
Senin pagi Hilya sudah sampai di sekolahnya lebih Awal, di karena kan senin adalah jadwal piket untuk Hilya ketika ia sibuk membersihkan kelas bersama beberapa teman nya tiba tiba
"yaya.... !!" teriak Naura sembari memeluk Hilya
"iiih LEPASSSS..." Hilya menolak untuk dipeluk oleh Naura
"iih lu marah yaa..? maaf deh abisnya kemarin cowok gue datang dari jogja, aaahhh seneng bagett rasanya... di tengokin pacar" ucap Naura sembari menatap langit kelas membayangkan wajah kekasihnya yang bernama Reza.
"haehhh, lu seneng..! gue enggak"
"iih kenapa terus lo kemaren langsung balik???"
"gak,"
"terus, lu jalan sendirian gituh?" tanya Naura dengan suara lantang
"sst.. gue ketemu pak kevin terus jalan bareng" bisik Hilya pada Naura
"haaaaaah..!!!" teriak Naura ia terkejut akan ucapan Hilya
"iihhh berisik.." Hilya memukul bahu Naura
"ehh eh terus gimana"
"masa dia nembak gue, laah terus bu mutia gimana" bisik Hilya seraya berbicara sembari memperhatikan sekitar ia takut pembicaraan nya di dengar oleh orang lain
"iihh yang gue tau bu mutia itu udah tunangan loh sama pak kevin, tapi kok dia malah nembak lu yaa, ehh iyaa gue lupa yaya oom Arbhi ganteng banget tauuuuuu!!" ucap Naura sembari melendoti hilya
"dia kesini pas lu di skors beuuh oppa korea bangett ganteeuuung anjiir.." Naura bercerita penuh antusias
"dia ganteng kan?, di rumah juga dia pasti lebih ganteng iyaa kan ya?" tanya Naura kembali
"heum, iyaahin ajah dah" Hilya membalas dengan nada malas
sore hari sepulang sekolah Hilya bergegas untuk pulang, lalu tiba-tiba
📱
"langsung balik terus inget pesen gue jauh jauh dari guru lo itu"
"okee okeee.👍👍" balas Hilya.
Arbhi mengirim chat pada Hilya ia sekedar mengingatkan Hilya lalu Hilya segera pergi meninggalkan sekolah sore itu namun ketika Hilya keluar dari gerbang sekolah tiba tiba
"Hilya tunggu" Kevin memanggil Hilya dan ia sedikit berlari kecil menghampiri hilya
"ah ada apa pak?" sahut Hilya dengan sedikit jaga jarak
"aku antar pulang yaa" ajak Kevin sembari tersenyum
"ja..." suara Hilya tercekat seketika bu Mutia datang menghampiri Kevin dan Hilya
"pak Kevin ayoo pulang maaf yaa nunggu lama tadi koreksi tugas anak anak dulu" ucap bu Mutia sembari tersenyum pada Kevin
"ah oh..oke ." ucap Kevin dengan gugup dan menatap Hilya,. Hilya hanya diam dan tersenyum
"loh Yaya belom pulang?" tanya bu Mutia
"heheh lagi nunggu ojol bu"
"ooh yasudah, hati hati yaa ibu duluan" pamit bu mutia dan Hilya hanya mengangguk lalu dengan cepat ia pun pergi
"padahal udah tunangan sama bu Mutia, tetep ajah ngarep banget di terima sama gue, duuh Hilya jangan sampe lu deket deket pak Kevin" Hilya segera berjalan cepat mencari angkutan umum.
__ADS_1
sesampainya di rumah, ternyata Arbhi tidak ada di tempat ia sedikit bersantai di taman belakang di bawah pohon mangga yang mulai berbuah.
"rumah gede tapi sepi. di tambah oom Arbhi sifatnya ga humble. jadi ga ad tamu yang datang ke sini". gerutu Hilya dalam hatinya
Malam harinya hilyya sedang berada di kamar ia sibuk mengerjakan beberapa tugas sekolahnya tiba tiba Arbhi mengetuk kamar Hilya, dengan cepat ia membuka pintu.
"ada apa oom?" tanya Hilya pada Arbhi
"bikinin gue mie goreng ya, terus anter ke ruang kerja gue oia sama teh manis anget" ucap Arbhi dengan nada dinginya dan segera pergi meninggalkan Hilya
"oom tapi, heum, mie goreng nya habis oom kan belom belanja bulanan" ucap Hilya
"haeh... ya lu beli lah, di depan blok sana ada warung lo beli di situh nih duitnya" ucap Arbhi dengan ketus sembari menaruh uang 100.000, lalu pergi meninggalkan Hilya sendiri.
Hilya menarik nafasnya dalam dalam, lalu ia mengambil uang itu dan segra ia pergi keluar untuk mencari mie instan utuk Arbhi.
setelah mendapatkan apa yang ia cari Hilya segera pulang karena arbhi telah menunggu.
sementara itu di ruang kerja Arbhi masih terus menyelesaikan sketsa gedung yang ia buat, ia merasa lelah, ia menyeka wajahnya tanpa sengaja ia melihat jam di dinding ruang kerjanya, ia terkejut ternyata sudah larut malam.
"hah... serius udah jam segini...?" Arbhi bertanya pada dirinya sendiri
malam itu menunjukan pukul 12 malam Arbhi terhenyak seketika ia teringat akan Hilya,
Hilya berjalan dengan cepat karena malam itu sudah sangat sepi, ia merasa sedikit takut ia tak berani menoleh ke sekeliling,
"bwaaaaaaaa,,, sayaaang.. ikuuttt akuuuu ayoooo" tiba-tiba seorang pria berperawakan kurus dan berambut urakan menarik Hilya dengn paksa
"aaaaaaaaaaahhhhhh... tolooong....!" Hilya berteriak histeris dan berteriak meminta tolong, ia sangat ketakutan malam itu namun si pria itu semakin erat menarik lengan Hilya, Hilya terus berteriak dan berontak.
"wwaaahhh ayooo sayang kitaa nikaaahhh hahhahah" si pria itu semakin membabi buta menarik Hilya
"TOLOOONGGGG....!!!" Hilya terus berteriak air matanya mulai jatuh membasahi pipi ia sangat ketakutan
"yaya...!" Arbhi terus memanggil Hilya namun nihil Hilya belum juga kembali ia merasa khawatir lalu Arbhi bejalan dengan tergesa gesa untuk mencari Hilya ketika ia membuka pintu pagar ia mendengar teriakan seorang wanita meminta tolong
Dengan cepat Arbhi keluar dan ia melihat Hilya di tarik paksa pria tidak di kenal
"WOOOY...." teriak Arbhi ia berlari menghampiri Hilya yang saaat itu terlihat ketakutan,
Arbhi berlari dan segera menarik lengan hilya daaaan...
"BBOOUGGGHHTTT....!!" Arbhi menghadiahkan bogem mentah pada si pria tersebut hanya dengan sekali pukulan pria itupun tersungkur dan jatuh tak sadarkan diri,
Arbhi mengatur nafasnya dan emosinya ia menatap sinis pada si pria yang sudah tak sadarkan diri itu.
"hheuu... heuuh...heuhhhhh..." Hilya menangis kencang sembari bersembunyi di puggung Arbhi
ia memegang lengan Arbhi sangat kuat tubuhnya bergetar. Arbhi hanya diam menarik nafas dalam dalam lalu ia menelepon security komplek malam itu tak butuh waktu lama dua security pun datang menghampiri Arbhi mereka terkejut melihat seorang pria yang sudah terkapar dengn bibir berdarah karena terkena pukulan Arbhi.
"looh ada apa ini mas arbhi?" tanya salah satu security
"kok malah nanya ada apa..!!!" bentak arbhi pada kedua security itu.
"kalian jaga di depan sana 24jam, kan?" tanya Arbhi kembali
"heheh iyaa mas,"
"terus kenapa ada cowok gila masuk ke kompleks ini"
"ahh maaf mas, " security itu mencoba melihat si pria itu.
"oaaalaah, ini mah anak pak dion, si agus.." ucap salah satu security yang mengenali si pria itu,
__ADS_1
"jo, lu telepon keluarga nya dah, waah gawat ini kalo di biarin" ucap salah satu security pada rekan nya
"kalian kenal?" tanya arbhi
"kenal mas, ini dari kompleks kita juga anaknya pak dion,. yang emang lagi stress"
"haduuuhh dia ampir celakain hilya" ucap arbhi dengan kesal
"maaf maas atas ketidak nyamanan nya kita suruh orang tuanya jemput anak ini" ucap security itu, tak butuh waktu lama, orang tua si pria itu pun segea datang menjemput anak lelakinya
terlihat raut kesedihan di wajah sang ibu, membuat arbhi merasa iba, Hilya yang masih ketakutan hanya bisa menangis terisak,
"ya Allah nak, kenapa kok bisa keluar, bikin masalah apa lagi kamu" ucap si ibu itu dengan mata berkaca-kaca
"maaf bu, ini anak ibu?" tanya Arbhi
"iyaa mas, maaf yaa mas anak saya bikin ulah, biasanya dia ga pernah keluar selalu ngurung diri di kamar kok ini malah kabur" ucap si ibu itu kembali
"heumm, gak apa-apa bu, tadi dia coba celakain.."
"waah maaf yaa mas dia pasti mau celakain istri mas" ucap si ibu itu memotong ucapan arbhi sembari melihat ke arah Hilya
"bu..bukan.." suara Arbhi tercekat ia terlihat gugup
"maaf yaa mbak maaf, " si ibu itu menghampiri Hilya dan memeluknya, Hilya hanya menangis sembari mengangguk mengiyakan
"dia depresi mbak, mau nikah ga jadi, dia terlalu cinta sama calon istrinya eh, mungkin bukan jodohnya pacarnya pergi gitu ajah dengan lelaki lain yang baru di kenal di sosial media" cerita si ibu dengan wajah sedihnya
Hilya hanya diam sembari menghapus air matanya,
"yasudah bu, ga apa-apa lebih di pantau lagi saja yaa anaknya, ayoo yaya kita pulang" ucap Arbhi
Arbhi dan Hilya segera meninggalkan tempat kejadian Hilya masih memegang kuat lengan arbhi
"wooy lepas, sakit...!" ucap Arbhi sembari menepiskan lengannya
"ahh heum maaf" sahut Hilya sembari memanyunkan bibir nya
mereka berjalan sedikit menjaga jarak Arbhi yang berjalan di depan Hilya, berjalan sedikit cepat dan sesampainya di teras rumah, Arbhi menghentikan langkahnya begitu juga dengan Hilya.
" besok besok ga usah keluar malem lagi,." ucap Arbhi datar
"kan, oom yang suruh beli mie instan" ucap Hilya hati hati dengan suara parau menahan tangis,
"hhhhaaaeehhh.." Arbhi menarik nafas lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan menghampiri Hilya
"yaya juga kalo ga di suruh ga bakal keluar, ini kan udah tugas yaya, sebenarnya yaya mau nolak karena udah malem tapi yaya takut oom marah" ucap Hilya sembari meneteskan air matanya
Arbhi menatap wajah Hilya ia ingin menghapus air mata Hilya ada rasa iba dalam hatinya dan rasa sangat bersalah, namun niat itu ia urungkan ia mengepalkan tangannya dan ia menepuk lembut kepala Hilya
"gak apa-apa besok kita belanja bulanan ajah, masuk gih, istirahat udah malam" ucap Arbhi lembut dengan bibir sedikit tersenyum manis
"dia senyuuuuummmm .....sumpaah demi apa,. oom arbhi malam ini lembut banget dan senyum itu mimpi ga sih gue,. senyumnya manis banget" bisik Hilya dalam hatiny.
sembari menatap Arbhi dengan tatapan yang dalam dan mulutnya yang sedikit menganga, ia terkejut akan perlakuan arbhi malam itu.
"woyy, kenapa lu, kok bengong!". ucap Arbhi membuyarkan lamunan Hilya
"ohh, ehh, heumm, enggak apa-apa, oom jadi di masakin mie ga?"
"heum ga usah gue udah ga laper" ucap dingin Arbhi dan meninggalkan Hilya yang masih berdiri mematung di teras rumah dengan tatapan terpesona nya pada Arbhi.
tanpa sadar Hilya senyum senyum sendiri melihat tingkah Arbhi ia tak menyangka Arbhi akan semanis ini,
__ADS_1
"iiih kok aneh gini sih, kok gue terpesona gitu,, kyaaaaa...!!! iih Hilya bangun bangun sadar sadaaar... dia majikan elu masa iya majikan suka sama babu... hahaha", Hilya memukul pipinya mencoba tersadar dari lamunan dan khayalannya. lalu ia pun masuk dan beristirahat malam itu.