I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
PEMBATALAN.


__ADS_3

Setelah pertemuan Arbhi kemarin Hilya hanya mengurung diri di kamar namun orang tuanya masih yakin inilah jalan yang terbaik untuk anak gadisnya


Sementara itu di kantor Arbhi menyelesaikan pekerjaannya dengan fikiran yang sangat kalut ia membanting alat tulisnya dengan kesal


"aaarrgghhhhhh.... bisa gila gue" Arbhi menyandarkan tubuhnya dan sesekali menyaka wajahnya wajah Hilya selalu terbayang di pelupuk matanya


tiba tiba Kenzo yang melihat kegelisahan Arbhi semenjak tadi pagi menghampiri Arbhi di ruang kerjanya


"woi bhi lu kenapa" ucap Kenzo seraya membawakan minuman kaleng untuk Arbhi


"gak apa-apa!"


"serius lu ga mau cerita"


"haaaah gue bingung mau cerita dari mana"


"intinya ajah, kali ajah gue bisa bantu"


"oma ngatur pernikahan gue sama Jessica" suara Arbhi tercekat


"haaaa....!! serius lo, terus jawaban lo apa?"


"gue mau fikir fikir dulu dan keselnya padahal gue udah putusin Jessica tapi dia ga ngerasa gue putusin dan malah dia makin gila buat jadi istri gue, jujur gue ga ada rasa apapun sama Jessica dan gue oga dia jadi istri gue". terang Arbhi


"Hilya?, lo suka banget sama Hilya ya" tanya Kenzo dengan cepat


"gue udah pacaran sama Hilya"


"apaaaaa....!!!" kok lo baru cerita


"heeeummmmh... tau lah bingung gue, tapi hilya minta putus dan itu yang bikin gue gilaaa"


"sabar bro, pasti ada jalan keluarnya tapi apa lo yakin sama Hilya? , dia anak kemarin sore baru lulus juga dan lo, udah tua anjir" ucap Kenzo seraya mmukul bahu Arbhi


"ishhh apaan sih lo, yg namanu cinta ga mandang usia, status, dan fisik"


"haha iyaa sih kalo yakin lo perjuangin kalo ga yakin udah mending mundur perlahan ajah, tapi apa nantinya ga jadi masalah untuk hilya" tanya Kenzo kembali


"itu yang jadi masalah, orang tua Hilya ga setuju sama. hubungan gue dan Hilya karena mereka fikirin soal kasta padahal ortu gue fine fine ajah kan, tapi memang gue akui oma pasti bakal nentang keras pilihan gue" ucap Arbhi


"lo mending fikir fikir lagi deh yaa buat Hilya nya juga jangan mikirn perasaan lo doang oke, oia gue izin lebih dulu yaa mau jemput jane di bandara!"


"ohh, Jane balik yaa"


"iyaa dong,dah yaa gue pergi dulu" pamit Kenzo pada Arbhi


"gue harus selesaikan kan ini semua gue harus nemuin orang tua Jessica" fikir Arbhi ia segera bergegas untuk nenuju perusahaan milik orang tua di Jessica,dan sesampainya di sana ia segera menemui orang tua Jessica

__ADS_1


"wah ada apa Arbhi tiba tiba datang ke sini". ucap ayah Jessica


"maaf oom sebelumnya tapi ada hal yang harus arbhi sampai kan sama oom perihal Jessica dan Arbhi"


"ada apa..." wajah ayah Jessica berubah menjadi dingin tanpa senyum


"maaf sebenarnya Arbhi telah memutuskan hubungan dengan Jessica beberapa minggu yang lalu dan Arbhi ingin memjnta maaf Arbhi tidak bisa melanjutkan hubungan ini hingga ke jenjang pernikahan Arbhi minta oom untuk membatalkan pernikahan ini" ucap Arbhi hati hati


"heuh.... enak banget kamu bicara, kamu yakin mau lepasin Jessica, kamu kira semua ini mudah seperti membalikan telapak tangan. oom bisa saja membatalkan tapi sayangnya oom tidak ingin membatalkan,orang tua kamu dan nenekmu sudah sepakati kerjasama kedua perusahaan dengan menyetujui pernikahan kalian" ucap ayah Jessica


"maksud oom ini pernikahan antar kedua perusahaan" suara Arbhi meninggi


"kamu baru faham??" ucap ayah Jessica dengan senyum menyeringai


"Jessica cinta sekali dengan kamu dan saya tidak segan segan untuk menanam saham besar di perusahaan milik orang tuamu dan nenekmu, bila kamu bersih keras mau lepas kembalikan dulu modal saham yang saya berikan ke keluarga mu, apa kamu sanggup?? " ucap ayah jessica dengan menang


Arbhi hanya diam ada rasa kecewa dalam dirinya


"kenapa kamu diam? jangan pernah menentang keputusan ini Arbhi hanya demi anak supir itu" ucap ayah Jessica, mendengar ucapan ayah Jessica Arbhi terkejut bagaiman ia tahu soal Hilya.


"oom, bagaimana oom tau" ucap Arbhi terbata


"heuh, apa yang saya tidak tahu,semuanya saya tahu kamu ingin melepaskan anak saya hanya demi anak supir dan bekas pembantu di kediaman kamu, otak kamu di taruh di mana " ucap ayah Jessica dengan kasar.


"maaf oom, saya memang bodoh tapi ini menyangkut hati perasaan, cinta dan sayang itu tidak bisa di paksakan, maaf saya akan tetap melepaskan Jessica" ucap Arbhi ia bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan ayah Jessica


"silahkan,... kalo kamu mau siap melihat gadismu itu menderita dan membayar semua saham yang sudah aku berikan yang nilainya sangat banyak bahkan nyawamu saja mungkin belum cukup" ucap ayah Jessica, langkah Arbhi terhenti namun tekadnya sudah bulat ia tetap melangkah pergi


Arbhi berjalan cepat dan meninggalkan perusahaan ayah Jessica, ia menelpon Hilya berkali kali namun ponsel Hilya tak aktif. karena khawatir akan keselamatan Hilya ia pergi menemui Hilya di kediaman nya namun rumah Hilya tampak sepi tak berpenghuni


"kemana sih lu yaya" Arbhi mulai cemas ia hanya ingin memastikan bahwa Hilya baik baik saja karena Arbhi sangat tahu watak dari keluarga Martines yaitu keluara besar Jessica


ia terus mencoba menelepon Hilya namun nihil tetap tidak aktif, akhirnya Arbhi memutuskan kembali ke kantor siang itu


di salah satu mall Hilya sedang berjalan bersama Naura untuk sekedar menghilangkan penat lalu setelah di rasa sedikit lelah mereka duduk bersma di lobby mall


"ya, baru muter dikit kok lu udah lelah sih katanya mau cari kemeja sama buat ngelamar kerjaan" tanta Naura


"tau nih gue ga enak badan dan perasaan gue ga enak," ucap Hilya


"heum, yaudah gue beli minum dulu ya, lo tunggu disini!" ucap Naura ia segera pergi membelikan minuma untuk dirinya dan Hilya ketika Hilya sedang duduk sendiri tiba tiba-tiba


"Hilya...!" sapa pria tersebut, Hilya menoleh siapa pria yang memanggil nya tersebut


"ka kenzo" ucap Hilya perlahan


"kok kamu di sini?"

__ADS_1


"hehe lagi cari sesuatu ka,kaka ko disini?" tanya Hilya kembali


"ohh iyaa, nih biasa mau isi perut dulu laper" ucap Kenzo seraya tertawa, Hilya ikut tertawa namun pandangannya teralih kan oleh seorang wanita berperawakan mungil berambut sebahu ia sangat cantik dam manis , Kenzo menyadari akan pandangan Hilya pada kekasihnyan itu


"ohh. ini kenalin jane, beb, kenalin ini Hilya" ucap kenzo seraya mengenalkan hilya pada jane begitu pula jane pada hilya


"oh hai aku Jane salam kenal yaa" ucap Jane dengan senyum sumringah nya


"beb ayoo, Jessica udah nunggu kayaknya" ucap Jane perlahan, mendengar nama Jessica sontak hilya menjadi terkejut


"Jessica? apa jangan jangan oom Arbhi juga ada disni" ucap Hilya dalam hatinya


"yaya aku pergi dulu yaa" ucap Kenzo lalu merekapun berpamitan dan pergi meninggalkan hilya.


di lain tempat Jessica sedang menerima telepon dari seseorang ia terlihat marah dan kesal,


📲


"halo"


suara pria di ujung telepon sana mengangkat panggilan telepon dari Jessica


"Arbhi kamu gila yaa, ngapain sih kamu nemuin papa aku!! "


"sory, gue udah bilang berkali kali gue gak bisa jalankn dan nikah sama"


"kenapa?? pasti gara gara anak kampung itu yaa si pembantu gatel itu kan? " suara Jessica meninggi


"bukan...!"


"alahh bohong kamu, kamu udah sakitun hati aku arbhi asal kamu tau ga ada yang bisa nolak keinginan aku, dan ga ada yg bisa halangin aku si pembantu sialan itu sekalipun,"


"lo ngomong apa sih, awas ajah kalo lo macem macem", bentak arbhi


"hahah tuhh bener kan semua ini karena si anak miskin itu, buta mata kamu arbhi, lagi lagi kamu sia sia in aku yang tega banget kamu Arbhi"


"jes, perasaan seseorang itu ga bisa di paksain"


"aku ga peduli....! " Jessica menutup telepon nya di belakang Jessica Jane dan kenzo telah datang mereka hanya berpandangan tanpa mengucapkan apapun semua pembicaraan antara jessica dan Arbhi terdengar oleh mereka berdua


Jessica bangun dari tempat duduknya dengan penuh emosi


"jess mau kemana?" tanya Jane


"eh lo udah datang sory yaa gue mau balik ada urusan sorry banget, lo ke apartemen gue aja yaa okee" ucap Jessica seraya tergesa gesa


"tapi..jes..." ucap jane tercekat, Jessica mengambil langkah cepat

__ADS_1


"jes...jes...."panggil jane namun Jessica tak menggubris panggilan jane


"udah beb gak usah di panggil, tu anak emang aneh udah baiarin ajah ayoo kita pesen makan ajah. kamu belom makan setelah turun dari pesawat kan??" ucap Kenzo seraya membelai lembut rambut Jane kekasih Kenzo yang telah lama menjalin hubungan dengannya


__ADS_2