
seusai kejadian tersebut akhirnya pihak sekolah mengeluarkan kevin dari sekolah dan tak mengajar kembali dan Arbhi membawa permasalahan ini ke jalur hukum.
Hilya terdiam menunggu kedatangan Arbhi yang masih mengurus semua laporan dikepolisian.
"kenapa tadi gue langsung keinget ke oom Arbhi yaa dan gue reflek banget manggil oom Arbhi dan kenapa tiba tiba oom arbhi datang" Hilya terdiam memikirkan itu semua
"jaket oom hangat banget" Hilya menutup kepalanya dengan cupluk yang terdapat di sweater Arbhi, tanpa sadar ia tertidur, selang beberpa jam kemudian hilya terkejut bahwa kendaraan Arbhi sudah melaju dan meninggalkan kantor kepolisian ia terperanjat.
"eh..heumm oom... maaf yaya... ketiduran" ia menoleh ke arah Arbhi yang fokus menyetir
Arbhi tak menjawab hanya diam, wajah nya masih kesal, lalu tiba tiba ia menghentikan laju kendaraan didapan kediaman Hilya.
"lo balik ajah yaa istirahat di rumah" ucap Arbhi dengan dingin
Hilya hanya menggelengkan kepalanya ia menolak, Arbhi hanya menarik nafasnya dalam-dalam.
"yaya ga mau oom yaya ga mau pulang, yaya ga mau Abah ssma emak tau soal kejadian hari ini"ucap Hilya dengan suara bergetar
"kenapa?"
"heum, yaya cuma ga mau mereka jadi panik dan kepikiran"
"heuuh ..urusan begini lo ga mau orang tua lo tau dan lo pengen gue yang cancel tapi ko lo sendiri ga nurut sama gue!" kesal arbhi
__ADS_1
Hilya tertunduk ia menyadari akan kesalahannya ia hari itu tak menuruti perintah Arbhi untuk segera pulang,
"maaf.." suara hilya bergetar menahan tangis
Arbhi menarik nafasnya dalam-dalam lalu memutar balikan kendarannya dan pergi meninggalkan kediaman Hilya di jalan Arbhi tak banyak bicara ia hanya diam begitu juga hilya.
seampainya di kediaman Arbhi, mereka langsung masuk ke dalam kamar masing masing waktu menunjukkan pukul 11 malam.
pukul 1 malam Hilya belum bisa memejamkan matanya ia berjalan keluar dan menuruni anak tangga di dapati nya Arbhi tengah duduk sendiri di taman belakang dengan menggenggam satu kaleng minuam beralkohol, Hilya kesal, ia berjalan cepat lalu meraih minuman kaleng itu lalu melemparnya
"wooy apa apan lo..." ucap Arbhi dengan kesal
"yaya ga suka yaa oom minum kayak gituan ."
"suka suka gue laah" ucap Arbhi ia menatap wajah hilya lalu ia tersenyum
"haha ga ada oramg mabok yang minum alkohol cuma 0.1persen hilya bego banget"
hilya kesal ia meninggalkan Arbhi dengan cepat Arbhi menarik lengan Hilya ,
"aah..." pekik hilya
"duduk disini.." pinta arbhi
__ADS_1
Hilya hanya diam,. ia melihat wajah Arbhi yang memerah dan matanya terlihat sembab
"oom arbhi kenapa, dia mabuk apa sakit??" bisik hati hilya
menuruti perkataan arbhi ia mulai duduk di samping arbhi ia menatap arbhi namun arbhi hanya diam ia menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya
"oom, oom kenapa?" tanya hilya
tiba tiba Arbhi menyeruak mendekap Hilya membuat Hilya terkejut, ia mendekap Hilya sangat erat, perlahan Hilya membalas dekapan Arbhi dan menepuk nepuk q Arbhi seraya menenangkan
"oom ada masalah, oom boleh cerita kok sama yaya," bisik Hilya pada Arbhi
"gue cuma khawatir kalo tadi lo sampai di nodaian sama si Kevin itu gue harus gimana sama orang tua loe, lo udah jadi tanggung jawab gue yaya, gue ga bisa lembut,. gue kasar, tapi asal lontau gue ga mau orang orang di sekitar gue di macem macemin orang'" ucap arbhi ia masih mendekap hilya
Hilya melapaskan dekapan Arbhi ia memandangi wajah Arbhi lalu dengan ragu ia membelai pipi arbhi, mendapatkan perlakuan itu mebuat arbhi sedikit terkejut ia memandangi wajah hilya
"yaya ga apa-apa kok oom" ucap hilya dengan senyum yang terukir di bibirnya
"Anyelir... lo mirip Anyelir ya...perasaan ini persis apa yang gue rasain sama anyelir, sentuhan lu hangat seperti anyelir" bisik hati Arbhi
"iyaa gue tau gue cuma khawatir" ucap arbhi, ia meraiah tangan Hilya yang masih berada di pipi arbhi lalu menggenggam nya
"lo masuk sana tidur, lo besok jangan sekolah dulu w udah minta izin kmrin ke kepala sekolah lo"
__ADS_1
"heummm oke oom.. yaya masuk dulu yaa oom, oom juga tidur udah malam" ucap hilya dan ia segera meninggalkan arbhi sendiri
malam itu adalah malam meninggal nya anyelir, arbhi selalu teringat dan terbangun setiap tanggal dan jam dimana anyelir meninggal, namun malam ini hatinya terasa hangat olrh dikap Hilya ia heran mengapa hilya bisa memeberikan sedikit kehangatan di hati arbhi, hari ini ia panik ketika mengetahui hilya belum kembali dari sekolah dan ia rela menjemput hilya karena hujan deras namun ternyata hilya mendapatkan sesuatu yang buruk di sekolah ,apakah ini kebetulan atau takdir yang sudah Allah rencanakan untuk Arbhi yang pasti di hati arbhi mulai ada perasaan yang arbhi sendiri masih bingung untuk menjabarkan kan nya.