I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
KEDATANGAN OMA


__ADS_3

Siang itu Hilya tengah meyuapi wak Jenar tiba tiba datang seorang pria menyeruak masuk dan memeluk wak Jenar.


"mak..." ucap si pria itu dengan air mata mengalir di pipinya


"emak gak apa-apa a, ngapain aa pulang" ucap wak Jenar pada anak sulungnya yang bernama faisal.


Setelah di rasa cukup Faisal akhir nya mengajak hilya untuk keluar meninggalkan wa jenar yang sedang beristirahat


faisal duduk di luar kamar bersama hilya.


" yaya, sebenernya ada apa,. mak telepon aa, emak cerita semuanya, tolong, kamu ngerti emak ngelakuin semua ini karena mak sayang sama kamu yaya" ucap Faisal seraya menatap wajah Hilya.


"iyaa a, yaya ikuti keinginan emak" ucap Hilya terbata


"keluarga kita dan keluarga pak andi sampe kapan juga ga bisa bareng yaya, kita ini beda," ucap faisal


"iya a yaya ngerti"


"udahlah sekarang jaga jarak dan mulai menjauh ajah dari mas Arbhi yaa bisa, kan??" tanya Faisal seraya membelai rambut Hilya, Hilya hanya mengangguk perlahan


"kenapa di saat gue nemuin cowok yang gue suka malah harus jadi kayak gini" bisik hati hilya


sore harinya Hilya msih menunggu wak Jenar di rumah sakit bersama Faisal, dan tak lama kemudian wak Rudi datang hilya dan Faisal meninggal kam kedua orang tua mereka.


"mak.. kenapa bisa begini!" tanya wak Rudi


"emak..mikirn si teteh bah," suara wak jenar bergetar


"hhhhaaahhh... " wa Rudi menarik nafasnya dalam dalam


" kenapa lagi, masalah den Arbhi?" tanya wak Rudi


"iyaa, bah bener dugaan emak, mereka ada hubungan, bagaimana ini, mak takut bah" ucap wak Jenar sembari menangis


"kita bawa si teteh pulang yaa mak, biar teteh tinggal sama. kita lagi, abah nanti mau bicara baik-baik dengan den Arbhi"


wak Rudi berbicara sembari menarik nafasnya dalam dalam ia tak menyangka Hilya akan menjalin hubungan dengan Arbhi yang nota bene adalah majikannya sendiri, di dalam hati wak Rudi mukai geisah ada rasa takut dalam dirinya ,


Hilya sedang duduk bersantai di taman belakang rumah sakit tiba tiba ponsel hilya berdering beberapa kai namun ia tak pernah angkat satupun panggilan itu


"oom Arbhi" ucap Hilya dalam hatinya ketika melihat nama Arbhi tertera di layar ponsel Hilya.

__ADS_1


📱


Arbhi :


"yaya kamu masih di rumah sakit aku kesana yaa sekarang kamu mau makan apa?, sudah makan belom"


Arbhi mengirim pesan singkat pada hilya namun Hilya hanya diam tak menjawab pesan dari Arbhi.


Arbhi masih menunggu balasan dari Hilya ia melihat berkali kali ponselnya,


"di baca tapi ga di balas" gerutu Arbhi dalam hatinya.


tak lama kemudian ponsel Arbhi berdering dengan segera ia menjawab panggilan itu


📲


"halo"


"mas, lo bisa pulang ga" ucap Aldi pada Arbhi


"ada apa"


"hahah iyaa iyaa nanti gue balik"


Arbhi menutup teleponnya, ia segera merapihkan meja kerjanya dan segera pulang menuju kediaman orang tuanya


Sesampainya di kediaman orang tuanya semua berkumpul di ruang tamu dengan wajah tegang bahkan kedua orang tua Arbhi pun tampak tegang


"assalamualaikum" Arbhi mengucapkan salam


"waalaikum salam" seisi penghuni kediaman Arbhi membalas salah dari arbhi, oma hanya memandang arbhi dengan mengernyitkan dahinya


"omaa apa kabar" arbhi memeluk dan mencium pipi oma nya


"heum..." oma hanya melirik kesal dan sinis pada Arbhi


"lupa kamu yaa sama oma!!"


"haha yaa enggak dong masa sama nenek sendiri lupa" ucap arbhi sembari tertawa


"ambar kamu ga pernah ingetin anak anakmu untuk jenguk oma yaa!!" ketus oma pada bu Ambar

__ADS_1


"hah., engakk..kok mi, aku selalu ingetin kok cuma Arbhi lagi sibuk mungkin"


"alah.. anak suka foya foya begini sibuk apa palingan juga main cewek sana sini" ketus oma ia terus memarahi arbhi.


"hahaha,. udah ah....jangan banyak ngomel nanti kulitnya tambah keriput" ucap arbhi seraya memeluk neneknya tersebut


"iishh anak ini..." oma memukul paha Arbhi



Nenek Arbhi bernama NUR ASTUTI. ia mempunyai karakter yang keras dan jutek dengan banyak orang, namun entah mengapa ia sangat dekat dengan Arbhi di bandingkan dengan Aldi. ia juga sangat posesif dan selalu mengatur bila ia berkunjung ke kediaman bu Ambar, ia adalah ibu kandung dari pak andi ayah kandung Arbhi.


" bagaimana kabar Jessica, oma dengar dia sudah kembali" ucap oma pada arbhi


"iyaa sudah oma" jawab arbhi


"baguslah, andi, secepatnya kita lakukan lamaran untuk Jessica" ucap oma pada pak Andi ayah Arbhi


"oma...maksud nya!!" ucap Arbhi ia terkejut akan ucapan oma


"menikah...!" ucap dingin oma sembari meminum teh hangatnya


"tapi oma, arbhi...."


"apa.... ? belum siap? belum mau? sampai kapan kamu gunta ganti main sana sini, oma ga mau tahu kamu secepatnya menikahi Jessica, di cocok dengan keluarga kita bibit bebet bobotnya" oma mengucapkannya dengan tenang.


"Arbhi... ga pernah kepikiran ingin menikahi Jessica oma" suara arbhi agak meninggi


"sst.. arbhi...diem" bu ambar mencoba memberikan isyarat pada arbhi untuk diam


"ooh sejak kapan kamu ga nurut sama oma, arbhi??, andi, ambar, kalian terlalu masa bodoh dengan masa depan dan calon istri untuk arbhi, lihat dia sudah merasa nyaman sendiri dan dia sudah berani membantah, padahal oma lakuin ini untuk masa depan Arbhi dan kelangsungan perusahaan kita juga, kan?". ucap oma dengan kesal


"iya, mi andi faham, tapi andi mau arbhi mencari sendiri calon istrinya"


"haallaah..kamu itu terlalu mengikuti keinginan si anak bandel ini, jadi begini lah anakmu bisa seenaknya menolak, kamu lihat mas mu, si andri mereka di jodohkan dan tak menolak bahkan anak perempuan nya pun mau kok di jodohkan dengan salah satu kolega di perusahaan, lah anakmu ini, malah ga mau padahal sudah lama berteman dengan Jessica, bahkan sudah pacaran juga kan". oma terus saj menggerutu


"tapi mi...." bu ambar mencoba membuka suara


" ga ada tapi tapian mami mau Arbhi ikutin keinginan mami, oia kamu atur saja ambar untuk pertemuan kedua keluarga, titik.." oma kesal ia meninggalkan ruang keluarga siang itu


Arbhi hanya bisa menarik nafasnya dalam dalam, ia menyadarkan tubuhnya dan kemudian ia bangun dan pergi meninggalkan kediaman orang tuanya, sementara itu kedua orang tua arbhi tak bisa berkata apapun.

__ADS_1


__ADS_2