
Kamis pagi Hilya sudah berangkat menuju sekolah, ia terlihat terburu buru hingga membuat Arbhi merasa terganggu, ketika arbhi sedang tidur di kamarnya mendengar suara pintu kamar Hilya di buka tutup berkali kali, Arbhi menarik nafasnya dalam-dalam, ia terduduk di atas kasurnya dan segera ia keluar
"heeh... berisik amat sih...!" bentak Arbhi pada Hilya.
saat itu Hilya masih ada di dalam kamarnya dan sedang memasukan PC nya ke dalam tas ,
"ehh, maaf oom, aku kesiangan dan lupa belom siapin buku sama pc" ucap Hilya
"heum, sarapan gue juga belom siap yaa", ketus arbhi
hilya hanya diam sembari menggeleng kepalanya perlahan, menandakan ia belum membuatkan sarapan pagu untuk arbhi
"hadeuuhh,"
"maaf oom," ucap hilya seraya tertunduk,
"yaudah gak apa-apa berangkat sana" ucap Arbhi Lalu Hilya segera pergi meninggalkan kediaman arbhi menuju sekolah.
Sesampainya di sekolah hilya telat 10 menit sialnya gerbang sekolah terlah tertutup rapat,
"pak.. tolong pak buka pak" ucap Hilya sembari memegang gerbang sekolah
"ga bisa neng, kamu udah telat 10 menit, pulang ajah ya". ucap pak satpam sekolah
"heumm, tolong dong pak, Yaya nanti ketinggalan pelajaran ini",
"ya resiko kamu makanya tidurnya jangan malam malam"
"iishh bapak mah. " Hilya kesal. ia tak diizinkan masuk oleh satpam sekolah
Hilya berjalan meninggalkan sekolah pagi itu ia merasa kesal, ia berjalan perlahan lalu tiba tiba ponsel Hilya bergetar ternyata Naura mengirim chat pribadi pada hilya
📱
Naura :
"yaya, lu ga sekolah?"
Hilya :
"ga, gue kesiangan tadi udah ke sekolah tapi ga bisa masuk gerbang udah di tutup ðŸ˜"
Naura :
__ADS_1
"😳waduuhh hari ini ujian harian ekonomi akuntansi tau buat tambahan nilai"
Hilya :
"yaudah lah mau gimana lagi? gue udah balik ke rumah, gue takut ni sama oom arbhi. takut dia marah, dia paling gak suka kalo kegiatan belajar gue keganggu"
Hilya menarik nafasnya lalu ia berjalan perlahan,
"ah, udah lama banget ga nengokin mama sama ayah" ucap Hilya ia segera mencari angkutan umum lalu, ia bergegas menuju TPU tempat di mana orang tuanya di makam kan,
Sesampainya di TPU ia segera menghampiri makam kedua orang tuanya itu ia duduk bersimpuh lalu dengan lembut ia membelai kedua batu nisan milik kedua orang tuanya itu
"mah, yah, apa kabar!, maaf yaa hari ini yaya ga sekolah, yaya kangen sama mama sama ayah" Hilya terdiam ia sedikit menetes kan air matanya,
Hilya dengan sigap membersihkan makam kedua orangtuanya tersebut dan setelah selesai tak lupa ia memanjat kan doa ziarah kubur untuk kedua orang tuanya di lihatnya jam di ponselnya waktu menunjukan pukul 10 siang, lalu tiba-tiba ponsel Hilya berdering
"waduuhh om arbhi" ucap hilya ia panik melihat nama arbhi tertera di layar ponselnya, hilya menolak panggilan itu.
berkali-kali Arbhi menelepon Hilya namun tak satupun Hilya jawab
📱
Arbhi :
Arbhi mengirim chat pribadi pada Hilya, sontak Hilya merasa takut
"kok tumben banget oom Arbhi jam segini telepon aduuhh gimana nih" hilya merasa panik sementara ponselnya terus berdering
dengan rasa takut akhirnya hilya mengangkat telepon dari arbhi
📲
"haalooo, oom," ucap Hilya hati hati
"pulang loe!!" bentak Arbhi
lalu ia menutup teleponnya, Hilya hanya diam, dan ia segera pulang menuju kediaman Arbhi.
sesampainya di kediaman Arbhi, ternyata Arbhi sudah menunggu Hilya di ruang tv, Hilya berjalan dengan kepala tertunduk dengan baju seragam yang terlihat kotor,. Hilya berjalan perlahan menghampiri Arbhi
"lo ga sekolah ya hari ini?", tanya Arbhi dengan tatapan memburu
"ga, oom aku telat masuk",
__ADS_1
"haehhh... wali kelas lu telepon gue, dan gue ga mau tau. mulai malam ini semua harus sudah selesai jam 8 malam, dan lu udah harus tidur paling malam jam 10, gue tau lo mau ujian akhir gue kasih kelonggaran, gue kasih waktu lu buat lebih banyak belajar" ucap dingin Arbhi
"iyaa oom ,makasih" sahut Hilya seraya tersenyum ketir
"lu udah ikut SPMB? " tanya Arbhi
"ga ikut oom"
"gue ga mau tau, lo ikut SPMB..!,",
"yaya ga mau kuliah oom, yaya mau fokus kerja di rumah oom ajah",
"woy...,!!! mau sampe kapan lo jadi art?? sampe tua? lo ga ngiler temen lu kuliah lo enggak??" tanya Arbhi dengan suara tinggi
"siapa sih yang ga mau kuliah. gue mau cuma hutang abah gimana?, dan gue ga ada biaya buat kuliah" bisik hati Hilya.
Arbhi mengernyitkan dahinya ia tak mendengar jawaban Hilya lalau ia bangun dari duduknya dan menghampiri Hilya ia memandang tajam pada Hilya
"gaji lu di sini cukup buat nyicil bayar biaya kuliah, lo ga mau rubah kehidupan keluarga lu" tanya Arbhi dengan tatapan nya yang dingin
"mau, tapi..."
"gue ga mau denger alasan apapun lo ikut ujian SPMB dan pilih jurusan yang lu suka jangan lihat dengan siapa lo bakal berteman nanti," ucap Arbhi perlahan ia membelai rambut Hilya membuat Hilya terkejut dan menongahkan kepalanya seeaya menatap mata arbhi
"oom....?" hilya tak bisa melanjutkan ucapannya
"jangan salah faham. gue cuma mau bantu keluarga lu. karena menurut gue pendidikan itu penting", ucap Arbhi ia langsung kembali ke sofa sementara Hilya masih berdiri mematung
"mandi dan istirahat, gue mau kekantor, dan mungkin pulang nya larut malam, lo belajar ajah yang bener" ucap arbhi ia bangun dan meninggalkan Hilya sendiri di ruang tv
Arbhi memasuki kamarnya dan menutup pintunya ia menyandarkan tubuhnya di pintu dan memejamkan matanya
"lu sama Hilya orang yang beda tapi setidaknya kehidupan kalian sama,. hanya dengan cara ini gue ngerasa bisa ngebayar hutang dan nebus kesalahan gue" ucap Arbhi dalam hatinya
ia memejamkan mata, hatinya terasa sesak, lalu ia berjalan dan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.
siang hari nya Arbhi bersiap berangkat menuju kantornya dan ia sedikit mengecek apakah Hilya sedang belajar, ia membuka sedikit pintu kamar Hilya ia melihat Hilya tertidur di atas meja belajar nya,
"heum.... dasar bocah, kalo ngantuk, kan bisa berhenti belajar nya dan tidur," ucap arbhi perlahan,
dengan hati hati ia masuk ke kamar Hilya, ia melihat Hilya tidur dengan pulas, lalu dengan hati hati, dan lembut ia membopong tubuh kecil Hilya, hingga di atas tempat tidur. dengan hati hati pula ia menjatuhkan tubuh Hilya yang sedang tetidur itu lalu, ia membelai lembut pipi Hilya, dan tanpa sadar Arbhi tersenyum melihat ekspresi wajah Hilya yang tengah tertidur, lalu ia berjalan perlahan meninggalkan kamar hilya
" haaaaah ....!! kok bisaaaa" Hilya membuka matanya lebar lebar ternyata Hilya tidak benar benar tertidur
__ADS_1
"ooom, aaarbhhhiii Gendong gue .!! oh my god, iih aduuhh jatung yang kuat yaaa, aduuh kenapa jadi gini sih sikap oom Arbhi kyaaaa....!!" Hilya menahan teriakannya perasaan di hatinya bercampur aduk ia tak bisa menjabarkan perasaan nya siang itu yang jelas Hilya mulai sedikit menyukai Arbhi.