I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
TAMU TAK DI UNDANG


__ADS_3

Tanpa terasa rumah tangga Hilya dan Arbhi sudah 5 bulan berjalan dan untuk sementara waktu Arbhi pun menetap di Jogjakarta bersama istri dan anaknya iya harus rela pulang dan pergi Jakarta Jogjakarta karena untuk saat ini Hilya belum ingin mengikuti keinginan Arbhi untuk pindah ke Bogor


"sayang, resto kamu seandainya kamu percayakan sama manager kamu bisa nggak?" tanya Arbhi perlahan


"aku sih bisa-bisa aja Mas tapi aku masih sedikit ragu dengan kinerja manajer itu dia belum lama kerja di sini, aku sih sebenarnya nunggu manajer aku yang di Singapura dia bilang mau menetap di Indonesia kebetulan manager yang baru di Singapura juga udah mulai kerja kok jadi kalau manajer lainnya di Singapura datang ke Indonesia aku bakal cepat pindah dari sini dan bakal suruh dia untuk ngecek semua aku percaya kan sama dia aja, biar dia yang cancel semua disini"


"oh begitu,"


"kenapa Mas? Mas lelah jakarta-jogjakarta sabar ya aku ngurusin urusan aku dulu bukannya aku nggak mau Mas"


"iya aku ngerti cuman aku juga nggak bisa berlama-lama disini kerjaan aku lebih banyak di Bogor ya" ucap Arbhi ia sedikit gusar karena semakin hari klien nya semakin banyak yang ingin menunggu desain arsitektur yang dibuat oleh Abi mereka ingin memakai jasa perusahaan Arbhi


"ya sudah nanti kita bicarakan lagi ya nanti aku cari jalan keluarnya" ucap Hilya seraya tersenyum


Akhirnya dengan keputusan yang matang dan Hilya meminta nasehat ke beberapa orangtua Hilya nenek kakek dan kakak-kakaknya akhirnya ia pun memutuskan untuk pindah ke Bogor dan menetap di kediaman Arbhi usaha resto yang ia rintis harus ia relakan kepada manajer yang sudah ia percayakan karena bagaimanapun seorang istri harus mengikuti keinginan suaminya, dan Hilya pun akan sering-sering berkunjung ke Jogjakarta untuk mengecek resto yang ia miliki disana


Sesampainya di kediaman Arbhi Hilya langsung membersihkan rumah Arbhi yang sudah lama tidak ditempati di setiap sudut ruangan mempunyai kenangan masing-masing Hilya tersenyum bila ia ingat segala kenangan yang pernah ia lalui bersama Arbhi dulu


"hei,kok senyum-senyum kenapa"tanya Arbhi


"enggak apa-apa, Yaya inget dulu pertama kali ke sini" kenang Hilya


"oh ya kenangan apa tuh"ucap Arbhi ia memeluk istrinya itu dari belakang dengan erat


"ah semua lah di saat Om Arbhi marah-marah ini saat Jessica datang pertama kali saat mabuk semuanya deh"


"sekarang semua nya sudah berlalu yang indah boleh diingat tapi tolong yang menyakitkan gak usah diingat ya, kita buka lembaran baru kamu, aku, ichi dan buat calon anak-anak kita nanti"


"iya iya oh iya aku tadi telepon Ichi dia bilang dia masih ingin tinggal sama mami Anggita aku sedih banget"

__ADS_1


"ya sudah enggak usah pikirin nanti juga di kangen sama kita dan kita jemput iichi ke Banyuwangi untuk sementara biarin aja dulu dia di sana sama mami sama papinya dulu" ucap Arbhi yang terus menenangkan istrinya


tak terasa sudah hampir dua bulan Hilya menempati rumah Arbhi di Bogor ia menjalani kehidupan normal seperti biasanya mengurus suami membersihkan rumah memasak dan ia pun sering mengunjungi rumah kedua orang tua Arbhi ia menghabiskan waktunya untuk mengecek resto yang ia rintis via virtual tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi Hilya segera bangun dari duduknya dan membuka pintu untuk mengecek siapakah yang datang siang itu


"siapa ya" tanya Hilya hati-hati di hadapannya ada seorang anak anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun


"ini rumah papa Arbhi" ucap si anak tersebut terlihat terkejut mengapa si anak itu menyebutkan papa pada Arbhi


"iya kamu siapa" ucap Hilya seraya mengernyitkan dahinya,


si anak itu tanpa basa-basi masuk tanpa sopan santun masuk ke dalam kediaman Arbhi, Hilya terlihat terkejut maka mengapa ia tidak punya sopan santun untuk permisi Hilya mengajar anak itu


"kamu cari siapa!!" ucap Hilya dengan kesal


"gue cari papa Arbhi"


"tunggu dulu lo panggil dia papa? lu siapa?" Hilya pun kesal akhirnya ia pun mengikuti aksen gaul si anak tersebut


Hilya kesal iya tidak bisa mengatakan apapun ia segera masuk ke dalam kamarnya dan meraih ponselnya ia segera menelepon suaminya siang itu


📲


"halo"


"halo Mas, bisa cepetan pulang enggak urgent ada anak aneh di rumah" ketus Hilya


"maksud kamu apa sih sayang, aneh kenapa anak siapa nanti ya aku lagi banyak client banget nih ada beberapa client belum aku temuin nanti jam 2 aku pulang"


"nggak bisa sekarang"

__ADS_1


"ya gak bisa dong ini kliennya gimana masa harus aku tinggalin" ucap Arbhi ia sedikit kesal pada Hilya.


tanpa basa-basi Hilya menutup teleponnya dan ia segera turun menemui si anak tersebut


walaupun si anak itu tidak sopan namun Hilya tetap menyuguhkan air minum untuk si anak itu


"diminum dulu airnya gue lihat kayaknya lu capek banget"


" OK thank you ya Tan"


"sorry kalau boleh kalau boleh gue tahu lu siapa? nama lu siapa"


"ck...orang tua ngomongnya gue lu gue lu sok gaul lu tan" ia meledek Hilya, Hilya semakin kesal dibuatnya


"ya karena kamunya juga nggak sopan kalau kamunya sopan aku juga sopan, paham!!!!" suara Hilya mulai meninggi


"Widih selow dong tan gak usah marah, tujuan gue buat ke sini, cuma mau ketemu papa arbhi kok itu aja dan banyak banget pertanyaannya mau gua tanyain sama dia"


"kamu nggak bisa ngomong langsung aja sama aku" ucap hilya ia masih merasa kesal dengan si anak itu


"enggak bisa! tapi dikit aja deh aku bakal ngomong sama tante, kenalain tan nama aku William kata Mama papa arbhi papa biologis aku yang udah pergi tak tahu kemana" ucap si anak itu


bagaikan disambar petir di siang bolong Hilya sangat terkejut dan terpukul mendengar perkataan si anak itu ia tidak bisa berkata apapun dadanya sesak ia hampir tidak percaya apakah benar anak ini anak kandung dari Arbhi dan mengapa Arbhi menutupi semua ini dari Hilya Dada Hilya terasa sesak ingin rasanya ia berteriak dan menyuruh Arbhi untuk segera pulang berharap semua ini hanya mimpi dan hanya pura-pura semata


"siapa nama ibu kamu" tanya Hilya perlahan suaranya bergetar


"Richa Anggraini"ucap si bocah tersebut


" siapa dia," ucao Hilya lirih, tubuhya serasa lemas seperti tak bertulang ia menahan sesak.

__ADS_1


nama itu sangat asing bagi Hilya bahkan Arbhi tidak pernah menyebut nama itu ia tahu masa lalu Arbhi ia sering bergonta-ganti pasangan atau pacar Arbhu sangat nakal dulu mungkin diantara salah satu wanita itu ada yang bernama Richa namun Arbhi tak pernah cerita bahwa Richa hamil dan mengandung anaknya saat ini pikiran Hilya sangat kalut ia tak bisa berpikir jernih ingin rasanya ia memaki Arbhi saat itu namun Hilya pendam dulu rasa penasaran dan marahnya itu hingga Arbhi pulang dari kantor.


__ADS_2