
Sesampai di tempat wisata candi Borobudur Arbhi segera turun dari kendaraan nya ia berjalan bersama ichie menggandeg dan menggenggam erat tangan mungil anak lelakinya itu, Hilya hanya mengikuti Arbhi dan Ichi dari belakang sembari menggendong tas ransel milik ichie yang berisikan baju, susu dan makan siang untuk ichie
Waktu saat itu menunjukan pukul 11 siang matahari sangat terik sebelum Arbhi berjalan lebih jauh dan hendak menaiki anak tangga di candi Borobudur Hilya segera memotong langkah Arbhi
"tunggu," ucap Hilya, Arbhi terdiam apa yang akan dilakukan Hilya
Hilya mengeluarkan sesuatu dari tas rasel milik ichie
"pake sunblok dulu yaa nak biar ga kebakar kulitnya ini panas banget," Hilya mengoleskan cream sunblok pada kulit ichie
"pake topi nya biar ga silau okeee" ucap hilya kembali ia sangat protektif pada anak lelaki semata wayangnya, Arbhi hanya diam, melihat sikap Hilya yang sangat berubah 180 derajat ketika sudah memilki anak, lalu Arbhi kembali melanjutkan perjalanan nya ia mulai menaiki anak tangga untuk mencapai puncak Borobudur
"ayah, nanti aku mau pegang patung yaaa"
"boleeh..,nanti ayah gendong, memang ichi belum pernah pegang"
"kemarin aku ga sampai ayah...aku di gendong papi yudha tapi ga bisa sampe mas galang juga!!" celoteh ichie sembari menaiki anak tangga
Nafasnya mulai terengah engah ia merasa mulai lelah. Arbhi yang menyadari hal itu segera menggendong ichi ke punggung belakangnya.
"haaap,waw kamu berat sekali nak" ucap Arbhi, Hilya yang ada di belakang Arbhi hanya menahan tawa.
"ayoo ayah cepetan jalanya .." ichi mulai merengek
"okee okeee...",ucap Arbhi seraya tertawa
sesampainya di puncak borobudur semua tampak ramai oleh pengunjung
"haaah....haaah...sampeee nak" ucap Arbhi dengan nafas tersengal-sengal karena kelelahan.
"yeaaaay..."ichi segera berlari kesana-kemari ia tampak bahagia,
sedangkan Arbhi kemejanya basah kuyup karena kelelahan akibat menggendong ichi yang cukup berat, iya menepuk-nepuk bahunya untuk menghilangkan rasa pegal, Hilya hanya bisa tersenyum melihat kejadian itu
"nih tissue,dan air" ucap Hilya seraya menyodorkan satu kotak tisu dan 1 botol air mineral, arbhi hanya diam dengan dinginya ia meraih botol minum itu dan meminumnya, lalu menyeka keringat nya yang jatuh bercucuran
ia segea menghampiri ichie dan menemaninya bermain hilya hanya diam ia tak ingin mengganggu waktu kebersamaan mereka berdua Hilya melihat jam di tangannya jam sudah menunjukan pukul 12.30
"astaghfirullah ichi belom makan siang" ucap Hilya ia segera merogoh tas ranselnya untuk mengambil nasi bento untuk makan siang Ichi
__ADS_1
ia berjalan menghampiri ichi yang tengah di gendong oleh Arbhi ia ingin sekali bisa memegang arca yang terdapat didalam salah satu candi.
"uuuhh susaahh sekalii ayahhh" ucap Ichi, Arbhi hanya tertawa
"haahaaa tangan nya ga sampe yaa nak" Arbhi tertawa melihat tingkah anaknya itu
Hilya datang ia segera menyuapi ichi yang tengah di gendong oleh arbhi
"ayoo nak, makan dulu" ucap Hilya ia memasukan sesuap demi sesuap nasi ke dalam mulut ichi yang saat itu masih sibuk mencoba memegang arca
Arbhi manatap wajah Hilya dalam dalam wajah yang dulu tak pernah tersapu oleh make up namun kini wajahnya terlihat lebih terawat dan bermake up ia terus memandangi wajah Hilya hingga membuat Hilya salah tingkah di buatnya.
Setelah selesai mereka turun dari puncak Borobudur untuk beristirahat
di salah satu warung yang menjajakn makan Hilya duduk berdua dengan Ichi sementara arbhi sedang berada di toilet.
"bunda, aku ngantukk..." ichie naik ke pangkuan Hilya dan memeluknya
"heum, ngantukkk aduhh, tunggu ayah yaa nak"
"ayooo bundaa aku mau tidurrr" ichie mulai merengek
di kejauhan Arbhi melihat Hilya ia melihat punggung Hilya yang terlihat menahan beban berat.
"4 tahun dia jalanin sendiri, seperti itukah ia ketika menjaga ichie dia pasti sangat lelah, tanpa gue tanpa orang tuanya tapi kenapa dia bener bener bisa tanpa gue," Arbhi segera berjalan cepat lalu ia segera meraih ichi yang tertidur di gendongan Hilya
"aah... astaghfirullah" Hilya tetkejut akan kedatangan Arbhi yang tiba tiba meraih ichi
"kenapa ga telepon gue kalo ichi tidur"
"maaf tadi nya mau duluan ke parkiran" ucap Hilya seraya tertunduk
Mereka berjalan bersama banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka banyak yang berbisik melihat kecocokan mereka
"pasti capek ya ngurus ichie sendirian!" ucap Arbhi tiba tiba dengan suara lebih lembut.
"ah, heum, iya tapi capeknya tiba tiba hilang kalo udah lohat fia bawel, ngoceh ketawa" ucap hilya terbata,
Arbhi hanya diam tak bertanya kembali mereka berjalan tanpa berbicara tiba tiba Arbhi meraih tangan Hilya menggenggam nya dan menggandenganya,
__ADS_1
"dag dug...dag..dug... " degup jantung Hilya berdegup sangat cepat ia terkejut mengapa tiba tiba Arbhi menggenggam tangannya rasa rindu yang selama ini ia rasakan seperti sudah terbayar kan walaupan hanya dengan genggaman Arbhi, Hilya menyambut genggaman Arbhi, membuat Arbhi sedikit menaikan alisnya, namun ia hanya tersenyum ketir
"Hilya..." tiba tiba seorang pria menghadang langkah mereka
"oh..ma..mas Sigit" ucap Hilya tebata ia sedikit terkejut
"kamu kok ada disini" tanya Sigit seraya mengernyitkan dahinya karena yang ia tahu Hilya berada di Singapore
"ahh, iyaa lagi nengokin kakek dan bawa ichi jalan jalan" ucap Hilya dengan hati hati
"ooh, dia..." ucap Sigit seraya melihat ke arah Arbhi
"gue ayahnya ichie". ucap dingin Arbhi dengan tatapan tajam pada Sigit.
"ohh, begitu rupanya, kenalkan aku Sigit" Sigit mengulurkan tangannya untuk mengajak bersalaman seraya tersenyum
"lo ga lihat tangan gue lagi sibuk" ucap ketus Arbhi seraya mengangkat tangannya yang tengah menggandeng Hilya
"ooh, sory, salam kenal yaa, oia salam buat kakek sama ibu sama eyang mami juga". ucap Sigit ia memandang Arbhi dengan kesal
"iyaa mas" Ucap Hilya lalu Sigit pun pergi dengan tatapan dingin pada Arbhi
Hilya mencoba melepaskan genggaman namun dengan cepat Arbhi menggenggam lebih erat
" cepet, ichi berat..." ucap Arbhi seraya menarik lembut lengan Hilya
"dia siapa??" ucap ketus Arbhi
"heum, mantan pacar aku oom" ucap Hilya terbata
Arbhi menarik nafasnya dalam-dalam, lalu ia melepaskan genggaman dan meninggalkan hilya sendiri ia berjalan cepat lebih dulu
"hhhhhaaaah... Hilya lu ga bisa bohong banget sih, jujur banget jadi orang" ucap Hilya ia menggerutu dalam hati.
Dalam perjalanan Arbhi hanya diam tak berkata apapun, Hilya yang duduk di kursi belakang beserta ichi yang tengah tertidur, ia hanya memandangi Arbhi yag sedari tadi diam tak bicara
"sigit..! ohh jadi selama 4 tahun ini dia buka hati buat yang lain, heuh... bego banget ya gue 4 tahun nyari dia kemana mana tanpa buka hati untuk yang lain tapi dia malah...haaah... sudahlah bikin gue tambah ngerasa tolol" gerutu Arbhi dalam hatinya.
Meraka hanya diam tak ada yang dapat bicara Hilya merasa tak enak pada Arbhi atas kehadiran Sigit, dan Arbhi pun enggan untuk berbicara karena ia khawatir akan emosi karena masih kesal dengan Hilya.
__ADS_1