
Esok harinya Hilya pulang ke kediamannya di antar oleh Kenzo karena Hilya khawatir bila Arbhi yang mengantar akan ada yang mengetahui, akhirnya Jane dan Kenzo yang mengantar Hilya untuk pulang
"beb, aku gak ikut antar Hilya ya, aku turun di rumah mama ajah" ucap Jane
"ka... jangan ka mending ikut" ucap Hilya ia merasa tak enak pada Jane
"gak apa-apa, kamu aman kok sama Kenzo, oia ini nomer hape aku, kamu save yaa kalo ada sesuatu hubungi aku ajah yaa" ucap Jane seraya tersenyum
"iyaa ka makasih yaa ka"
" iyaa sama sama"
akhirnya Kenzo pun menurunkan kekasihnya itu di kediaman orang tuanya dan Kenzo segera mengantarkan Hilya
"ka.. makasihh ya" ucap Hilya lirih
" iya sama-sama," ucap Kenzo datar
"maaf yaya ngerepotin kaka sama kak Jane"
"hmmm. ya, kita lakuin ini karena Arbhi, karena kamu cewek yang Arbhi suka dan kamu juga masih... aduhh apa yaa" Kenzo tak enak hati ingin mengatakn Hilya anak kecil
"anak kecil, masih bocah" ucap Hilya perlahan
"oom Arbhi sering bilang begitu kok, dan jujur yaya baru kali ini punya cowok kak, dan baru pertama kali jatuh cinta sama cowok dan itu sama oom Arbhi"
"haaah...!! beneran lu ya." Kenzo terkejut akan ucapan Hilya
"iyaa ka, yaya ga ada waktu buat jalan ma cowok cowok di sekolah, karena Yaya fokus bantu emak buat jualan karena yaya sadar diri, yaya anak yatim piatu, dan yaya harus berbakti sama emak sama abah yang udah besarin yaya" ucap yaya dengan suara bergetar
Kenzo terdiam, fikirannya seketika mengingat Anyelir
"jadi karena ini Arbhi sayang sama si yaya, kisahnya mirip Anyelir sama sama anak yatim piatu" ucap Kenzo dalam hatinya
"yaya, aku cuma bisa bilang ikuti apa kata hati kamu, aku cuma nitip bertahan sama Arbhi dia sebenernya baik bener bener baik"
"iyaa ka, yaya mau coba minta restu lagi sama emak sama abah semoga ajah orang tua Yaya mau ngerti"
"yasudah syukurlah semoga ada jalan keluarnya "
__ADS_1
Kenzo telah sampai mengantarkan Hilya ia segera turun dari kendaraannya dan berjalan mengantarkan Hilya hingga ke depan pintu tiba-tiba
"neng... !" suara pria menegur Hilya, Hilya membalikkan tubuhnya ternyata ia adalah kakak laki laki Hilya
"a Faisal.." ucap Hilya ia sedikit takut Kenzo dan Hilya berpandangan
"kamu nginep di rumah dia makanya semalam ga pulang?" tanya Faisal dengan dingin
"ah , bu..bukan, eng... enggak..eh" ucap Hilya terbata
"siapa dia,?" tanya Faisal seraya menatap sinis pada Kenzo
"dia seumuran Arbhi kayaknya, kenapa si yaya temennya orang dewasa semua perasaan gue ga enak gini" ucap Faisal dalam hatinya
"gue Kenzo,temen nya Hilya?" ucap Kenzo sembari bersalaman
namun Faisal hanya diam tak menyambut salam dari Kenzo ia hanya menatap sinis
"temen?? udah lama lo kenal adek gue? kenapa adek gue bisa pulang sama lo, ini masih jam 7 pagi berarti dia nginep kan di rumah elo?" tanya Faisal
"sory lo salah faham!" ucap Kenzo
"cih.. yaya masuk, emak sama abah ga ada kamu bilang di rumah, aa pulang ternyata ga ada di rumah semalaman!" ucap Faisal dengan nada kesal , dan segera meninggalkan Hilya
" udah kamu masuk, yang penting aku udah anter kamu pulang, aku pamit yaa!"
"yaa ka makasih yaa ka, maafin a faisal..." ucap Hilya
"Yaya.... masuk!!!! "teriak Faisal kesal pada Hilya
Hilya segera masuk dan Kenzo segera pergi meninggalkan kediaman Hilya
di dalam rumah Faisal sudah duduk terdiam dengan tatapan marah
"jadi kayak gini kelakukan kamu kalo orang tua ga ada di rumah???" tanya Faisal
"aa salah faham a, ini semua ga seperti yang aa fikirin?"
"terus apa, yaya, aa, emak abah kayak gini sama yaya bukan ngekang, tapi sayang, kamu itu perempuan, bawa perut...!!! jangan sembarangan main sama laki-laki!!, dia siapa? anak mana? pacar baru?? " tanya faisal penuh pertanyaan
__ADS_1
Hilya hanya diam tak menjawab ia tahu watak faisal sangat keras pada adik perempuan nya ia tak suka bila adik perempuan Hilya ataupun Alma menginap di rumah teman karena baginya anak perempuan yang baik sudah di rumah pukul 9. malam dan tidak pernah keluyuran malam bahkan menginap walaupun menginap di rumah teman perempuan, namun kali ini ia melihat dengan mata kepala nya sendiri Hilya di antar oleh pria yang lain.
"jawab!! kalo di tanya cuma diem...!" faisal membentak Hilya.
"namaya kenzo a, tinggal di apartemen emerald" ucap Hilya
apartemen emerald adalah apartemen yang terkenal dengan penghuni kelas atas.
"Ooh bagus!! mainannya apartemen yaa? orang kaya? yaya..yaya....! udah sekarang kamu aa larang keluar? di rumah ajah kamu", Faisal kesal ia keluar meninggalkan hilya dan meninggalkan rumah ia mengunci pintu dari luar
"aa... jangan a....jangan di kunci!"
" biarin biar kamu kapok...." ucap Faisal dengan kesalnya, lalu ia pergi keluar pagi itu meninggal kan Hilya.
Hilya terduduk di ruang tamu ia menangis pilu, mengapa semua keluarga sangat over protective pada dirinya ia merasa dikekang saat ini
Hilya merogoh ponselnya ia mencari kontak Arbhi dalam kesedihan dan kekalutan nya ia menelepon Arbhi.
📲
"halo yaya...!"
"oom...hiks..hiks..oom..."
"kenapa? kamu kenapa? hah..ada apa...?" Arbhi panik
"kenapa semua jadi ngekang yaya, apa yaya ga boleh bahagia sama oom!" ucap Hilya sembari menangis terisak
"kenapa di saaat yaya nemuin bahagia yaya ga diizinkn buat bahagia" ucap Hilya kembali, namun Arbhi hanya diam ia tak bisa berkata apapun hatinya sangat sakit ia yakin pagi ini Hilya mendapatkan masalah di rumahnya
"sabar yaa sayang, aku akan coba sebisa mungkin agar kamu dan aku bisa bareng dan dapet restu,"
"tapi kalo ga berhasil gimana oom!"
"aku bawa kamu pergi dari sini!"
"tapi oom!!"
"aku udah buntu yaya, aku cuma takut kehilangan kamu itu ajah" ucap Arbhi dengan suara bergetar
__ADS_1
"saat ini kamu sabar dulu yaa diam ajah dulu di rumah saja dulu oke..aku sayang kamu ya"
"yaya juga sayang sama oom, Yaya ga mau kehilangan oom, yaya...yaya cinta sama oom..." tangis Hilya pecah di telepon membuat Arbhi semakin merasa sakit ingin rasanya hari itu juga ia menbawa Hilya pergi namun ia tak kuasa karena banyak masalah yang belum ia selesai kan.