
Pagi itu Hilya bergegas bersama ichie ke bandara untuk mengantarkan kepulangan Arbhi ke Jakarta sesampainya di bandara Arbhi masih menunggu,
Arbhi memeluk dan memangku anak lelaki nya itu, ia menciuminya, hilya hanya tersenyum melihatnya perlakuan Arbhi
"kamu ada rencana ke bogor?" tanya Arbhi pada Hilya
"belum ada sih insha Allah nanti yaya ke sana"
"aku mau ketemu pak rudi sama ibu jenar" ucapa Arbhi tiba tiba
"iyaa,". ucap Hilya perlahan
"ohh ya, apa ibu masih keras?" ucapa Arbhi ia masih khawatir
"hahah, engga tau deh oom hadapai ajah yaa" ledek Hilya
"haaeh, kapan sih kamu mau rubah panggilan itu"
"ga tau kapan" ucap Hilya perlahan seraya memandang Arbhi lembut
"nanti ajah setelah kita nikah" ucap Arbhi lembut, ia menggenggam erat jari jemari Hilya
"ayah.... pasti lama perginya" ucap ichi tiba tiba
"enggak...gak lama kok, ayah pasti jemput Ichi sama bunda okee, selama ayah pergi ichi jagain bunda yaa jangan nakal, jangan suka marah marah jangan rewel, okeee" ucap Arbhi pada anak lelakinya itu
"okee, aku selalu jagain bunda kok, aku ga pernah marah aku kok" ucap ichi kembali
" alaaaah.... kata siapa suka teriak teriak sama bunda kok" ledek hilya pada anak lelakinya itu
"aaaahhhaa iyaa lupaaa..." ucap ichie sembari tertawa, tak terasa waktu keberangkatan tiba
"aku berangkat yaa" ucap Arbhi seraya berpamitan pada Hilya, ia mencium kening, dan pipi Hilya lalu memeluknya erat,
"kabarin yaya oom kalau sudah sampai"
"iyaa, pasti dong, masa aku ga ngabarin"
"hehe jangan macem macemm." ucap Hilya ketus
"deeuuhh segitunya, iya iyaa aku janji gak macam macam" ucap Arbhi dengan senyum yang tersungging dari bibirnya
sesampainya Arbhi di bogorr ia segera beristirahat dan tak lupa pula ia menelepon kedua orang tua nya dan mengabari Hilya.
Arbhi merebahkan tubuhnya di atas kasur fikirannya melayang ada rasa bahagia dalam dirinya
"gue harus secepatnya nemuin pak rudi dan bu jenar" ucap arbhi dalam hatinya
tak menunggu lama beberapa hari kemudian Arbhi meminta alamat kediaman pak rudi yang baru pada Hilya Arbhi dengan cepat menyambangi kediaman pak Rudi
sesampainya di rumah dengan halaman luas dan bercat biru dengan aksen minimalis ia berdiri mencoba mengetuk pintu
"assalamualaikum " ucap Arbhi dengan lembut dan santun
"waalaikum salam " suara seorang gadis dari dalam rumah
dengan hati hati ia membuka pintu ia terkejut ternyata yang datang adalah Arbhi
"ka Arbhi" ucap Alma
"hai Alma, bapak sama ibu ada?" tanya Arbhi dengan senyum ramahnya
__ADS_1
"oh.. heum ada ka, silahkan masuk ka" Alma mempersilahkan Arbhi untuk masuk.
Arbhi masuk dan duduk di ruang tamu ia melihat ke sekeliling ada satu unit mobil dan dua sepeda motor, Arbhi terdiam
"Alhamdulillah mereka sudah berkecukupan sekarang mungkin berkat hilya" ucap Arbhi dalam hatinya
"den Arbhi" ucap suara berat memecah lamunan Arbhi
"pak rudi..." Arbhi terbangun dan bersalaman memeluk wak Rudi
"apa kabar den, aden sehat" tanya wak Rudi dengan sopannya
"Alhamdulillah pak. pak rudi sehat,".
"Alhamdulillah den, aden tau dari mana bapak tinggal di sini"
"dari Hilya pak" ucap Arbhi hati hati , wak rudi terkejut mendengar ucapan Arbhi
"den arbhi..su..sudah bertemu Hilya?"
"sudah pak"
"dan, den Arbhi sudah tau..." ucap wak Rudi terbata
"iyaa pak, saya sudah tahu tentang ichi cucu bapak, dan semuanya"
"haaaaah... Alhamdulillah", ucap wak Rudi penuh syukur
"maka dari itu saya kesini mau meminta izin atau restu sekali lagi kepada pak Rudi, tolong restui hubungan saya dan hilya dan saya ingin menikahi Hilya pak" ucap Arbhi
wak Rudi terdiam air matanya mulai menumpuk di ujung matanya ia tergetar
"ya... saya dan ibu jenar memberikan restu tolong bahagiakan Hilya, jangan sakiti Hilya, bila nanti Aden sudah tak cinta tolong kembalikan dia sama bapak, 4 tahun den Hilya menunggu dan menutupi semuanya" ucap wak Rudi dengan suara parau
"bu jenar" ucap Arbhi ia bersalaman
"Alhamdulillah, den... " wak Jenar menangis memeluk Arbhi
"maafin ibu.. den maafin ibu...ibu sudah dengar semuanya" ucap wak jenar ia menangis sembari memeluk arbhi
"iyaa bu Arbhi maafin justru Arbhi kesini mau bertanggung jawab Arbhi sudah bertemu Hilya dan anak Arbhi bu..." ucap Arbhi dengan suara terisak
"Alhamdulillah den.... Alhamdulillah" ucap wak Jenar
semua berjalan lancar tanpa hambatan tibalah acara akad nikah Hilya dan Arbhi acara di lakukan dengan sangat sederhana semua itu atas permintaan Hilya kepada kakek neneknya karena ia tak ingin pesta mewah.
"de.. kamu cantik banget". ucap Anggita
"teteh geulis pisan" ucap Alma juga mereka sangat bahagia melihat Hilya mengenakan pakaian pengantin
tak lama kemudian wak Rudi dan wak jenar masuk ke dalam kamar Hilya
"teh.." ucap wak Rudi
"abah...,emak.." ucap Hilya mata nya berkaca kaca
"Alhamdulillah, akhirnya apa yang teteh inginkan bisa terlaksana, jadi istri yang baik ya teh. yang ga ngebangkang sama suami ikuti omongan suami, selalu minta izin dikala ingin meninggalkan rumah kemana pun kamu selalu minta izin" ucap wak Rudi
"iywa bah,"
"bah, mak maafin teteh yaa bah, teteh dari dulu tetap pilih oom Arbhi"
__ADS_1
"iyaa mak sama abah ngerti gak apa-apa emak sama abah cuma bisa doain yang terbaik buat teteh sama den arbhi"
keduanya larut dalam kesedihan di dalam kamar hilya.
akad nikah pun berjalan dengan khidmat dan haru semuan larut akan kesedihan dan kebahagiaan semua orang tua memberikan nasihat pernikahan untuk Hilya dan Arbhi
akhirnya apa yang diinginkan Hilya dan Arbhi tercapai dan mereka berjanji akan menjadi orang tua yang baik untuk anak anak mereka kelak.
setelah selesai acara akad nikah tersebut semua beristirahat Hilya memasuki kamarnya sendiri didapatinya Arbhi tengah membuka jas dan kemejanya dan bertelanjang dada Hilya terkejut ia membelalakan matanya
"maaf Om aduh saya keluar deh" ucap Hilya ia sangat gugup dan malu
"kenapa malu kenapa sih enggak apa-apa"ucap Arbhi seraya tertawa melihat tingkah Hilya
"hemmmm malu aja om om pakai baju dulu deh nanti baru yaya masuk ya"ucap Hilya
Arbhi segera berjalan menghampiri Hilya yang berdiri di belakang pintu dia menarik lengan Hilya untuk masuk dan menutupnya rapat-rapat
"kenapa sih malu-malu gitu" ucap Arbhi seraya meledek Hilya
"malu" ucap manja Hilya
"hahaha emang punya malu? kenapa harus malu kan udah jadi suami-istri"ucap Arbhi seraya membelai pipi Hilya dan menciumnya lembut
Arbhi yang saat itu tidak mengenakan pakaian hanya memakai celana saja terlihat dadanya yang bidang dan otot perutnya yang ber kotak-kotak atau six pack
"duh menggoda banget sih Om please dong Om pakai baju" ucap Hilya dalam hatinya ia tak ingin menatap wajah Arbhi ia sangat malu.
malam harinya setelah semuanya makan malam lalu beristirahat untuk tidur Arbhobduduk di atas ranjang sembari memeluk bantal guling melihat Hilya yang sedang sibuk melakukan treatment pada wajahnya sebelum tidur
"kamu beda ya sekarang lebih memperhatikan tubuh kamu wajah kamu" ucap Arbhi ia terus memandangi Hilya
"iya dong aku kan ketemu banyak customer banyak tamu-tamu kalau akunya dekil kalau akunya jelek nanti mereka mikir ownernya aja jelek makanannya enak nggak kan aneh" ucap Hilya seraya tertawa
Arbhi bangun dari duduknya ia segera menghampiri Hilya dan menggendong Hilya
"kelamaan" Arbhi gemas melihat tingkah Hilya
"Om iiiiih apa apaan sih malu tahu nggak" manja Hilya
Arbhi hanya tersenyum ia menjatuhkan tubuh Hilya di atas kasur ia membelai lembut wajah Hilya ia menciumi kening Hilya lalu turun ke pipi dan ke bibir Hilya
"kamu tahu enggak?
" apa" ucap Hilya
"aku itu kangen banget sama kamu dari kemarin kemarin kemarin kemarinnya lagi bertahun-tahun aku kangen sama kamu ya" ucap Arbhi seraya menatap wajah Hilya dalam-dalam
"oh ya sama Yaya juga kangen banget sama Om kangen banget"ucap Hilya seraya membelai wajah Arbhi dan Hilya pun mencium bibir Arbhi
"nggak ada niat mau merubah panggilan tuh dari Om ke mas atau apa gitu yang lebih pantes aja"
"hahaha iya aku lupa aku panggil apa ya mmmm... mas arbhiii? yaaaak aneh banget ya" ucap Hilya seraya tertawa ia merasa aneh memanggil Mas pada Arbhi
Arbhi semakin gemas oleh tingkah Hilya ia memeluk dan menciumi Hilya ternyata keduanya larut dalam buaian asmara Arbhi mencumbui Hilya malam itu iya mulai melucuti pakaian Hilya satu persatu
"took .tok...tok bunda aku mau tidur sama bunda sama ayah" ichi mengetuk kamar tidur Hilya
"hah ichi mas!"
" duuuh," ucap Arbhi seraya sedikit kecewa
__ADS_1
"hahaha sabar ya kita cancel dulu malam pertamanya eh ini bukan malam pertama ya kan udah ada ichi" ledek Hilya ia segera memakai pakaiannya kembali dan membuka pintu untuk ichi malam itu mereka habiskan tidur bertiga dalam satu ranjang Hilya tak henti-hentinya menahan tawa melihat tingkah Arbhi yang gelisah.