
Mentari pagi menyinari dari celah jendela kamar Hilya ia membuka matanya dengan sangat malas diliriknya jam di dinding kamarnya.
"hah....! jam 9 aduhh...kok oom Arbhi ga bangunin gue sih" Hilya panik pagi itu ia segera turun ke dapur untuk segera mengerjakan pekerjaan rumah tangga namun ia terkejut pagi itu Arbhi sudah bersantai di ruang keluarga.
mata mereka beradu, Hilya tak berani menatap wajah Arbhi , Arbhi berjalan menghampiri Hilya yang berdiri mematung di anak tangga, Arbhi tersenyum ia melipat kedua tanganya.
"pagi..." sapa Arbhi seraya tersenyum manis pada Hilya.
"pagi..oom, ehh..heum maaf oom yaya kesiangan" ucap Hilya
"gak apa apa, tidur nya nyenyak??" ucap Arbhi serara membelai pipi Hilya, jantung Hilya berdegup kencang, mendapat perhatian yang manis dari Arbhi.
"oh...heumm" Hilya tak bisa menjawab pertanyaan Arbhi
"siap siap yaa hari ini kita jalan jalan" ucap Arbhi seraya berjalan menaiki anak tangga dan melewati Hilya
"apaa..!oom, makasudnya?" hilya membalikkan tubuhnya ia bertanya untuk meyakinkan kembali atas ucapan Arbhi
"gue mau ajak lo seneng seneng sebagai hadiah semalam lo udah bantu gue buat dapetin tender besar" ucap Arbhi seraya tersenyum.
"hah ..! semalam oom arbhi cium gue, dan hari ini dia ajak gue jalan, inii ngedate, kencan aduuhh gimana nih" Hilya makin merasa gugup dan panik jantungnya berdegup sangat cepat ia merasakan panah asmara telah manancap di hatunya ia jatuh cinta pada Arbhi majikannya sendiri.
hari itu Arbhi mengajak Hilya ke kawasan puncak di perjalan Hilya hanya diam ia tak berani memulai pembicaraan terlebih dahulu,
Arbhi yang menyadari akan perasaan Hilya hanya tersenyum,. ia meraih jari jemari Hilya dan menggenggam nya Hilya menoleh seakan tak percaya ia fikir semalam hanya sesaat Arbhi mempunyai sifat dan sikap hangat pada dirinya namun pagi ini pun Arbhi kembali membuat jantung hilya berdegup kencang .
"sampeee deh." ucap Arbhi, ia membawa hilya ke villa pribadi milik keluarga besar Arbhi.
"oom,. kok kita kesini!" ucap hilya hati hati
"buat refreshing ajah, yuk turun, oia lo bawa baju kan" tanya Arbhi
" enggak oom"
"ck..kan gue udah bilang siap siap kita mau jalan" ucap Arbhi dengan kesal
__ADS_1
"diih kan oom ga bilang mau kemana cuma bilang jalan doang, ga bilang mau nginep yaudah yaya pake gini aja lagian oom.."
"ssst .. berisik .." Arbhi menutup mulut Hilya dengan telapak tangannya karena Hilya tak berhenti berbicara
Hilya hanya memanyunkan bibirnya, dan Arbhi berjalan memasuki villa yang terlihat sangat asri
Arbhi masuk dan berkeliling melihat keadaan seisi rumah. ia hanya tersenyum kecil walaupun jarang di sambangi oleh keluarga Arbhi namun masih terlihat bersih dan terawat
Hilya duduk perlahan di sofa empuk yang terdapat di salah satu ruang keluarga, ia melihat keadaan sekitar
"kok oom Arbhi bawa gue kesini?, ngeri juga, tapi...." Hilya tak melanjutkan ucapan dalam hatinya ia menatap Arbhi yang sedari tadi berdiri menatap keluar jendela. Arbhi menoleh ke arah Hilya ia berjalan perlahan dan menghampiri Hilya yang sedang duduk sendiri
"aaahhhhh .. kita rest sini yaa nanti malam kita nikmatin jalan malam di sini," ucap Arbhi yang duduk di samping Hilya sembari mendekap Hilya
Hilya sedikit menolak dekapan Arbhi Arbhi hanya diam sembari mengernyitkan dahinya
"kenapa?" tanya Arbhi
"ah..heumm ga apa apa oom..cuma..."
"cuma apa? risih? takut? tegang gitu mukanya" ledek Arbhi seraya menatap wajah Hilya sembari mendekap nya erat
"den Arbhi..." suara wanita paruh baya memecah keheningan dan perasaan Hilya yang tak menentu saat itu
Arbhi melepaskan dekapannya lalu menoleh dan tersenyum
"ehh bi sumi, sehat bi..." sapa Arbhi ia bersalaman dengan bi Sumi art yang mengurus villa milik keluarga Arbhi
"Alhamdulillah bibi sehat, sama siapa aden kesini"
"ohh ini bi kenalin" Arbhi mengenalkan Hilya pada bi Sumi
"Hilya" ucap Hilya seraya memperkenalkan dirinya sembari bersalaman dengan bi Sumi
"iyaa saya bi Sumi, ohh hayu atuh bibi ke kamar atas si nengnya istirahat dulu" ajak bi Sumi
__ADS_1
"udah sana istirahat dulu" ucap lembut Arbhi pada Hilya dan hilyapun mengikuti bi Sumi
sesampainya di kamar yang cukup besar dan nyaman, Hilya terduduk melihat pemandangan yang asri dari luar jendela
"neng, ini di dalem lemari ada baju tidur, untuk nanti malam ya"
"ohh iyaa bi makasih" ucap Hilya seraya tersenyum
"oia bi.. maaf keluarga pak andi Sidharta selalu liburan ke sini yaa bi" tanya Hilya
"jarang malah hampir ga pernah, keluarga Sidharta punya 3 villa mewah, ini villa sederhana yang dimiliki keluarga Sidharta, dan ini salah satu villa favorit nya den Arbhi dia selalu kesini di saat suntuk" ucap bi Sumi menjelaskan pada Hilya
"oooh .." Hilya hanya mengganguk mengerti
"yasudah bibi tinggal yaa neng istirahat ajah dulu" bi Sumi meninggalkan Hilya di kamar
Hilya merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk dan nyaman
"apa gue terlalu cepet nilai perasaan ini yaa, gue takut cuma di manfaain doang sama oom arbhi. gue takut ini semua mimpi gue takut oom arbhi sebenernya cuma main main di saat dia lagi suntuk dan bete" ucap Hilya dalam hatinya.
tanpa terasa Hilya tertidur dengan sangat pulas, ia membuka matanya perlahan terasa ada seseuatu yang menahan tubuhnya di belakang punggungnya padahal ia ingat sebelum tertidur tadi ia hanya sendiri di kamar, dengan cepat Hilya membuka matanya dan memutar tubuhnya
"oom Arbhi...!!" Hilya terkejut ia mrlihat Arbhi yang tengah tertidur pulas di sampingnya.
Hilya sedikt menjauh, di lihatnya wajah Arbhi dalam dalam wajah yang terlihat jutek namun lembut dengan garis hidung yang nampak sangat mancung dengan bibir tipisnya dan rambut panjangnya yang ia biarkan tergerai menutupi wajahnya yang oval
Hilya membuka rambut yang menutupi wajah Arbhi yang tengah tertidur
"heummm... udah bangun" ucap Arbhi seraya meraih tangan Hilya
"oom, kok tidur di sini"
"ga boleh yaa, nyaman ajah ya, kalo tidur deket kamu.." ucap Arbhi dengan mata tertutup
"Yaya mau mandi dulu udah sore" ucap Hilya ia bangun dari tempat tidur namun dengan cepat Arbhi menarik tanganny dan Hilya jatuh kmebali ke tempat tidur, Arbhi mendekap nya erat
__ADS_1
"nanti ajah, aku mau peluk kamu dulu yang laamaaaa banget", ucap Arbhi seraya makin mendekap tubuh kecil Hilya, Hilya hanya diam ia bingung harus bagaimana dengan perlakuan Arbhi
sore itu Arbhi memutuskan untuk bermalam di villa kesayangan miliknya dan malam itu pula menjadi titik awal rasa cinta mereka mulai tumbuh dan bersemi, seperti sepasang kekasih yang sednag di mabuk asmara mereka melewati malam dengan berdua di suasana yang dingin namun penuh kehangatan oleh cinta.