I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
MEYAKINKAN HILYA


__ADS_3

sepulang dari kediaman anyelir arbhi masih terdiam dalam lamunan nya ia teringat akan anyelir di masa lalu. Sesampainya di rumah ia tak mendapati Hilya di dalam kamarnya


"yaya....yaya...!" teriak arbhi ia terus mencari keberadaan Hilya malam itu jantungnya berdetak sangat cepat ia sangat takut Hilya pergi begitu saja dari kediaman nya .


📱


Arbhi :


"yaya loe di mana? kenapa gak ada di rumah"


Arbhi mengirimkan chat pribadi pada Hilya namun sayangnya ponsel Hilya tidak aktif malam itu,.


"hhhaaaeeehh..... apa dia beneran pergi yaa... dari sini, qpa yang harus gue lakukan" Arbhi masuk ke dalam kamar Hilya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur Hilya.


Ia terkejut seketika ia merasakan sesuatu yang mengganjal di punggungnya Arbhi terbangun ternyata ponsel Hilya tertinggal di dalam kamarnya dengan cepat Arbhi membuka ponsel milik Hilya dan betapa terkejutnya Arbhi melihat chat terakhir dari Alma adik bungsu Hilya, Arbhi berjalan cepat dan segera melajukan kendaraannya.


Ia berjalan melewati lorong rumah sakit ia mencari keberadaan hilya dari jauh ia melihat seorang wanita yang sangat ia kenal


Hilya duduk seorang diri di luar bangsal rumah sakit ia duduk di lantai rumah sakit sembari memeluk kedua lututnya, Arbhi berjalan perlahan mendekati Hilya


"yaya .." panggi Arbhi dengan lembut.


Hilya terdiam ia menengadah kan wajahnya ia melihat Arbhi datang malam itu


"oom.... hiks ...hiks. ." hilya manangis terisak


Arbhi terduduk di hadapan Hilya, ia memeluk Hilya dan akhirnya Hilya pun menangis tersedu-sedu.


"yaya ga mau kehilangan emak oom...yaya masih butuh emak.." hilya menangis sejadi jadinya dadanya terasa sesa.

__ADS_1


Ia tak bisa membayangkan bila wak Jenar pergi meninggalkan dirinya.


"sst... semua akan baik baik ajah, aku yakin itu" ucap Arbhi seraya membelai lembut punggung hilya seraya menguatkan Hilya


"emak belom sadar dari tadi oom, darah tinggi nya kambuh, dan emak jatuh di kamar mandi oom" ucap Hilya terbata bata


"pak rudi kemana?" tanya Arbhi


"abah lagi antar pak andi ke malang oom,"


"kenapa kamu ga telepon aku!" ucap dingi Arbhi


"yaya ..kira...oom lagi .." Hilya tak melanjutkan ucapannya


"lagi apa? lagi sama Jessica?" ucapa Arbhi kembali


"hhhhaaaeeh, aku ga mau ke sana, udah yuk kita masuk nemenin emak kamu, semoga ajah kalo kita di dalam beliau Cepet siuman" Arbhi bangun dari duduknya dan mencoba membantu Hilya untuk berdiri .


Ia melihat wajah Hilya yang pucat dan mata yang sembab akibat menangis terus menerus.


Arbhi dan Hilya masuk ke dalam kamar perawatan dimana wak Jenar terbaring lemas.


"sus gimana keadaan ibu saya" tanya Hilya pada suster yang sedang memeriksa keadaan wak Jenar


"Alhamdulillah mbak tensi darahnya sudah mulai normal dan tidak ada hal yang serius insha Allah ibu nya akan cepet siuman kok" ucap suster tersebut


Arbhi hanya tersenyum sembari membelai lembut bahu Hilya dan setelah suster pergi meninggalkan ruangan, Hilya mendekati wak Jenar yang sejak dari tadi masih memejamkan matanya.


"mak, bangun mak, yaya sayang sama emak, yaya minta maaf kalo yaya salah". ucap Hilya sembari menciumi wajah wak Jenar

__ADS_1


"yaya, udah.. gak apa-apa mending kita juga istirahat dulu ya " ajak Arbhi mereka duduk di sofa yang telah di sediakan, Hilya masih menangis terisak.


Arbhi hanya bisa terdiam, lalu ia menarik tubuh Hilya dan merangkulnya mendekapnya dengan penuh kehangatan


"udah jangan terus nangis, ibu kamu pasti sehat lagi"


"hiks. hiks . iyaa oom, oom kalo mau pulang, pulang ajah gak apa-apa kok yaya izin dulu yaa oom yaya mau rawat emak, sampe abah sama a Faisal datang" pinta Hilya pada Arbhi


"aku mau temenin kamu disini" ucap Arbhi


"ha....ja...jangan oom, oom pulang ajah" Hilya mulai panik ia takut keberadaan Arbhi akan membuat wak jenar dan wak rudi bertanya tanya


"kenapa kamu takut, aku udah bilang aku ga main main yaya, aku mau minta restu orang tua kamu, aku ga pernah mencintai Jessica terserah mereka mau bicara apa aku ga peduli" ucap Arbhi.


Hilya hanya diam mendengar perkataan Arbhi ia tak habis fikir mengapa Arbhi sangat ingin mendapatkan dirinya.


"tapi oom..." ucap Hilya


"aku ga butuh jawaban kamu sekarang aku tau kamu belum dapat surat kelulusan, yang pasti aku ga mau kehilangan kamu yaya, aku akan sekeras mungkin meminta restu pada ornag tua kamu dan orang tua aku walaupun mereka nantinya mungkin akan menentang tapi aku akan terus meyakinkan mereka bahwa kamu dan aku layak bersama", ucao Arbhi kembali smebari menjatuhkan kepalnya di sofa dan memejamkan matanya.


Hilya semakin bingung ia takut Jessica akan marah besar dan ia juga khawatir wa jenar dan wak rudi akn menentang hubungan mereka karena sakit wak jenar saat ini pun karena ia sangat memikirkan hikya dan Arbhi.


"gue harus gimana di sisi lain gue bahagia gue oom arbhi mau nerima gue apa adanya tapi di sisi lain gue takut, takut akan omongan mereka di luar sana terlebih oom Arbhi lahir dari keluarga yang berada", ucap Hilya dalam hatinya.


ia hanya bisa diam sesekali ia memandangi wajah Arbhi yang terpejam karena sedikit kelelahan. Hilya sangat kalut malam itu, ia tak tahu harus bagaimana.


"semua akan baik baik ajah,. selagi kamu ikuti apa kata hati kamu dan ikuti kata kata aku", ucap arbhi dengan mata terpejam dan tangan Arbhi yang sangat erat menggenggam jari jemari Hilya.


Hilya hanya bisa diam ia ikuti jalan cerita dan waktu ia hanya bisa pasrah bagaimanapun ia hanya bisa pasrah akan ketentuan yang sudah Allah takdirkan.

__ADS_1


__ADS_2