I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
FIRST TIME


__ADS_3

Sepulang dari pasar tradisional Hilya segera membantu wak Jenar membersihkan semua sayuran untuk pesanan esok hari, malam harinya ketika Hilya, Alma dan wak Jenar sedang bersantai di ruang tivi terdengar suara mobil memasuki pekarangan rumah wak Jenar


.


"ihh abah pulang...." teriak Alma ia segera bangun dari tempat duduknya.


Alma adalah anak bungsu wak Jenar yang masih sangat manja pada ayahnya,


"abah kok tumben pulang nya bawa mobil?" tanya Alma, sembari menghampiri ayahnya itu.


"iyaa neng, besok mau di servis dulu" ucap wak Rudi yang turun dari mobilnya menghampiri Alma.


"nih, dari bu ambar" ucap wak Rudi memberikan sekotak makanan untuk keluarga wak Rudi.


"waah apaa nih bah?" tanya Alma dengan mata berbinar-binar.


"martabak telor neng, hayuu masuk abah mau mandi dulu" ucap wak Rudi berjalan sembari merangkul anak bungsu nya itu.


melihat kedatangan wak rudi hilya segera bengun dan mengambil segelas air putih hangat untuk wak rudi


"minum dulu bah," ucap hilya seraya menyodorkan air minum untuk wak nya itu,


"makasih yaa teh" ucap wak rudi seraya tersenyum pada Hilya.


"bah, besok banyak pesenan gorengan, gado-gado dan karedok buat ke sekolah teteh, abah besok bisa ga anter teteh ke sekolah buat bawa pesenan bah" tanya Hilya kembali.


"waduhh abah izin dulu yaa sama pak Andi" ucap wak Rudi


"iyaa bah, itu juga kalo boleh, kalo ga juga gak apa-apa nanti teteh pesen ojol ajah kali". ucap Hilya.


"coba izin dulu ajah bah ke pak Andi kali ajah boleh!" ucap wak Jenar kembali.


wak Rudi segera membuka ponselnya menelepon pak Andi malam itu.


📲


"halo pak andi!"

__ADS_1


"iyaa pak rudi ada apa yaa, mobilnya ada trouble yaa?" tanya pak andi pada wak rudi


"ah gak ada apa-apa pak, cuma mau minta izin, besok aga telat pulangin mobilnya pak sebelum di servis mau di pake buat antar pesanan ke sekolahnya Hilya" ucap wak rudi pada pak Andi


"iyaa pak silahkan gak apa-apa pakai ajah" ucap pak Andi.


ia mengizinkan mobilnya sementara di pakai oleh wak Rudi untuk mengantarkan pesanan ke sekolah hilya besok.


Wak Rudi Bekerja menjadi supir pribadi salah satu orang terpandang di daerahnya, yang bernama Andi Mahardika Sidharta ia memilii istri yang bernama Ambar Saraswati keluarga Sidharta terkanal sebagai keluarga yang kaya raya dan berhati baik pada semua penduduk di daerah sekitar, mereka memiliki 2 pabrik pembuatan teh dalam kemasan dan beberapa hektar kebun teh.


Pagi dini hari pukul 4 Hilya sudah bangun untuk membantu wak Jenar di dapur untuk membuat beberapa gorengan yang di pesan oleh guru-guru di sekolah Hilya, dan pukul 8 pagi Hilya sudah membawa pesanan itu ke sekolah diantar oleh wak Rudi, dan pukul 11 siang Hilya kembali ke sekolah untuk membawa menu makan siang untuk para guru yang sedang mengadakan rapat siang itu.


Spulang dari mengantarkan pesanan Hilya dan wak Rudi tidak langsung kembali pulang ke rumah, melainkan wak rudi mengajak Hilya untuk menemani nya menservis mobil milik majikannya itu.


"teh, nanti kita ke rumah pak Andi ya, pulang nya naik motor abah aja"


"iyaa bah oke" ucap Hilya dengan tawa sumringah nya.


Setelah menunggu beberapa jam akhirnya Hilya dan wak Rudi telah selesai menservis kendaraan milik pak Andi lalu mereka pun segera bergegas menuju kediaman pak Andi


"teh, hari ini mendekati weekend, biasanya semua anak-anak pak Andi pada kumpul dari kost-an jadi jangan banyak ngomong ya teh, terlebih lagi kalo ada mas Arbhi, mending teteh diem ajah yaa" ucap wak Rudi.


Hilya hanya mengangguk kan kepalanya seolah mengerti atas apa yang di bicarakan oleh wak nya itu, padahal Hilya sama sekali belum pernah bertemu dengan anak pertama dari keluarga Sidharta.


Hilya menunggu wak Rudi untuk mengembalikan kunci mobil pada pak Andi, lalu tak lama berselang wak Rudi keluar dari dalam rumah mewah itu bersama pak Andi


"wahh, siapa ini, kayak kenal? wahh Hilya yaa" ucap pak Andi dengan wajah yang gembira dan senyuman yang ramah.


"heheh iyaa pak" Hilya menghampiri pak Andi dan bersalaman mencium tangan pak Andi. pak Andi hanya tertawa sembari membelai rambut hilya


"Alhamdulillah, sudah gadis nih pak Rudi!" ucap pak Andi yang terkejut melihat Hilya yang sudah tumbuh besar


"hahah iyaa pak,"


"terakhir ketemu pas SMP yaa, Sekarang kelas berapa?" tanya pak Andi pada Hilya


"kelas 3 smu pak"

__ADS_1


"waah ga terasa yaa, sering sering main ke sini dong, ahh sebentar yaa" pak Andi masuk kembali ke dalam rumahnya dan keluar bersama istri yang bernama Ambar.


"aiih ada Hilya, apa kabar sayang" ucap bu Ambar seraya mencium pipi dan memeluk Hilya.


"Alhamdulillah baik bu,"


"ga pernah main ihh ke sini. main atuh kesini ke rumah ibu, nemenin ibu ngobrol masak bareng sama ibu" ucap bu Ambar seraya menggenggam jemari Hilya


"hehehe yaya ga bisa masak bu" ucap hilya malu malu


"alaaah boong ajah,. ibu udah coba masakan kamu, enaaak banget loh"


"kapan yaa bu?" tanya Hilya seraya mengernyitkan dahinya


"waktu abah nya Hilya ke Pemalang, kan bawa bekal nasi sama udang asam manis plus cah kangkung buatan hilya ibu nyobain iihh enak banget masakan hilya, dan kata abah di rumah Hilya koki nya ya, yang biasa masakin menu untuk makan sehari-hari" ucap bu Ambar dengan tawa nya yang renyah


"heheh iyaa bu,"


"ahh kebetulan Hilya suka masak seafood kan hayuuk ke dapur ibu barusan dapet kiriman udang galah, sama kepiting bakau gedeee geeedeee banget hayuuk ke dapur yuk ibu mau kasih buat Hilya" bu Ambar menarik lengan Hilya,


Hilya merasa canggung ia menoleh pada wak Rudi.


"udah sana ikut" ucap wak Rudi.


Sebelum Hilya dan bu Ambar masuk ke dalam rumah terdengar suara klakson mobil dari arah luar, lalu security pun segera membuka pintu pagar, lalu masuklah satu unit mobil super car Ferarri berwarna merah menyala, pak andi dan Bu Ambar hanya diam memandang mobil Ferrari itu yang masuk ke pelataran parkirkan. tak lama berselang keluar lah seorang lelaki dengan tinggi 183 dengan style rambutnya yang panjang namun ia ikat atau dicepol atas dengan gaya maskulin dan berkacamata hitam ia hanya acuh melihat semua berkumpul di teras tanpa menoleh ia masuk lewat pintu samping.


"ngapain tuh si kunyuk pulang, tumben banget" ucap pak Andi.


Wak Rudi yang mendengar hanya tertawa tertahan. begitu juga dengan Hilya ia hanya bisa diam mendengarkan kedua majikan wak Rudi berbicara.


"ga tau deh Pi, ada apaan" ucap bu Ambar.


"gileee ganteng amat itu orang tapi mukanya ngeselin" bisik hati Hilya


"ahh bodo amat ah ayoo Hilya kita ke dapur" ajak bu ambar pada Hilya.


Sore itu untuk pertama kalinya Hilya menginjak kan kakinya di kediaman majikan wak Rudi, wak Rudi bekerja selama berpuluh puluh tahun dengan keluarga Sidharta, bahkan uang jajan Hilya dan Alma selalu di berikan oleh bu Ambar setiap bulannya.

__ADS_1


__ADS_2