I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
KALUT


__ADS_3

Sabtu malam Arbhi masih sibuk dengan pekerjaan tiba tiba ponselnya berdering,


📲


"halo"


"mas ke rumah mami sekarang, ada keluarga Jessica nih" ucap


"mau ngapain mereka ke situ??"


"heaeh... ngobrolin pernikahan lu mas, cepetan ke sini oma udah bener bener atur semua mas"


Aldi terdengar sangat khawatir karena ia tahu bahwa kaka laki-laki nya itu tak menginginkan Jessica untuk menjadi istrinya.


Dengan langkah cepat Arbhi menuju kediaman orang tuanya benar saja kedua orang tua arbhi dan orangtua Jessica beserta jessica ia melihat oma sedang asyik membicara acara pernikahan Arbhi dan Jessica. Arbhi berjalan dengan tenang walaupun hati dan fikirannnya sedang tak menentu.


"nak ..sini" ucap bu Ambar dengan hati hati


"Arbhi, oma mau mempercepat acara pernikahan kalian sebelum Jessica kembalikan ke luar negeri" ucap oma dengan dinginnya.


terlihat raut kebahagiaan di wajah Jessica dan kedua orang tuanya


"kenapa oma ga bicarakan dulu sama Arbhi"


"apa harus?? kamu kan sibuk" ucap oma kembali


Jessica menatap kesal pada Arbhi, ia tahu hubungan mereka telah berakhir namun Jessica masih mencintai Arbhi ia sangat gigih untuk mendapatkan Arbhi bagaimanapun caranya


"lo ga jelasin ke orang tua lo jes!!". ucap Arbhi seraya menatap dingin pada Jessica.

__ADS_1


Mendengar ucapan Arbhi orang tua Jessica saling berpandangan dan menoleh pada jessica


"Jessica, maksud arbhi apa?" tanya ibu Jessica, namun Jessica hanya tersenyum licik seolah ia memenangkan semuanya


"aku ga mau mundur aku tetap setuju akan pernikahan kita " ucap Jessica seraya tersenyum manis


Arbhi terlihat kesal ia bangun dari tempat duduknya dan menarik lengan Jessica


"ikut gue..!", bisik Arbhi seraya menarik lengan Jessica, dan membawanya jauh dari keluarga Arbhi


"lo apa apaan si jes, gue kan udah bilang gue ga bisa lanjutin hubungan ini, apa lagi nikah .." kesal Arbhi dengan suara yang sedikit meninggi, namun Jessica hanya tersenyum seolah tak terjadi apa apa.


"sst ... jangan marah marah nanti ketampanan mu akan berkurang" ucap Jessica seraya menyentuh bibir Arbhi ia menggoda Arbhi


"ishh apaan sih lu gilaa .." Arbhi menepis tangan Jessica yang menyentuh bibir arbhi namjn Jessica hanya tertawa,


"aku kan udah bilang aku maunya kamu, aku ga peduli bagaimanapun caranya itu aku harus dapetin kamu"


"hahahaha... aku ga peduli" ucap Jessica seraya pergi meninggalkan Arbhi yang masih menahan emosi.


sepulang nya keluarga Jessica Arbhi segera meninggalkan kediaman orang tuanya dengan penuh emosi dan marah


"arbhiii...!" panggil oma pada Arbhi, Arbhi menghentikan langkahnya ia hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam


"oma belum selesai, oma mau bicara sama kamu"


"bicara apa lagi oma toh Oma memutuskan sendiri kan, tanpa bahas sama Arbhi setuju apa enggak dengan pilihan oma!" Arbhi menjawab dengan ketus


"Arbhi, sudah berani yaa nentang omongan oma," oma bangun dari duduknya dengan marahnya lalu menghampiri Arbhi

__ADS_1


" inget yaa semua kekayaan ayahmu miliki semuanya masih ada milik oma, jadi semua harus menuruti perintah oma, bukannya kamu dan Jessica meman pacaran kan,"


"ga dari dulu Arbhi ga pernah mau Jessica jadi istri arbhi!!"


"tapi oma mau dia jadi istri Arbhi!! dan oma gak suka ada cucu oma yang menentang, oma akan percepat semua" ucap oma seraya menahan kesal pada Arbhi


"Arbhi sudah punya pilihan.". ucap Arbhi semua nya terkejut akan ucapan arbhi


"oh ya, siapa? dari keluarga yang sepadan kah?, keluarganya punya perusahaan apa??" tanya oma kembali namun Arbhi hanya diam


" kenapa diam" oma mendekati Arbhi


"Arbhi..nak.. sudah mengalah saja dulu nanti kita bicarakan " bu Ambar menghampiri arbhi dan menenangkan arbhi


"bu, tolong kasih Arbhi waktu untuk berpikir" pinta bu Ambar pada oma


"alaaahhh... kamu ini selalu saja seperti itu, belaa terus anak ga bisa di atur", ucap oma seraya kembali duduk dan memasang wajah jutek dan kecewanya


mendengar ucapan oma Arbhi segera bergegas pergi ia sangat kesal dengan keputusan oma nya.


Arbhi melajukan kendaraannya dengan sangat cepat, fikiran na sangat kalut sore itu, ia membelokkan kendaraan ke kediaman Hilya ia hanya melihat kegiatan Hilya dari kejauhan, ia melihat Hilya yang sedang sibuk melayani pembeli dengan senyum ramahnya. Arbhi hanya bisa terdiam sesekali iapun ikut tersenyum ketika melihat Hilya.


Ternyata di kejauhan pula wak Jenar menyadari akan keberadaan arbhi, ia segera menghampiri hilya


"teh, masuk.. udah mak ajah yang layanin" ucap wak jenar ia tak ingin Hilya atau Arbhi saling bertemu karena wak jenar sangat khawatir.


"ta.. tapi mak.. "


"udah masuk...", wak jenar Cepat Cepat menyuruh Hilya untuk masuk.

__ADS_1


di dalam mobil Arbhi hanya bisa menahan rindu ia hanya bisa menarik nafasnya dalam dalam ia menyadari bahwa wak jenar mengetahui kehadiran dirinya sore itu, ia sangat menginginkan Hilya, Arbhi masih berfikir bagaiman ia harus meminta restu pada orang tua Hilya, Arbhi menyadarkan kepalanya dan matanya terpejam


"gue ga mau kehilangan untuk yang kedua kalinya cukup bagi gue kehilangan Anyelir, gue ga mau kehilangan Hilya juga" bisik Arbhi dalam hatinya, rasa cinta dan rindunya semakin besar pada hilya


__ADS_2