I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
MASIH KESAL


__ADS_3

Sabtu pagi Hilya Sudah disibukan dengan pekerjaan rumah tangga dan tepat pukul 8 pagi Arbhi sudah bangun dan duduk santai di taman belakang, dengan sigap Hilya membawa beberapa potong kue dan kopi manis untuk Arbhi


Hilya berjalan perlahan dan menaruh secangkir kopi manis dan kudapan tanpa banyak bicara Hilya dengan cepat pergi meninggalkan Arbhi, Arbhi hanya diam sembari melirik ke arah Hilya, pukul 11 siang hilya menghampiri Arbhi di ruang kerjanya


"oom. mau izin keluar sebentar" ucap dingin Hilya pada Arbhi


"mau kemana??" jawab Arbhi tanpa menoleh pada Hilya, ia masih fokus membuat garis skala untuk project design gedung,


"ke rental komputer aku ada tugas sekolah"


"ya, jangan sampe telat pulang"


"iya", ucap Hilya dengan nada malasnya ia segera meninggalkan kediaman Arbhi,


setelah kepergian Hilya, tiba tiba ponselnya berdering ternyata itu adalah telepon dari bu Ambar


📲


"halo mi,"


"arbhi, kamu kemaren kenapa mau balikin si hilya"


"tadinya arbhi ga mau mi,. dia masih sekolah, tapi arbhi pikir-pikir lagi yaudah ga jadi arbhi balikin"


"Alhamdulillah, yaudah mami titip Hilya yaa, jangan kamu bentak jangan kamu sakitin hatinya Hilya,"


"iyaa iyaa mi, siaaap"


"yaudah besok kamu mau ke rumah ga,"


"tumben mami nawarin hahahha biasanya ogah kedatangan Arbhi"


"ihh kamu ini kalo kamu ga bikin ulah mami ga bakal kesel.sama kamu nak...",


"lihat besok ajah yaa mi",.


"yaudah kalo besok ke Sini sekalian bawa Hilya besok kan hari liburnya dia kan"


"oh iyaa mi okee"


"yasudah mami mau suapin si irgi dulu, baik baik yaa sama Hilya".


"heuummm"


lalu bu Ambar pun menutup teleponnya. lalu Arbhi kembali melanjutkan pekerjaannya


"seandainya mami tau kemarin gue abis ngomong ga enak sama si bocah itu. mami pasti marah sama gue,", ucao arbhi


setelah merasa penat arbhi turun ke dapur ia membuka lemari es lalu ia mencari minuman kaleng beralkohol miliknya yang biasa ia minum


"looh kok ga ada kemaren gue kan abis beli satu dus", Arbhi mencari ke semua lemari ternyata tak ada satupun minuman yang ia inginkan.

__ADS_1


Tak lama kemudian Hilya datang ia segera menuju dapur ia melihat Arbhi sedang mencari sesuatu


"cari apa oom.?" tanya Hilya


"heum, lo lihat minuman gue ga soft drink gue yang di kulkas kok ga ada semua..!" ucap Arbhi seraya terus mencari dengan membuka semua lemari dan laci di dapur.


"maksud oom, beer dalam kaleng??"


"iyaa" ucap Arbhi ia mengehentikan pencarian nya


"aku buang...!" ucap Hilya dengN berani


"haaah.. gilaa lu yaa seenaknya buang minuman gue...!" ucap Arbhi dengan kesal


namun Hilya hanya acuh tak mendengar ocehan Arbhi, Hilya hanya diam mengambil gelas dan mengisi gelasnya dengan air dingin. lalu meminumnya, Arbhi hanya tersenyum sinis


"lu mau sok sok an. ngatur gue kayak mami apa lu di suruh mami" ucap arbhi sembari tertawa sinis


"gak kok"


"terus apa...? lu ga ada hak yaa buat buang semua apa yang gue suka"


"terserah aku dong kan aku yang beresin rumah ini, kan. aku babu, P..E..M..B..A..N..T..U". ucap Hilya seraya melotot pada Arbhi,


Arbhi hanya menahan kesal dengan tingkah Hilya yang mulai berani menggertak nya


"kok diem oom, marah yaa, kesel yaa, sakit hati sama aku, kita impas, ga enak kan rasanya sakit hati ga enak kan rasanya kesel" ucap Hilya sembari melipat tangannya


"iih enggak lah ngapain, balas dendam sama orang kayak oom, rugii banget cuma ngurangin pahala" ucap Hilya


"gaji lu gue potong..!" ucap Arbhi seraya menunjuk wajah Hilya


"biarin ga apa-apa anggap ajah kerja aku ini sedekah " ucap hilya.


ia masih merasa kesal pada Arbhi yang semalam telah berkata kasar padanya ia lalu pergi meninggalkan dapur menuju kamarnya sedangkan Arbhi hanya terdiam, melihat Hilya yang pergi meninggalkan nya sendiri


"sialan tuh babu ... berani amat sama gue..!" kesal Arbhi


malam harinya arbhi sedang bersantai di ruang tv lalu, terdengar seseorang menekan bel kediaman arbhi,


"yaya... ada tamu tuh" ucap Arbhi ia menyuruh Hilya untuk membuka pintu dan melihat siapakah tamu yang datang


dengan cepat hilya membuka pintu.


"assalamualaikum..." salam pria itu dengan senyum ramah nya


"waalaikum salam" Hilya menjawab salam dari pria itu dengan senyum pula


"cari siapa yaa oom,?"


"ah arbhi nya ad...?"

__ADS_1


"ooh ada oom, silahkan masuk!" ucap Hilya mempersilahkan pria itu untuk masuk, si pria itu hanya tersenyum mengikuti langkah Hilya


"itu oom, om Arbhi nya" tunjuk Hilya dengan sopan menggunakan ibu jari.


"ooh oke makasih yaa cantik. oh yaa nama kamu siapa boleh dong kenalan ...?" pria itu menyodorkan tanganya ingin berkenalan denga. hilya


"oh, aku Hilya oom. biasa di panggil yaya, aku assisten rumah tangga nya oom Arbhi" ucap Hilya seraya tersenyum


"wooow, eh maaf yaa," ucap pria itu dengan nada terkejut


Hilya hanya tersenyum


lalu tiba-tiba Arbhi menghampiri Hilya dan pria tersebut


"wooy, ngapain lu, tumben mencet bel segala biasanya nyelonong" ucap arbhi ketus


"hahahah gue lihat ada sendal, cewek makanya gue kira ada cewek lu ahahahah", si pria itu tertawa terbahak bahak, namun Arbhi hanya diam sembari meninggalkan hilya dan temannya itu


"mau minum apa oom..?" Hilya menawarkan minuman pada kawan Arbhi


"GA USAH DI TAWARIN BIARIN DIA NGAMBIL SENDIRI..!" teriak Arbhi dari ruang tv si pria tersebut hanya tertawa


"macan ngamuk tuh neng hahahah" si pria itu tertawa sembari menghampiri Arbhi


dia adalah Kenzo Putra Pradana sahabat kental Arbhi semasa sekolah dulu, hanya ia yang selalu berkunjung ke kediaman Arbhi.



"sst... bhi, assisten lu cakep bhi" bisik Kenzo seraya melihat ke arah Hilya yang sedang sibuk membuatkan minuman untuk tamu Arbhi.


"biasa aajah.." ketus arbhi


"ehh si Jessica bulan depan balik tuh, dari Aussie, lu udah tau belom bhi"


"belom,"


"deuhh cewek sendiri kok ga tau"


"lu kira gue pacaran sama dia selalu telepon selalu berkabar, no ...! ga pernah ...! prinsip gue kalo dia masih anggap gue pacarnya yaa dia pasti nyari gue dong haha iyaa ga" ucap Arbhi


"iya.. iya.. ya...ya... hahaha harus gitu dong masa cowok ganteng sekelas arbhi alvino harus ngejar cewek" ucap Kenzo


"itu lu tau," ucap Arbhi sembari merebahkan tubuhnya di di sofa


"bhi, si Hilya boleh juga tuh gue deketin yaa!" ucap Kenzo sembari memainkan alisnya


Arbhi mengepalkan tangannya memberi tanda kenzo tak boleh mendekati Hilya


"hahahah....iyaa iyaa gue paham" ucap Kenzo kembali,


malam itu Arbhi di temani oleh kenzo sedangkan Hilya yang sudah sangat senang esok hari adalah hari libur ia berencana akan pulang menuju kediaman orang tuanya ia sangat rindu pada adik dan kedua orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2