I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
I NEED QUALITY TIME


__ADS_3

Tanpa terasa rumah tangga Arbhi dan Hilya sudah berlanjut hingga 8 tahun lamanya kini Hilya tengah mengandung anak kedua mereka namun harus ke hari Arbhi sangat sibuk hingga tak ada waktu untuk bersama keluarga nya


"bunda,koo ayah sekarang jarang kumpul sama kita sih"ucap ichi yang saat itu tengah duduk bersama Hilya di depan televisi


"heum, ayah kan lagi cari uang, buat kita nak"


"iyaa sih kakak tau bun, tapi apa ga ada waktu" ucap ichi dengan nada kecewa"


Hilya hanya bisa membelai rambut anak lelaki nya itu.


"heumm iya juga mas Arbhi akhir akhir ini memang lebih sibuk dari biasanya" ucap hilya seraya mengelus perutnya yang membesar


malam harinya ia terbangun Arbhi sudah berada di sampingnya tengah tertidur


"pulang jam berpa, mas Arbhi kok sudah tidur?" bisik hilya ia melirik ke jam di dinding kamarnya ternyata pukul 2 malam


pagi harinya ia membuat sarapan pagi untuk anak dan suaminya, lalu ichi pergi pagi itu tanpa berpamitan pada Arbhi yang masih tertidur lelap


arbhi melanggahkan kakinya menuruni anak tangga di dapatinya hilya tengah mencuci piring di dapur


"sayang, biar aku ajah" ucapa Arbhi seraya meraih piring, yang ia pegang


"ga usah" ucap hilya dengan ketus


"heum kamu kenapa sih?" tanya Arbhi seraya mengernyitkan dahinya


"mas yang kenapa,akhir akhir ini ga ada waktu buat aku buat anak,sibuk kerja terus" ucap Hilya dengan kesalnya


"aku kerja buat kamu buat ichi buat anak kita yang lagi di perut kamu,kenapa jadi sewot begitu sih" ucap Arbhi dengan kesal


"mass.. ! bukannya begitu aku tau kamu cari uang tapi apa harus sampai ga ada waktu buat aku sama ichi, mas memang kita kesulitan uang banget yaa,heum??? " tanya hilya dengan kesal dan bernada tinggi


"gak kan??". ucap hilya kembali seraya membanting sendok yang tengah ia pegang lalu ia meninggal kan Arbhi sendiri, Arbhi hanya diam ia tak menjawab pertanyaan Hilya

__ADS_1


Hilya melangkah kan kakinya masuk ke dalam kamar ichi tak lama kemudian Arbhi menghasilkan Hilya yang tegah berada di dalam kamar ichi seorang diri.


"sayang," ucap Arbhi ia duduk di kursi ia menatap Hilya dalam dalam


"aku minta maaf... aku tau aku terlalu sibuk akhir akhir ini aku janji aku akan luangkan waktu untuk keluarga kita, yaa, " ucap Arbhi seraya menggenggam tangan Hilya namun Hilya hanya diam, menahan sesak air matayny mulai jatuh ia, hanya memegangi perutnya yang membesar.


Arbhi memeluk Hilya dengan rasa sayangnya ia menyesali perbuatannya yang kurang memperhatikan keluarga sendiri


Hilya hanya diam tak berkata apapun ia masih merasa kesal pada arbhi.


Beberapa hari kemudian Hilya dan ichi menyambangi kediaman orang tua arbhi.


"kakak ichi nanti sore ayah jemput yaa" ucap Arbhi sembari mengendarai mobil nya


"iyaa" ucap ichi singkat


"ka, denger denger ada pertandingan basket yaa di sekolah antar smp" tanya Arbhi kembali


"kapan tuh ka, kaka ikut club basket kan??"


"udah minggu kemarin" ucap Ichi dengan kesal, Arbhi terdiam


"bunda yang datang ayah enggak" ucap ichi kembali, Arbhi terdiam Hilya yang duduk di kursi belakang hanya diam


Arbhi merasa bersalah padahal ia berjanji akan menghadiri pertandingan basket itu


"maaf yaa ayah lupa" ucap Arbhi lirih


"heumm iyaa" ucap ichi singkat


sesampainya di kediaman orang tua Arbhi, ichi tak pamit ia segera masuk ke dalam rumah orang tua Arbhi


"sayang, ichi masih marah kayaknya" tanya Arbhi

__ADS_1


"heum, ga tau mas, aku masuk yaa, mas ga masuk dulu?"


"heumm,. salam ajah buat mami aku buru buru" ucap Arbhi ia mendekati pipi hilyya hendak menciumnya namun Hilya langsung menghindar dan pergi.


"haaaeeehhh...ck,. masih pada ngambek" ucap Arbhi ia pun kembali masuk ke dalam mobil nya dan pergi meninggalkan kediaman orang tuaya


siang itu Hilya banyak bercerita kepada kedua mertua nya itu


"arbhi memang seperti itu dulu sebelum kenal kamu dia pernah seperti ini gila kerja gila main sampe ga pernah pulang" ucap Bu Ambar


"Yaya ngerti sih mi, cuma apa ga ada waktu buat keluarga apalagi dua bulan lagi Yaya melahirkan mu" ucap hilya lirih


"mungkin dia ingin menambah simpanan keuangan kalian takut nanti ada sesuatu yang tidak diinginkan, atau untuk berjaga-jaga" ucap pak Andi


"papi yakin Arbhi memiliki maksudnya akan semua ini"


"iyaa pi yaya faham, yaya sekarang ga mau banyak bicara pi, hanya saja, ichi kadang ngerasa jenuh ingin pergi dengan ayahnya "


"heum, nanti mami yang bicara yaa sama Arbhi, kamu ga boleh stress ya" ucap bu ambar seraya membelai rambut Hilya, Hilya hanya tersenyum ketir


malam harinya Hilya sedang berada di kamar tidur sedangkan ichi sudah terlelap, Arbhi masuk ke dalam kamar dan memeluk hilya dan membelai nya


"maaf yaa akhir-akhir ini aku sibuk" ucap Arbhi


"heum, sibuk untuk apa sih mas"


"aku kerja keras untuk menabung untuk masa depan anak anak kita" ucap Arbhi lirih


"aku tau mas, tapi apa harus se over ini kamu bekerja sampe ga ada waktu buat aku, dan ichi sebentar lagi bayi di kandungan aku akan lahir tapi kamu ga pernah ada di rumah" ucap Hilya dengan suara lirih


"iyaa maaf...maaf" ucap Arbhi ia menciumi Hilya dengan penuh rasa sayang


malam itu Arbhi dan hilya cukup banyak berbincang bincang,hilya meluapkan semua apa yang ada di hati dan pikiran nya, ia faham Arbhi berkerja siang dan malam untuk memenuhi kebutuhan dan menambah uang tabungan untuk keluarga mereka kelak namun hilya tak pernah menginginkan arbhi yang terlalu sibuk hingga tak ada waktu untuk keluarga.

__ADS_1


__ADS_2