
Pagi itu arbhi berangkat cukup pagi ia bergegas karena akan berangkat ke luar kota dalam beberpa hari
"mas,jangan lupa istirahat yang cukup di sana" ucap Hilya seraya memberikan jaket pada Arbhi
"iyaa sayang, kamu hati hati di rumah yaa,"
"iyaa, lagian aku cukup terbantu kok bik imah" ucap hilya kembali ia memeluk suami nya itu erat erat entah mengapa ia tak ingin arbhi pergi pagi itu namun ia tak kuasa mengatakan pada Arbhi karena arbhi selalu memasang wajah jutek bila hilya sedikit merengek
"aku ga lama kok,cuma 3 hari okeee" ucap arbhi ia memeluk hilya dan mencium kening, pipi dan bibir Hilya dengan penuh sayang
"oia jangan lupa cek resto kamu tuh yang di Jogja semnjak lahiran Ardha kamu ga pernah cek jangan terlalu percaya sama manager mu, kamu juga harus cek semuanya sendiri walau by phone atau virtual" ucap arbhi mengingat kan hilya
"haha iyaa iyaa mas"
arbhi tersenyum ia melepaskan pelukan hilya dan menghampiri anak perempuannya yang baru berusia ,8 bulan itu, yang tegah tertidur lelap
"ayah pergi dulu yaa nak, Jangan rewel yaa" ucap Arbhi seraya menciumi wajah anak perempuan nya itu, lalu ia pun kekuar dari kamarnya tampak ichi yang sudah terbangun
"ayah udah mau berangkat??" tanya ichi
"yoi...brooh" ucap Arbhi berseloroh
"ck, pagi amat sih yah?" ucap ichi kembali
"ayah, ambil penerbangan pagi kak, oia jangan banyak main, jagain bunda sama adek ardha yaa" ucap arbhi ia memeluk anak lelakinya itu dan ia pun mencium pipi anak lelakinya itu
lalu arbhi pun pamit dan berangkat pagi itu di antar oleh supir kantor.
"ka, tidur lagi gih. ini baru jam/4" ucap Hilya pada ichi
"iyaa bund, oia kaka mau tidur sama adek ah" ucap ichi ia pun, kembali tidur di kamar orang tuanya,hilya hanya tersenyum melihat tingkah ichi
Sesampainya di medan arbhi segera beristirahat sejenak di hotel terdekat pukul 10, siang ia pun bergegas menemui beberapa klien bersama team kerja milik nya
cukup lama arbhi berinteraksi dan berbincang bincang dengan klien hingga akhirnya matahari pun terbenam malam harinya arbhi masih di sibukkan dengan undangan makan malam dengan para pejabat sekitarnya
ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam ia merebahkan tubuhnya kepala nya terasa sangat berat dan pusing ia teringat belum mengabari Hilya sedari siang tadi ia raih ponsel di lihatnya beberpa panggilan tak terjawab dari hilya
📲
"halo."
"halo mas"
"maaf yaa aku barau telepon tadi jadwalnya padet banget"
"heum, kebiasaan, aku cuma khawatir kalo mas ga ada kabar"
"hahah iya iyaa maaf"
"mas sudah makan??"
"heum sudah,kamu sendir sudah makan belum, anaj anak sudah tidur yaa, gimana hari ini ardha rewel ga"
"heum iyalah udah tidur ini kan udah jam brapa, Ardha ga rewel, cuma agak panas tadi siang tapi udah turun kok panasnya"
"heum yasudah, cepet hubungi mami yaa kalo ada apa selama aku ga ada"
"iyaa iyaa mas. yaudha mas istirahat yaa udah malam"
__ADS_1
"iyaa sayang, kamu juga yaa besok pagi aku telepon lagi"
,"okeee hati hati yaa mas di situ"
"iyaa sayang"
arbhi menutup teleponnya ia merasakan rindu pada buah hati dan istri nya itu.
keesokan paginya pukul 8, jadwal pertemuan arbhi cukup padat ada beberpa klien ingin bertemu dengan arbhi.
ia melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar hotel langkahnya yang cepat diiringi oleh sekretaris kepercayaan arbhi yaitu eghi
"ghi,. kita beres ketemu klien jam berapa kira kira"
"kemungkinan sampe jam 3 pak"
" itu pertemuan terakhir kan??" tanya Arbhi
"terakhir?? maksud bapak??" ucap eghi
arbhi menghentikan langkahnya ia membalikkan badannya menatap dingin pada eghi
"maksud saya, itu klien terakhir yang kita temui besok kita free kan?"
"heee hheee iyaa pak" ucap eghi seraya tertawa malu
"ck, besok kita cari oleh oleh jalan jalan sebentar sebelom pulang, banyak yng mau di beli buat anak istri saya, oia kamu juga beli yaa buat ibu sama adek kamu" ucap arbhi kembali
"iya pak"
arbhi berjalan dengan cepat tiba tiba ia terdiam ia terlihat memejamkan matanya merasakan sedikit sakit, tubuhnya mulai limbung, pandangan nya kabur seketika dengan cepat eghi meraih tubuh arbhi agar tak terjatuh
"engak...gak apa-apa, saya cuma kecapean ajah dan kurang tidur" arbhi mencoba berdiri kembali secara perlahan
"apa kita perlu ke dokter dulu pak sebelum pertemuan?" ajak eghi
" ga usah ini udah enak kan kok" ucap arbhi serya membetulkan. ikatan rambutnya yang agak berantakan
eghi hanya terdiam ia masih merasa khawatir akan kesehatan arbhi, namun hari itu arbhi seprofesional mungkin menghadapi beberpa klien hingga keesokan harinya ia masih merasa sedikit pusing, namun ia tetap mencari sesuatu untuk oleh oleh anak istrinya, begitu juga dengan eghi ia berkali kali memastikan kesehatan Arbhi. namun arbhi tetap menjawab ia baik baik saja, arbhi memang dikenal sebagai seorang yang gigih dan sangat profesional ia tak pernah mengeluh akan sesuatu hal entah itu sakit atau kesulitan di kantor ia selalu diam dan menjalani dengan sangat baik.
malam itu arbhi telah sampai di kediaman nya, ia bergegas masuk untuk melihat keadaan anak istrinya yang sudah 3 hari ia tinggalkan keluar kota
"bi imah tolong bawa masuk oleh oleh yaa di dalam bagasi" ucap arbhi
"ohh iyaa pak," bik imah pun segera mengambil oleh oleh yang arbhi bawa dari medan.
"ayaahh.. " ucap ichi ia berjalan cepat menghampiri arbhi
"haii broo... amankan di rumah??" ucap Arbhi seraya memeluk anak lelakinya itu
"aman, dong..." sahut ichi dengan senyum sumringah nya
"oia bunda udah tidur yaa" tanya Arbhi seraya berjalan merangkul ichi
"lagi ngelonin adek yah"
"oohh... " ucap arbhi ia terdiam menarik nafasnya dalam-dalam sembari merangkul ichi tiba tiba...
"BRUUUUUUUGHHHH...." arbhi jatuh tubuhnya kejang kejang kemudian ia tak sadarkan diri.
__ADS_1
"AYAAAAAAHHH.....!!!!" Ichi berteriak panik di luar bik imah dan supir yang menjemput arbhi pun berlarian mendengar teriakan ichi
"AYAH.. BANGUN YAAAH .. AYAAAAH...!!!"
"BUNDAAA....BUNDAAAAA....!!!" ichi terus berteriak membuat hilya terkejut ia berlari menghampiri ichi yang berteriak karena takut dan panik, jantungnya berdegup kencang sembari menggendong bayinya ia pun berlari
betapa terkejutnya ia melihat tubuh arbhi tergeletak tak sadarkan diri
"MASSSS.....!!!," hilya berteriak sembari menggendong bayi nya
supir kantor arbhi pun mencoba menyadarkan arbhi begitu juga bi imah ia menggendong bayi mungil itu yang mulai menangis seisi rumah panik bukan kepalang arbhi belum tersadar juga.
"mas... bangun mas..." ucap hilya ia menangis melihat keadaan arbhi.
tak lama kemudian ambulans pun datang dan menbawa arbhi ke rumah sakit terdekat. ichi dan pak supir pun ikut mengikuti ambulans itu,
di dalam ambulans hilya tetap menggenggam erat dan jari jemari arbhi yang mendingin
"mas,kamu kuat kan... kamu harus kuat kamu kenapa bisa kayak gini mas.." ucap hilya dengan suara lirih
sesampainya di rumah sakit ia segera mendapatkan pertolongan hilya hanya menunggu di di luar ruangan arbhi masih di ruang UGD dan segera di larikan ke ruangan ICU ia panik apa yang sebenarnya terjadi malam itu orang tua arbhi pun ikut menemani hilya ichi hanya bisa menangis memeluk Hilya
"bunda .. ayah gak apa-apa kan bun" ucap ichi lirih
"ayah gak apa-apa, kaka pulang yaa tolong jagain adek"
ucap hilya seraya menenangkan ichi
"sayang, gantengnya oma.. kamu pulang yaa, temenin adeknya di rumah ada oom aldi sama tante kesya kok" ucap bu Ambar
"tapi oma, kaka mau temani ayah" ucap ichi kembali
"kaka.. tolong jangan bantah yaa nak, bunda yang akan jaga ayah doain ajah ayahny cepet sadar yaa" ucap hilya kembali lalu ichipun menuruti perkataan hilya dan ia lun pulang di antar oleh supir pribadi keluarga Sidharta.
pukul 4 pagi,. arbhi mulai sadarkan diri banyak alat medis yang di pasang di tubuh arbhi, ia berjalan perlahan air matanya masih mengalir di pipinya
"mas..." ucap hilya lirih, arbhi hanya tersenyum seolah tak terjadi apa-apa
"kenapa nangis siih..aku gak apa-apa kok" ucap arbhi dengan santai
hilya masih menangis, melihat arbhi yang terlihat tegar
"jangan nangis ah, kamu harus kuat jangan cengeng" ucap arbhi seraya membelai pipi hilya, dengan cepat hilya menghapus air matanya
"mas pasti kurang istirahat yaa.,nakal sih, ngeyel"
"haaaaah haaahaaa.. aku kan memang kerass kepala yaya.." ucap arbhi hilya terdiam ia kembali mendengar arbhi memanggilnya dengan nama 'yaya,'
"aku kangen masalalu kita yaa, aku jutek sama kamu. marah marah sama kamu ehh aku malah jatuh cinta sama kamu sampe saat ini pun aku masih tetap dan terus jatuh cinta sama kamu Yaya" ucap arbhi ia terus memandangi wajah hilya
"oom, cowok tua yang suka ngeyel, marah, sok cool, tapi baik, dan kuat banget dalam segala keadaan ehh hari ini malah kalah dan tidur di sini heheh" ucap hilya seraya tertawa ketir menyembunyikan kesedihannya
"hahahah, sayang, maafin aku yaa yang suka ngeyel tapi aku lakuin semua ini buat kamu buat ichi, buat ardha" ucap arbhi ia terus membelai pipi hilya, hilya pun memeluk arbhi dan menciumi pipi arbhi air matanya jatuh di pelupuk mata arbhi tatkan hilya berbisik
"yaya sayang sama oom," ucap hilya arbhi hanya tersenyum manis
"hhhaaaaahhh...."arbhi menarik nafasnya dalam dalam seraya beristighfar
"aku ngantuk, udah kamu jangan nangis.. aku tidur dulu yaa ngantuk banget lelah rasanya" ucap Arbhi, Hilya hanya mengangguk mengiyakan lalu Arbhi pun tertidur lelap pagi itu, ia memandangi wajah arbhi lekat lekat ia mencium kening arbhi dengan lembut.
__ADS_1