angga dan Maya di ruang tamu.


Dari awal Angga dan Maya menjalin hubungan orang tua Angga memang tak menyetujui pernikahan Maya dan Angga karena Maya yang masih duduk di bangku SMU harus putus sekolah karena ia hamil di luar nikah dan Angga yang saat itu sedang kuliah harus putus kuliah dan bekerja sebagai kuli pabrik. Angga sangat mencintai Maya ia rela meninggalkan keluarga nya yang kaya raya demi menikahi maya gadis yang tak mempunyai kekayaan dan ia adalah gadis yatim piatu anak bungsu dari 2 bersaudara.


Dengan langkah berat Angga pergi meninggalkan kediaman orang tuanya


"yah, mami ga mau bantu yaa" ucap Maya dengan mata penuh air mata, angga hanya diam tak menjawab

__ADS_1


"maafin mama yaa yah seharusnya dulu ayah ga usah pilih mama", ucap Maya kembali


"ssst... ngomong apa sih kamu, udah yang penting sekarang dede kita bawa berobat dulu" Angga dan Maya meninggalkan kediaman orangtuanya dengan perasaan sedih.


Lalu tiba tiba seseorang mengejar Angga.


"ka Angga..." wanita itu berteriak memanggil Angga


"Inka" ucap Angga ia melihat adik nya yang bernama inka berlari menghampiri Angga


"ya allah Hilya sakit yaa ka, mami ga mau minjemin uang yaa ka" ucap Inka sembari menangis melihat keadaan kakak laki lakinya yang sekarang tak di anggap oleh ibu nya itu.


"iya dek, udah ga apa-apa" ucap Angga


"ayoo ka aku bawa ke rumah sakit tadi papi ngasih uang ke aku buat dede ayo ka, kaka duluan yaa ke rumah sakit nanti inka nyusul inka mau pergi diem diem biar mami ga tau" ucap inka


"Alhamdulillah, iyaa kaka duluan yaa dek ke rumah sakit,"


"iyaa ka nanti inka nyusul nih" ucap inka ia segera pergi untuk berganti pakaian dan mengambil uang yang tadi di berikan papi untuk membantu Angga.


D tengah perjalanan hujan semakin deras dan petir bersahutan


"iya,", ucap Angga ia terus berdoa agar ia beserta anak istrinya selamat hingga ke rumah sakit namun tiba tiba...


"braaaaaakkkk....!"


"aaaaaa ......alllahuuuaakbaaaar..." pekik teriakan keras Maya dan Angga


Mereka jatuh di tengah jalan raya karena tubuh mereka tertimpa pohon yang tumbang, keduanya tergeletak di tengah jalan dengan kondisi mengenaskan akibat tertimpa pohon akibat hujan angin dan petir semua orang yang masih berteduh berhamburan membantu Maya dan Angga di kejauhan inka membawa motor nya dengan kecepatan sedang ia berharap kakanya telah sampai di rumah sakit namun ia melihat keramaian orang berkumpul di tengah jalan.


"ada apa pak" tanya inka pada salah satu warga


"itu mbak ada yang tertimpa pohon, bawa bayi", ucap si bapak tersebut


Jantung inka seketika berdegup kencang perasaan nya menjadi tak karuan ia turun dari sepeda motornya lalu mencari tahu siapa korbannya itu, kakinya mendadak lemas ia hafal akan kendaraan kakanya itu, ia mencari keberadaan kakanya ternyata sudah di bawa ke samping jalan


"kaaaa...." teriak inka ketika ia melihat tubuh kakanya yang sudah tak bernyawa ia memeluk kakak lelakinya itu.


"ka maya... " inka pun memeluk kaka iparnya yang sudah tak bernyawa

__ADS_1


"ka angga ... ka maya...bangun kaaaa... dede sakit kaaa kita bawa dede ke dokter ka.. banguuun kaaa banguuuun..." teriak inka seraya mengguncang guncang kan tubuh kakak kandung dan kaka iparnya itu ia mendengar tangisan bayi yang di gendong oleh salah satu ibu.


"neng ini anakya mah selamat neng, ya Allah, dia di dekap ibunya, ibunya meninggal si bayinya selamat" ucap si ibu yang menggendong bayi milik kakanya itu.


"ayo ayo bawa ke rumah sakit dulu" ucap semua orang yang ada di lokasi kecelakaan.


Inka menggendong Hilya keponakan yang kini menjadi yatim piatu.


"maafin tante yaa de, mama sama ayah ga ketolong" ucap Inka sembari menangis tersedu-sedu dan mencium bayi mungil itu yang keadaan nya sedang sakit.


Inka mengurus semuanya ia menelpon papinya dan kaka maya untuk ikut mengurus jenazah maya dan angga sedangkan inka membawa bayi mungil itu untuk ke rumah sakit karena ia sedang demam tinggi sesampainya di rumah sakit sang bayi mendapatkan pertolongan dan masuk ke ruang perawatan, inka hanya bisa menangis memandangi keponakannya yang baru saja menjadi yatim piatu


"kamu akan tumbuh menjadi gadis yang kuat, yang baik dan memiliki masa depan yang bagus, tante janji akan terus jagain kamu de" ucap inka seraya menangis menciumi pipi keponakan nya itu.


siang harinya Inka tak ikut prosesi pemakaman kakanya itu lalu pukul 2 siang oramg tua Angga dan kaka kandung maya datang menemui Inka di rumah sakit


"Inka ayo pulang...!" ajak mami


"tapi mi, dede nya lagi sakit mi" ucap inka dengan suara lirih


"ya kalo dia cucu mami kalo bukan, dia hamil duluan ko ya mana kita tau itu anak kakak kamu atau bukan ibunya anak bandel kok, dan lihat gara gara ibunya dia mami kehilangan kaka kamu untuk selamanya" suara mami meninggi dan bergetar menahan tangis


"astaghfirullah mi, anak ini ga salah mi dan kita harus urus bayi ini, dia ga punya siapa-siapa mi" ucap papi dengan tegas


"gak, mami ga mau ngurus anak haram, ayo inka pulang" mami menarik lengan inka untuk pergi dari rumah sakit


"astaghfirullah mi, kelakuan kamu ga berubah. padahal kita kehilangan angga mi, dan ini cucu kita" ucap papi dalam hatinya


"pak Broto, gak apa-apa biar bayi ini saya yang urus, toh ini keponakan saya, terimakasih pak selama ini bapak sangat baik pada maya" ucap pak Rudi


"maafkan kesalahan keluarga kami yaa pak Rudi, saya titip Hilya besarkan ia dengan budi pekerti dan akhlak yang baik" ucap pak Broto


"insha Allah pak," ucap pak rudi seraya tersenyum,


pak Broto mencium lembut pipi dan kening bayi yang tengah tertidur itu.


"maafkan kakek yaa, kakek janji akan selalu ada buat kamu walaupun nenek mu sampai kapanpun ga bisa terima kamu tapi kamu tetap cucu kakek" bisik pak Broto ke telinga Hilya si bayi mungil,


Pak Broto meninggalkan kamar rawat inap dengan berlinang air mata ia tak kuasa menahan sesak melihat kemalangan cucunya itu.

__ADS_1


author says: wah terima kasih yaa sudah baca bab pertama di karya baruku ini ikuti terus jalan cerita di novel terbaru ku yaa, aku tunggu saran dan kritik dari para readers semuanya terima kasih jangan lupa like coment and vote nya yaa...


__ADS_2