
keadaan william berangsur membaik pagi itu Arbhi berangkat lebih pagi karena ada klien yang tak lain adalah sahabat lamanya sendiri
"Arbhi....waduuhh tambah gagah ajah lo" ucap teman Arbhi
"weyy lo juga broo, badan rada gede Perut tambah bulet ajah tuh" ledek Arbhi
"hahaha simbol kemakmuran nih hahahah"
ia adalah Erwin teman lama Arbhi mereka berbincang seputar bisnis, setelah selesai mereka mengobrol santai siang itu
"bro lo masih suka ke club and karaoke gak"
"haha tobaat boos" ucap Arbhi
"gilaa! iblis kok tobat" ledek erwin
"gilaa ya si richa sekarang nikah ma bule galamor banget dia" ucap Erwin tiba-tiba ia membuka ponselnya dan melihat sosial media, Arbhi terhenyak mendengar nama Richa
"tunggu, Richa siapa" ucap Arbhi seraya mengernyitkan dahinya
"ini loh bhi, mantan gue si Richa yang dulu gue sering bawa ke club"
"coba gue lihat fotonya" Arbhi meminta Erwin menunjukkan fotonya
"dia mntan lo win?"
" iya masa lo lupa emang udah lama sih tapi gue masih inget waktu gue mabuk berat sama dia lu yang sibuk anterin gue sama Richa balik" ucap Erwin
"gue minta nomer hape nya" ucap Arbhi, ia segera pamit untuk pulang
di perjalanan ia mencoba menelepon Richa berkali-kali namun hasilnya nihil Arbhi terus mencoba dan akhirnya ia mengangkat telepon nya
📲
"halo" sapa Arbhi
"halo siapa nih" tanya Richa
"gue arbhi"
",ck..tut...tut...tutt. " mendengar nama Arbhi ia segera menutup teleponnya.
"brengsek, malah di matiin", ucap Arbhi dengan kesal ia terus mencoba menelepon Richa namun tak aktif kembali
sementara itu di kediaman Arbhi Hilya sedang sibuk membereskan bersih bersih bersama William tiba tiba terdengar gerung mobil terparkir di halaman rumah Hilya ia segera keluar mengecek
"ichi..." teriak hilya
"bundaaaa...."ichi berteriak berlari memeluk Hilya ternyata ichi datang di antarkan oleh kaka Hilya Anggita dan Yudha
semua melepas rindu Yudha masuk terlebih-lebih dulu untuk menaruh koper berisi baju ichi
__ADS_1
"mbak kok ga ngabarin aku"
"hahah biar surprise, kebenaran mbak sama mas ada acara di Jakarta trus ichi juga udah pengen ketemu kamu" ucap anggita pada hilya
"arbhi mana ya"
"lagi keluar mbak nemuin klien" ucap hilya ia masuk bersama anggita didapatinya Yudha berdiri mematung Mamandang willian dengan aneh
"yaya, dia siapa?" tanya yudha pada hilya
"ohh heum dia...ehh dia anaknya mas arbhi mas.." ucap hilya hati hati
"apa...! anak arbhi Hilya?" ucap yudha ia dan anggita terkejut
"iyaa mas"l
"haaaehh sini kamu" Yudha menarik lengan Hilya sementara Anggita menghampiri william yang berdiri mematung dengan senyum ketir
"kamu serius, dia anak arbhi, jadi arbhi sudah menikah 3x, kamu istri ke 3?, kalo dengan Jessica ga mungkin kan?" tanya Yudha menyecar Hilya, dengan banyak pertanyaan akhirnya hilya menjelaskan keberadaan William
"haduuhh ada ada ajah, senakal apa sih suami kamu itu ya"
"yaaa begitu lah mas,"
"sekarang masih suka ke clubbing ga!" tanya yudha kesal
"ga kok mas"
"iyaa bener"
"yasudah, mas nginep di rumah bapak yaa ga nginep di sini,besok mas kesini lagi ketemu arbhi" ucap yudha dengan tampang kesal
"iyaa mas"
Anggita dan yudha berlangsung meninggalkan kediaman Hilya
"wil,maaf yaa"
"ga apa-apa kok tante"
"dia kaka nya tante dari Banyuwangi,dia belom tahu keberadaan kamu di sini"
"heeh gak apa-apa tan woles ajah" ucap willy sembari tertawa
"oia nak..sini kenalin nih.. kaka kamu" panggil hilya pada ichi
"kaka aku???" tanya ichi dengan polosnya
",iyaa dong, nih namaya ka willy" Hilya menggendong Ichi dan mendekatkan pda willy
"haloo ichi,"
__ADS_1
ichi hanya tersenyum malu dan memeluk Hilya
"diih kenapa malu" ledek Hilya pada Ichi
"yuk ikut kakak ke kamar nanti Ichi tidur sama kaka ajah mau ga"
"heum...iyaaah" ucap ichi menggangguk malu malu.
malam harinya Arbhi dan hilya bersiap untuk tidur, ia mencoba membujuk ichi untuk tidur bersama dirinya karena Arbhi sangat merindukan anak lelakinya itu namun nihil ichi sangat lengket dengan William bahkan ia pun hanya ingin tidur bersama william
malam harinya Arbhi dan Hilya membuka perlahan kamar William didapati nya william yang tengah tertidur pulas sembari memeluk ichi mereka tidur sangat pulas
"heummm mereka langsung akrab yaa mas"
"iyaa hahaha lucu" Arbhi menutup pintu kamar William dan bergegas masuk ke kamar nya
"sayang, aku dapat kontak Richa" ucap Arbhi seraya memeluk Hilya
"terus mas udah telepon dia"
"sudah, tapi gitu dia langsung menutup teleponnya, aku coba telepon lagi tapi langsng ga aktif"
"heum,yasudah biarin ajah dulu, oia besok kita ke mal cari perlengkapan willy, aku cek bajunya hanya sedikit kasian mas"
"yaa besok kita ke sana ya, oia makasih yaa sudah mau nerima semuanya ini maaf aku bikin kamu kecewa" ucap Arbhi
"iih ngmng apa siih gak kok, aku udah nerima apapun yang jadi masalalu mas aku terima baik buruknya" ucap Hilya seraya mencium lembut bibir dan pipi suaminya itu lalu ia memeluk erat suaminya itu.
keesokan harinya Arbhi membawa beserta kedua anak laki-lakinya untuk berbelanja kebutuhan sehari hari dan kebutuhan William
mereka berjalan bersama makan siang bersama merkea saling bersenda gurau di situ William terdiam ia merasakan keluarga yang utuh.
"willy, kamu mau makan apa?"
"terserah tante ajah"
"ayah ayah, kok kak willy ga panggil bunda kok manggilnya tante" ucap ichi seraya berbicara pada Arbhi, Arbhi terdiam memandangi William
"coba ichi tanya sama kaka kenapa ga panggil bunda ajah" ucap Arbhi
"ka kok manggil tante sihh aku mah manggilnya bunda loh, kaka juga harus manggil bunda " ucap ichi membuat wiilliam merasa tak enak
"heum," willi terdiam
"ayo ka" ichi membujuk wiilliam
"bunda..." ucap william perlahan seraya memandang Hilya dengan malu malu ia mengucapkan itu
Hilya hanya tersenyum sembari membelai bahu William, hari itu ia merasa bahagia ia merasa di terima di keluarga arbhi.
malam harinya untuk pertama kalinya orang tua arbhi bertemu dengan William mereka tak membedakan antara ichi dan William semuanya sama mereka anggap cucu, william bertambah yakin keputusan nya tepat utnuk mencari keberadaan Arbhi
__ADS_1