
Pagi itu Hilya bangun dari tidurnya ia melihat jam di dinding kamarnya
"hah.. aduhh kok bisa sih gue kesiangan" Hilya panik ia segera bangun dan berlari menuju dapur.
"heum, wangi apa ini" Hilya mencium aroma yang sangat nikmat dan harum dari arah dapur ia berjalan perlahan lalu ia mengintip ke arah dapur
"hah.. oom Arbhi?" ucap Hilya seraya mengernyitkan dahinya ia melihat Arbhi sedang memasak sarapan pagi itu.
Hilya hanya diam, ia tak berani menghampiri Arbhi
"jangan ngintip, mending ke sini bantuin gue masak" ucap Arbhi tiba tiba, ia menyadari kedatangan Hilya
"hehehe,, heum maaf oom aku kesiangan" ucap Hilya hati hati
"enak yaa, lagi di skorsing tidur nyenyak, bangun siang" ketus Arbhi,
"yaa maaf," ucap Hilya sembari memanyunkan bibirnya dan mulai membantu Arbhi
Hilya berkali-kali melirik ke Arbhi yang sedang sibuk memasak
"heum, oom, heum kemarin oom ke sekolah ya" tanya Hilya dengan sangat hati-hati
"iya,"
"oom udah tau masalah nya kan, dia yang salah oom, dia bilang aku ...."
"heumm bodo amat, gue ga mau ambil pusing," Arbhi memotong pembicaraan Hilya, dan Hilya langsung terdiam tak melanjutkan bicaranya
"tuh kalo lo mau sarapan," Arbhi membagi dua nasi goreng spesial buatannya ke dalam dua piring.
Arbhi meninggalkan Hilya sembari membawa satu piring nasi goreng dan satu gelas teh hangat buatanya sendiri, tanpa tersenyum dan menoleh pada Hilya ia pergi kembali ke dalam ruang kerjanya.
Hilya hanya terdiam, melihat punggung arbhi yang pergi menjauh,
minggu pagi Hilya sudah bersiap karena hari ini adalah hari libur untuknya dengan cepat ia menuruni anak tangga dan berjalan menghampiri Arbhi yang tengah sibuk menelepon seseorang di taman belakang
"oom,. oom Arbhi" ucap Hilya memanggil Arbhi, arbhi hanya memberikan isyarat untuk diam pada hilya karena dia sedang berbicara di telepon dengan seseorang.
"ada apa" ucap dingin Arbhi sembari menutup teleponnya.
"mau pergi dulu" ucap Hilya
"lu mau baliik ke rumah? gue hari ini ga kerumah mami!"
"ohh enggak oom. hari ini ga pulang, aku mau ke toko buku dan mau main seharian di rumah Naura!"
Arbhi hanya diam mendengar ucapan hilya. ia ingin melarang namin ini adalah hari miggu hari libur dan hari bebas untuk Hilya
"yaudah sana" ucap Arbhi dengan wajah acuhnya
"berangkat yaa oom" ucap Hilya seraya tersenyum namun Arbhi tak membalas senyuman hilya,
Hilya segera berangkat menuju toko buku sesampainya di sana setelah menunggu beberapa menit Naura tak kunjung datang
"ck ... si Naura lamaa amat sih" ucap hilya ia duduk sendiri dan sembari menyedot ice boba nya,.
"Hilya..?" suara seorang laki laki menyapa Hilya dari arah belakang, Hilya terkejut ia menoleh untuk mencari tahu siapa pria itu,
"pak kevin!" ucap Hilya seraya tersenyum lebar
"kamu sama siapa di sini?"
"heum nunggu Naura pak, tapi belum datang juga"
"ohh, heum gimana kalo sambil nunggu Hilya kamu Temani saya dulu mau ga ?" ajak Kevin pada Hilya
"heumm okee tapi kalo Naura udah datang aku tinggal yaa pak!"
__ADS_1
"iyaa gak apa-apa dari pada kamu bete kan sendirian disini",
"okedeh ayoo pak aku temenin, heheh" ucap Hilya sembari berjalan bersama Kevin siang itu,.
semua store di sambangi oleh Kevin dan Hilya, entah apa yang Kevin cari siang itu, lalu Kevin mengajak Hilya untuk makan siang sesampainya di food court Hilya dan Kevin segera memesan menu untuk mereka makan siang
"ck, si Naura malah ga jadi datang" gerutu hilya dalam hatinya sembari melihat isi chat dari naura
"kenapa? naura ga bisa datang?" tanya kevin dan hanya dibalas dengan anggukan oleh Hilya,
"yaudah kan ada saya!" ucap pak kevin sembari tersenyum
"heum hehe iya" Hilya mulai salah tingkah di buatnya ,
sembari menyantap makanan kevin terus menatap dalam-dalam wajah Hilya, tanpa kevin sadari ie meraih jemari Hilya dan hendak menggenggam nya namun dengan cepat hilya menolak dan menarik tangannya
"ah, maaf," ucap kevin
"heum, gak apa-apa" canggung Hilya
"heum. jujur aku mau bicara serius sama kamu Hilya",
"hm., bapak mau bicara apa"
"heum, saya tertarik sama kamu hilya!" ucap kevin tiba tiba
"haaah,. ma...maksud pak kevin apa ya"
"heum, saya suka kamu hilya. sedari kamu masuk ke smu, dan bila kamu mengizinkannya, saya mau masuk ke dalam kehidupan kamu" ucap kevin, Hilya terkejut akan pernyataan perasaan itu
"heum, maaf pak. seperti nya bapak keliru deh, oh maaf maksud saya semua guru pasti menyukai muridnya kan"
"ini berbeda, saya suka kamu,. saya cinta sama kamu, saya sayang sama kamu", ucap kevin sembari menatap dalam-dalam wajah Hilya,. ia kembali menarik dan menggenggam erat jari jemari Hilya
"aku harap kamu bisa balas perasaan aku ini Hilya" ucap kevin, hilya ingin melepaskan genggaman itu namun Kevin sangat erat menggenggam jari jemari Hilya
dengan sigap kevin mengejar Hilya dan menarik lengan Hilya
"tunggu kamu belom jawab atas perasaan aku,"
"maaf pak, seperti nya bapak salah faham, saya cuma anggap bapak sebagai guru saya di sekolah tidak lebih"
"tak apa kamu anggap seperti itu di sekolah di luar kita bisa jalan bareng,. saya janji akan rahasiakan hubungan ini"
"maaf pak saya ga bisa" Hilya mencoba lepas dari cengkeraman tangan kevin di lengannya
"aku tau kamu juga ada rasa kan?"
"ga ada pak. ga ada! bapak saya anggap guru saya yang baik," ucap Hilya sedikit berontak
"pliss Hilya, kita jalani dulu"
"aduhh ga bisa yaya ga mau" Hilya semakin mencoba melepaskan tapi kevin malah makin kuat memegang tangan Hilya
"LEPAS.. DIA BILANG GA YA ENGGAK...". ucap seorang pria yang tiba-tiba berdiri di belakang Hilya dan memegang kedua bahu Hilya ia berbicara sedikit keras pada kevin
Hilya menoleh pada pria tersebut
"oom Arbhi?" Ucap hilya ia terkejut akan kehadiran arbhi dan kevin melepaskan tangan Hilya
"kamu siapa?" tanya kevin
"lo ga usah tau gue siapa yang jelas gue liat lu udah maksa dia", ucap Arbhi, Kevin hanya diam tak menjawab
"oom, udah oom kita pulang ajah", ajak Hilya, Arbhi hanya diam sembari menatap tajam pada Kevin.
Hilya terus menarik lengan Arbhi untuk pergi,
__ADS_1
"awas lu, kalo berani maksa Hilya lagi, kelar idup lo" ancam Arbhi seraya menunjuk pada kevin
"ayooo.... oom, iih udah ayoo kita pulang" Hilya terus menarik lengan Arbhi lalu Arbhi meninggal kan kevin yang berdiri sembari tersenyum sinis pada Arbhi
"ck ... oom? heuh .. ternyata gosip itu bener, sial gagal lagi ajah gue" ucap kevin sembari tertawa siinis
Hilya terus menarik lengan Arbhi
"wooy, gue orang bukan kambing, lepas ga..." ucap Arbhi ia ingin hilya melepaskan lengannya dari lengan arbhi
"ehh maaf" ucap hilya
"lu bilang mau cari buku. ehh malah nge date?"
"iih siapa yang ngedate.?"
"itu tadi, apa. bukan nge date?". ucap Arbhi seraya menunjuk ke arah food court
"iissh, dia guru aku oom "
"heuh.. guru ooow guru yang maksa muridnya buat nerima perasaan nya, eh hilya jangan bikin gosip lu di sekolah jadi kenyataan dong,". ucap Arbhi sembari melotot kesal pada hilya
"gosip apa?"
"heum, jangan pura-pura ga tau."
Hilya terdiam ia tak bisa berkata apa apa
"ayoo pulang, " ucapa Arbhi ia berjalan meninggalkan Hilya
diperjalanan hilya hanya diam tak berani berbicara apapun
"gue udah tau lo di sekolah di katain jelek sama temen lu sendiri, seharusnya lu mikir gosip lagi rame di sekolah lo malah jalan sama guru Lo itu,"
"iishh, itu ga sengaja oom. ketemu gitu ajah"
"ya lo kan bisa nolak, lo udah dewasa harus tau batasan murid sama guru, gue ga mau tau. lu jaga jarak sama guru lo itu", ucap Arbhi dengan nada dingin, Hilya hanya diam tak menjawab
"denger ga sih lu"
"iyaa iyaa,"
Arbhi melirik ke arah Hilya yang memasang wajah kesal,
"gue lakuin ini cuma gue ngerasa kasian sama lu, gue kasian sama orang tua lu, gue cuma mau lo fokus belajar itu ajah jangan bikin masalah" ucap Arbhi dengan lembut, Hilya menoleh pada arbhi ia menatap lembut pada arbhi
"pak kevin bilang suka sama aku oom"
"tolak..!" ketus arbhi
"dia maksa, pengen aku terima dia"
" tolak...!"
"heumm oke" sahut Hilya sembari menarik nafasnya dalam-dalam.
"ck lagian pak kevin apaan sih, sejak kapan dia suka sama gue terus bu mutia gimana?" ucap Hilya dalam hatinya
"oh iyaa, oom kok bisa ada di situ tadi", tanya Hilya dengan rasa penasaran
"ooh heum, gue abis cari sesuatu" ucap Arbhi dengan tenang
"oouwhh kirain ngikutin aku hehehe", tanya hilya sembari tertawa
"pedee amat lu, ga ada kerjaan amat gue ngikutin bocah kayak elu" ucap Arbhi dengan nada dingin dan tanpa senyum
Hilya hanya bisa menahan tawa tetapi entah kenapa hatinya merasa tenang bila ada sesuatu, dan arbhi datang untuk membantu dan memberi pertolongan, ia mulai terbiasa akan sikap dingin Arbhi
__ADS_1