
Mentari pagi sangat menyilaukan masuk dari celah gorden di salah satu kamar mewah dan besar ia merasaka. jari jemari mungil masuk ke cela cela hidungnya lalu sentuhan lembut selalu bergerak ke sana ke mari menyantuh lembut wajah Hilya
"bunda.. bangun bunda aku mau susu" lelaki kecil dengan suara lucunya membangunkan Hilya pagi itu
"heum, mau susu nanti yaa bunda bikinin" ucap Hilya dengan malas matanya masih ingin terpejam.
"bunda.. ayoo bunda aku hauss ni.... mau susu" dia terus merengek dan naik ke atas perut Hilya
Hilya membuka mataya perlahan lahan
"ichie mau susu? heum?" tanya Hilya seraya membelai lembut wajah anak lelakinya itu
"iyaaa bunda ayooo" rengek ichie pada bunda nya
tiba tiba wanita paruh baya masuk ke dalam kamar Hilya dengen tergesa gesa
"aduh den ichie, jangan ganggu bundanya, kasian bundanya baru pulang masih ngantuk ayoo den sama si mbok ajah" ucap si mbok salah satu ART di kediaman Hilya
" ga mau, maunya sama bundaaa!" teriak ichie, ia menolak di buatkan susu oleh orang lain
"ssst... ga boleh teriak ah, " Hilya membekap mulut ichin dengan lembut
"biarin mbok biar yaya ajah yang bikin" ucap Hilya pada si mbok
"nggih non.." si mbok segera pergi meninggalkan kamar Hilya
" aku maunya bunda yang bikinin, bunda kok lama sihh di perginya nya" pertanyaan itu keluar dari mulut mungil ichi
"iyaa maaf maaf ichie kangen yaa sama bunda, bunda lama di sana karena bunda harus cari uang buat ichie, biar ichie bisa beli mainan, bisa jajan, bisa sekolah tinggi bisa jadi apa yang ichie mau" ujar Hilya seraya mendekap putra nya itu
" ooh begitu,..."
"iyaa dong, yuk katanya mau bikin susu? ichie nya bangun dulu dong" pinta Hilya dengan sigap ichie turun dari perut ibunya
Hilya bangun dan meraih jubah piyamanya ia berjalan dengan sangat anggun dengan tinggin yang semampai rambut bergelombang berwarna coklat kemerahan dan berkulit putih mulus, ia telah berubah menjadi seorang ibu yang sangat cantik dan menawan
Hilya segera keluar dan menuju dapur ia segera membuatkan susu untuk anak lelaki nya itu
"pagi.." sapa seorang lelaki dewasa
__ADS_1
"pagi mas..." sapa hilya seraya tersenyum manis
"tadi udah di tawarin sama mas, biar mas ajah yang bikin dia malah ga mau"
"hahahah pasti bilangnya ga enak buatan bunda lebih enak" ucap Hilya sembari tertawa
"yaaa begitu deh"
"mas Yudha ibu kemana sih aku belom ketemu ibu nih" tanya Hilya
"lagi ke rumah mami ningsih" ucap Yudha ia segera melakukan olah raga treadmill pagi itu
setelah selesai membuatkan susu untuk ichie Hilya pun duduk di teras belakang sembari memakan roti bakar dan menamani Yudha berolahraga
"gimana bisnis mu di sana , restomu?" tanya Yudha
"Alhamdulillah mas, rame banget, heum aku rencana mau buka cabang disini bread and lunch resto di sini"
"di jogja maksud kamu?, rumah mu sudah jadi bapak bener bener mantau pembangunan nya" ucap Yudha kembali,namun Hilya hanya diam
"hei... kenapa" Yudha turun dari alat treadmill nya dan menghampiri Hilya seraya membelai lembut kepala Hilya
"gak apa-apa mas,"
" ahh gak kok gak apa-apa, itu sudah cukup besar mas" ucap Hilya seraya tersenyum
"papi...papi..." ichi berlari menghampiri Yudha
"ndalem.... ada apa bos" Yudha menggendong ichie seraya menciuminya
"papi, ayoo kita liburan!"
"apaa liburan kok kamu udah ngerti liburan hayooo siapa yang ajarin!" ucap yudha kembali
"mas galang" Ichi berbisik ke telinga Yudha
"hahahah, mana panggil mas Galang" Yudha menyuruh Ichi memanggil Galang di kamarnya
tak lama berselang Galang turun dari lantai dua kamarnya ia segera menghampiri Yudha dan Hilya
__ADS_1
"hai bund" galang bersalaman pada Hilya
"Muach... muach.. anak bunda makin ganteng ajah oia oleh olehnya masih di koper tuh belom bunda buka"
"hahah iyaa bund nanti Galang ambil ke kamar" ucap Galang yang saat ini usinga 11 tahun
" mas, memang mau liburan ke mana "
" heum pengen ke jogja pih nengokin mbah akung.. sekalian pengen lihat rumah bunda" ucap Galang
"tanya bunda mau apa enggak tanya enyang putri sama mbah uti juga yaa mau ga kalo kita ke Jogja trus jadwal maminya gimana bisa ga ikut bareng kita" tanya yudha pada anak lelakinya itu
" siap nanti Galang atur...heheh"
"iihh kamu itu kalo mau kemana mana selalu ngedadak" ucap Hilya seraya mencubit pipi galang yang chubby
"tapi tunggu bunda nya sehat dulu yaa nak, bundanya agak meriang nih", ucap hilya
"siiaap bund.. siaaap"
Pagi itu terasa sangat hangat diawali oleh obrolan yang sangat ringan
malam harinya Hilya duduk sendiri di taman belakang kediaman nya tiba tiba seorang wanita paruh baya menghampiri Hilya seraya membawa secangkir teh jahe
"nih biar flu nya hilang" ucap wanita itu
"makasih bu"
"sama sama sayang, kamu jadi kan stay di jogja? " tanya Bu Herni
"kalo yaya tinggal di jogja ibu sama siapa?"
" gak apa-apa ibu disini saja nanti ibu sering ke joga tengokin kamu, sama bapak sama mami juga ya" ucap bu Herni seraya memeluk Hilya dengan penuh sayangnya
selang beberapa hari semua sibuk mempersiapkan keberangkatan mereka sekeluarga menuju jogjakarta
"de, udah siapa semua?". tanya anggita
"sudah mbak.."
__ADS_1
" ayoo ayooo nanti kita berangkat lebih pagi ajah," ajak anggita seraya menggendong ichie
pagi itu seluruh keluarga hilya bernagkat menuju jogjakarta, saat ini Hilya merasa memilii keluarga seutuhnya, bisnisnya yang sukses dan keluarga yang begitu menyayangi Hilya.