
Malam itu Hilya mengetuk kamar Arbhi dengan hati hati namun Arbhi tak juga membuka pintunya lalu Hilya memberanikan diri untuk membuka pintu dan masuk ke kamar Arbhi dengan hati hati ia menghampiri Arbhi di lihatnya Arbhi sedang tidur pulas, hanya mengenakan celana pendek dan kaos lengan buntung,
"oom .... oom Arbhi bangun oom udah malem, makan dulu" Hilya dengan hati hati membangunkan Arbhi namun Arbhi hanya diam
"oom,..oom...." Hilya terus membangun kan Arbhi
"haehh udah lah mungkin dia ngantuk banget gue siapin ajah di meja makan" ucap Hilya ia beranjak pergi meninggalkan kamar Arbhi
"zzzaaappp..." tiba-tiba Arbhi memegang legan Hilya dan menariknya
"aaaaaa..." Hilya berteriak karena ia merasa terkejut
Hilya jatuh ke dalam pelukan Arbhi, Arbhi mendekap erat tubuh Hilya tetapi matanya masih tetap terpejam
"aaah.. aduuhh oom" Hilya mencoba melepaskan dekapan Arbhi
"diem...!" ucap Arbhi
"tapi..oom.." Hilya tak melanjutkan ucapannya
"gue bilang diem yaa diem...!, lu cemburuan banget" ucap Arbhi sembari tetap mendekap Hilya
"maksudnya, cemburuan apa..? iih ngapain yaya cemburu" Hilya merajuk dan tetap mencoba melepaskan dekapan Arbhi.
"heum lo cemburu sama dona?, lo suka banget yaa sama gue?" ucap Arbhi seraya tersenyum sembari memejamkan matanya.
"iih gak kok.. enak ajah, yaya ga suka?" Hilya merajuk kembali
Arbhi membuka matanya dan memandang Hilya yang berada di dekapan nya.
"jelek, cemburunya jelek banget" ucap Arbhi seraya membelai pipi Hilya, namun Hilya hanya diam memanyunkan bibirnya
"udah ah, lepasin" ucap Hilya dengan nada manja.
"ssst.... diem.. nyaman banget kayak gini" Arbhi terus mendekap Hilya
"duuh kok oom Arbhi kayak gini, bikin gue salah faham ajah" bisik hati hilya
"oom yaya mau balik ke kamar"
"ga boleh, nanti dulu, begini ajah dulu" pinta Arbhi yang kembali memejamkan matanya dan tetap mendekap Hilya
Hilya hanya bisa diam dan tanpa sadar Hilya pun larut dalam dekapan hangat tubuh Arbhi lalu tak terasa Hilya yang mulai mengantuk malam itu dan akhirnya Hilya pun tertidur dalam dekapan Arbhi malam itu
pukul 1 malam Hilya terbangun ia masih tidur di atas kasur Arbhi dan tubuhnya di balut oleh selimut ia melihat di samping kiri dan kanannya, Arbhi sudah tak ada di samping. Hilya tiba tiba teringat akan Irgi ia beranjak dari tidurnya dan segera berlari menuju kamar Hilya,
"maaf oom aku ketiduran" ucap Hilya ketika melihat Arbhi memberikan susu untuk Irgi.
"gak apa-apa", ucap Arbhi singkat
__ADS_1
hilya berjalan dan kembali tidur di samping Irgi, ia memeluk Irgi lalu kembali tertidur Arbhi menatap dalam-dalam wajah Hilya, lalu ia pun ikut tertidur di samping Irgi, dan dengan hati hati arbhi memeluk Irgi sembari memeluk Hilya yang tidur pulas di samping Irgi,
pukul setengah 5 pagi Hilya terbangun ia merasakan tangannya hangat ternyata Arbhi menggenggam erat jari jemari Hilya sembari memeluk irgi yang tidur di tengah-tengah mereka berdua,
"heum kenapa oom Arbhi begini yaa sama gue, gue takut mengsalah artikan perasaan gue sendiri, gue takut oom Arbhi hanya jadikan gue mainan", ucap Hilya sembari menatap wajah Arbhi yang tertidur pulas
pagi itu dengan cepat Hilya membuatkan sarapan untuk Arbhi dan Irgi, ketika Hilya sedang memasak tiba tiba Arbhi turun dari kamarnya dan menghampiri Hilya yang sedang memasak di dapur
Arbhi meraih gelas kosong dan mengisinya dengan air hangat ia meminum dengan hati hati Hilya hanya menoleh dan kembali memasak
"ujian lo tinggal berapa hari lagi??" tanya Arbhi
"heum minggu depan oom,"
"ooh, yaudah belajar yang bener"
"heum. iyaa, heum oom...heummm" Hilya ingin bertanya tentang perlakuan Arbhi akhir akhir ini namun ia ragu
"ada apa..?" tanya Arbhi kembali
"heum, ga apa-apa " Hilya mengurungkan niatnya untuk bertanya pada Arbhi.
Arbhi hanya menarik nafas dan kembali meninggalkan Hilya di dapur, Hilya hanya diam banyak pertanyaan yang menggelayut di benak nya akan perhatian dan tingkah laku Arbhi,
"jangan mikir macem macem, nanti gue jawab di saat lo udah dapet surat kelulusan fokus belajar dan kasih gue nilai terbaik di ujian lu dulu" ucap Arbhi yang tiba tiba memeluk Hilya dari belakang.
"ah...heum, ii..iiya..oom"
"hahah kenapa jadi gagap gituh" ledek Arbhi
"ehh enggak apa-apa!"
"cieee salting yaa,", ledek Arbhi dengan cepet ia mencium pipi Hilya dengan hidungnya dan tangannya membelai lembut kepala Hilya dan ia kembali meninggalkan Hilya,
"aduuh jantung... masih sehat, kan? aduuh gilaa.. pagi pagi kenapa dapet beginian" ucap Hilya dalam hatinya.
hatinya berbunga-bunga jantungnya tak henti-hentinya berdegup kencang, ingin rasanya ia melompat kegirangan pagi itu namun ia tahan.
Sesampainya di sekolah Hilya masih senyum senyum sendiri mengingat kejadian manis dua hari terakhir ini
"wooy...yaya lu kesambet setan di mana sih." tanya Naura yang melihat Hilya senyum senyum sendiri
"ded.. sini deh", panggil Naura pada Dedi
"napa ra,?" tanya Dedi
"si Hilya aneh, senyum senyum sendiri kenapa nih bocah", bisik Naura pada Dedi, lalu Dedi mendekati wajah Hilya
"yaya, lu sakit. apa lu bahagia lu abis menang lotre?", tanya Dedi dengan melototi Hilya
__ADS_1
"hahahah, dediiii gue bahagia, Naura gue bahagia... .baru kali ini gue bahagia bangeeeeet" teriak Hilya seraya mengguncang- guncang kan tubuh Dedi
"aduuh yaya, rontok ini mah baut di badan gue.,, iish.. lu kenapa sih", Dedi menoyor kepala Hilya
"iyaa ihh aneh banget"
"Naura, gue happy banget, oom Arbhi jadi manis banget sama gue" ucap Hilya seraya memeluk Naura
"deuuuhhh jatuh cinta lu yaa ahh males gue ah cewek mah kalo lagi jatuh cinta baperan.... " ucap Dedi seraya meninggal kan Hilya dan Naura
"hahaha..hahah bodooo amat...", teriak Hilya dengan tetap tertawa bahagia
"iih yaya, berisik tau", Naura menutup mulut Hilya
"oom Arbhi cium gue kemarin dan hari ini" bisik Hilya pada naura
"whaaaaat....!!! 😳" naura terkejut mendengar ucapan Hilya
"hooh. aduhh bikin jantung gue, dag dig dug... mimpi apa gue ya., ehh menurut lo apa oom Arbhi suka sama gue" tanya Hilya dengan antusias
"dia nembak lo,?" tanya Naura
"enggak?"
"di tiba tiba ajah kissing elo gituh" tanya Naura kembali
"iyaa..heheh"
"lo ga nolak"
"ga bisa nolaaakk.. dia kan makhluk Allah yang terlihat sempurna secara visual" ucap Hilya dengan mata berbinar-binar
"yaya, gue cuma bisa bilang lo hati hati yaa. oom Arbhi dan lu itu usianya beda 10 tahun dia lebih dewasa dari lo dan pengalaman pacaran nya lebih banyak dari lo, saran gue lo jangan dulu ge'er deh yaa cari tau dulu" ucap Naura
"iih kok lu malah bikin gue hopeless gituh"
"bukan gitu yaya, cowok yang lu sukai ini udah dewasa, ganteung pula,"
"tapi gue bahagia.."
"haeum.. yaudah lah kalo lo bahagia susah sih kalo orang lagi jatuh cinta siapapun yang ngasih nasehat gak bakal di dengerin"
"heheh, iyaa iyaa tapi oom Arbhi tadi pagi bilang setelah gue lulus dia akan jawab semua pertanyaan yang ada di fikiran gue, dan dia mau gue fokus untuk ujian akhir dulu"
"bagus doong, gue setuju itu yaudah lo pelan pelan ajah jalaninnya, tapi lo harus tetap fokus buat ujian minggu depan okee..." pinta Naura seraya menoyor kepala Hilya
"okee...okeee siaaap boos",
hari itu Hilya sangat merasa bahagia dan bersemangat, ia benar benar merasakan jatuh cinta pada Arbhi.
__ADS_1