I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
4 TAHUN LALU


__ADS_3

Semua mata tertuju pada Hilya ia duduk di hadapan Arbhi mengenakan dress putih dengan rambut di jepit dengan makeup yang sederhana namun terlihat elegan dan cantik


Hilya hanya diam tak berani menatap arbhi sedangkan Arbhi hanya menatap dingin pada Hilya, pandangannya tak lepas dari Hilya.


"mas mu mana ndo" ucap pak Tubagus


"ada kek masih di atas" ucap Hilya dengan halus dan sopan


tak lama kemudian Yudha turun menggendong ichie dan menggandengnya Galang, Yudha duduk di samping Hilya


"ooh jadi ini suami dan anaknya? menikahi duda beranak?" fikir Arbhi ia tersenyum ketir.


" loh ibu bapak yang kemarin di alun alun ya? waah kita ketemu lagi" ucap Yudha


"Arbhi menoleh pada bu Ambar ia tak percaya orang tuanya lebih dulu bertemu dengan Hilya dan suaminya


" haha iya, jodoh yaa kita ketemu lagi di sini" ucap pak Andi


"wah sudah saling kenal rupanya, oia Yudha mana Anggita?" tanya pak Tubagus


"Anggita masih di jalan pak sebentar lagi sampai" ucap Yudha tak lama berselang Anggita datang.


"assalamu'alaikum waah sudah kumpul yaa, maaf yaa lama " Anggita segera duduk di samping Yudha ia bersalaman mencium tangan dan pipi yudha


"dia siapa?? apa jangan jangan Hilya menjadi istri kedua?" Arbhi mengernyitkan dahinya ia terus memandang dingin pada Hilya.


begitu juga keluarga Arbhi mungkin mereka berfikir yang sama pada Hilya


" bunda... aku ga mau makan yaa" ucap ichi


"harus makan kalo ga makan nanti besok kita ga jadi ke candi Borobudur okee" ucap Hilya seraya menciumi anak lelakinya itu Arbhi menatap dingin ke anak lelaki hilya.


" baiklah semuanya sudah berkumpul disini Alhamdulillah kesempatan ini sudah saya tunggu tunggu... sebelumnya saya minta maaf kepada keluarga Sidharta yang sudah terlalu lama menyembunyikan semua ini, perkenalkan ini istri pertama saya ajeng ningrum, dan ini istri kedua saya Herni," pak tubagus mengenalkan wanita di sisi kanan dan kirinya


"dan ini Hilya, cucu saya cucu kandung saya!"


semua terkejut akan pernyataan pak Tubagus


"maksud pak tubagus apa? kami ga ngerti" ucap pak Andi


" Hilya ini adalah cucu pertama saya dari anak pertama saya yang bernama angga, kalian mungkin tahu masa lalu Hilya," ucap pak Tubagus, sembari menarik nafasnnya dalam dalam


" dan ini adalah Yudha anak pertama dari istri kedua saya, dan Anggita adalah istri dari yudha dan hilya..." ucap pak tubagus.


"pak sebaiknya Arbhi dan Hilya di berikan ruang untuk bicara berdua". ucap Anggita memotong ucapan pak Tubagus.


"iyaa, mungkin itu lebih baik karena ini semua saya persiapkam untuk Hilya bertemunya dengan Arbhi" ucap pak Tubagus sembari melihat kearah Arbhi namun Arbhi tak menjawab ia masih memandang Hilya dengan dinginnya

__ADS_1


"mas Arbhi, Hilya silahkan ke taman belakang mungkin banyak yang ingin di bicarakan"


"disini saja!!!" ucap arbhi tiba tiba dengan dinginnya ia memotong ucapan Anggita dan menatap Hilya dengan tatapan memburu


"bahagia kamu disini??, kabur kemana saja?" " ucap Arbhi tegas namun Hilya hanya diam


"nak.... ayo di belakang saja". ucap bu Ambar seraya berbisik


Arbhi menarik nafasnya dalam dalam ia terlihat kesal jantungnya berdegup sangat cepat ia membuka kancing kemeja ia segera bangun dan meninggalkan meja makan.


Hilya hanya diam tak menjawab apapun.


"dek, sana sudah waktunya semua ini di selesaikan" ucap Yudha


"tapi mas," Hilya ragu ia takut Arbhi marah besar namun ia juga tak bisa menutupi perasaan rindu nya pada Arbhi.


"ayoo nak.. temui Arbhi" ucap bu herni ,bu ajeng hanya mengangguk menyuruh Hilya menemui Arbhi. akhirnya Hilya bangun dan mencoba menghampiri Arbhi malam itu yang sedang sendirian di taman belakang,


Hilya melihat sesosok pria yang dulu dekat dengannya ia terlihat lebih mapan dan rapi dengan kemeja putih dan dan jeans hitam namun kini rambutnya yang gondrong tak lagi menghiasi wajahnya kini ia berpenampilan lebih maskulin.



Arbhi masih mengatur emosi dan perasaannya saat itu seketika fikirannya melayang mengingat kejadian 4 tahun yang lalu.


saat itu dikediaman Hilya semua masih menunggu kepulangan Hilya namun nihil hingga saat ini Hilya belum kembali dan akhirnya keluarga Hilya mendengar kabar bahwa hari ini Arbhi menikah dengan Jessica, wak jenyar dan wak Rudi rudi sengaja tak hadir karena hati mereka sangat kalut dan sakit semua karena Arbhi semuanya menyalahkan Arbhi saat ini,


ia melihat sesuatu di dlaam laci lemari hilya ia terkejut, ia segera membawa barang kecil itu ke hadapan orang tuanya dan kaka laki lakinya


" mak.. ini apa?" alma menyodorkan barang kecil itu


" astaghfirullah....!!!! yaya ...." wak Jenar menangis histeris dan pingsan. wak Rudi panik, Faisal yamg sudah emosi segera pergi meninggalkan kediaman Hilya.


ia menyambangi kediaman Arbhi sore itu acara sudah selesai semuan keluarga berkumpul di kediaman Arbhi termasuk jessica begitu pula Kenzo dam Jane


Faisal menerobos, sejumlah security sembari menahan emosi


"wooy bro, gimana Hilya udah balik kan?" tanya Kenzo seraya menehan Faisal


"MINGGIR LO....!!" Faisal mendorong Kenzo ia berjalan cepat dam melayangkan tinjunya pada wajah Arbhi


"BOOUUGHT....BANGSAAAAT...!" Faisal memukul Arbhi hingga Arbhi jatuh tersungkur semua mencoba membangunkan Arbhi


kedua orang tua arbhi beserta oma terkejut akan keributan ini


"APA APAAN LO, NONJOK GUE...!"


"MASIH NANYA LOO, LO KAN YANG BIKIN ADEK GUE KABUR DAN LO JUGA YANG UDAH NGEHANCURIN ADEKNGUE... BRENGSEK LO" teriak Faisal semua mencoba melerai Kenzo mencoba memegangi Faisal begitu juga dengan Aldi Faisal membabi buta ia ingin memukuli Arbhi

__ADS_1


"Faisal.. udah udah...udah " wak Rudi mencoba menenangkannya


oma terlihat marah saat itu, wajahnya memerah menahan emosi


"hei Rudi, anak mu ga tau sopan santun, ada masalah apa dia!!," ucap Oma


wak Rudi hanya diam tak bisa berkata apapun


"a,sudah Jangan di perpanjang, kita urus hilya sendiri saja gak apa-apa" ucap wak Rudi perlahan


"tapi si bajingan itu harus tanggung jawab bah" ucap Faisal dengan kesal


"sudah... tidak apa-apa" ucap wak Rudi


"pak Rudi ada apa ini sebenarnya?" tanya paka Andi keheranan


"tidak ada apa-apa ini hanya salah faham" ucap wak Rudi mendengar ucapan itu Faisal mengepalkan tangannya menahan kesal.


"maaf, semua bila keluarga saya menganggu di acara bahagia ini, saya mohon maaf yag sebesar-besarnya, tak ada masalah apapun hanya ada kesalah pahaman kecil" ucap pak Rudi, Arbhi menghampiri wak Rudi


"maafin Arbhi pak, maaf" , ucap Arbhi dengan suara tergetar


"gak apa-apa, selamat menempuh hidup baru ya den, tak usah fikirkan Hilya, itu urusan bapak" ucap wak Rudi


Arbhi hanya tertunduk menangis ia benar benar merasa bersalah.


"Rudi... lebih baik kamu keluar saja dari rumah Siddharta, anak anak mu sudah membuat onar, apalagi anak perempuanu itu yang sudah berani menggoda cucuku, sudah di berikan pekerjaan malah seenaknya mendekati cucuku". ucap oma dengan lantang


"omaa!! Arbhi yang mendekati Hilya lebih dulu jangan salahkan Hilya!" teriak Arbhi pada Oma nya, Oma hanya diam menahan kesal,


"nak Arbhi tidak apa-apa, terima kasih ibu, bapak nyonya besar, selama ini sudah banyak membantu keluarga saya, mulai hari ini saya mengundurkan diri terima kasih banyak pak, bu, den Arbhi saya pamit, ayoo a kita pulang" ucap wak Rudi sembari menarik Faisal yang saat itu masih emosi


wak Rudi melangkahkan kakinya keluar rumah tanpa menoleh, hatinya sangat sakit saat itu, pak Andi segera mengejar wak Rudi,


"Arbhi sekarang kamu sudah menikahi Jessica jangan pernah kamu cari pembantu genit itu lagi" ucap Oma sembari meninggalkan Arbhi


semua tamu dan keluarga hanya bisa terdiam, bu Ambar menghampiri Arbhi dan membawa Arbhi ke kamar nya


di dalam kamar Arbhi menangis sejadi jadinya ia menngis merasakan sesak yang teramat sangat, melihat kepiluan itu bu Ambar memeluk putra sulungnya itu dengan erat


"Arbhi mencintai hilya mi... Arbhi yang buat hilya begini, arbyhi yang buat Hilya pergi dari rumah" ucap Arbhi sembari terisak


"kenapa kamu cerita sama mami nak..., setidak nya mami bisa bantu berbagai cara akan mami lakukan untuk kebahagian anak anak mami" ucap bu Ambar sembari menangis


"maafin Arbhi mi... maafin Arbhi...


malam itu Arbhi menangis terisak is Tak peduki demgan malam pengantin atau yang lainnya ia hanya berdiam diri di kamar orang tuanya mengangis dan mencoba menghubungi Hilya berkali kali... namun ponseln Hilya tak pernah aktif orang tua arbhi hanya bisa diam pasrah mereka tak bisa berbuat apa-apa karena saat ini Arbhi sudah menikah dengan Jessica

__ADS_1


__ADS_2