I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
TENDER BESAR


__ADS_3

siang itu Arbhi fokus mengerjakan beberapa proyek sketsa yang ia buat di kantornya, tiba-tiba Kenzo masuk ke dalam ruangan Arbhi membawa pamflet untuk Arbhi


"apaan nih" ucap Arbhi seraya membaca isi pamflet


"orang terkaya di Banyuwangi lagi cari design arsitektur untuk salah satu gedung mewah nya yang akan berdiri di pusat ibu kota dia pengen design yang lain dari pada yang lain" ucap kenzo


"maksud lo, ini kayak sayembara gitu semua arsitek di ajak meeting bareng dan membawa sketsa design yang mereka buat untuk diberikan sama si tuan kayak raya ini jadi dia yang pilih sendiri"


"yups .. begitulah kira kira, dan lo tau nilai nya fantastis baget"


"tapi kan kita belom tau selera dia seperti apa, kalo kira kira gue datang ga bawa sketsa bisa ga yaa?" tanya Arbhi pada kenzo


"lo coba ajah broo lo lihat orangnya dulu lo bakal tau selera dia kek gimana dari cara pakaian dan tutur bahasanya" ucap kenzo


"okelah kalo begitu, tender gedee nih, yuk ah ikutan" ajak Arbhi


"haha siaaap boos, ayoo, btw ini acarnya pesta cocktail dan boleh bawa pasangan lo" terang Kenzo


"ooh yaa, gue sama elu aja"


"iih najis emang gue cowok apaan, hahah lu sama Jessica lah jemput dia di paris haahaa"


"males gue denger nama Jessica" Arbhi terlihat malas dan melanjutkan membuat sketsa nya


tiba tiba sekretaris Arbhi memasuki ruangan Arbhi


"permisi pak di ruang tunggu ada tamu pak!"


"siapa yaa?"


"ibu Sarah dan pak Michelle" ucap si sekretaris tersebut


"ooh iyaa nanti saya ke situ beri mereka minuman dulu ya" ucap Arbhi kembali


"iyaa pak"


"waah tender baru tuh?" tanya Kenzo


"haha si Sarah temen SMU gue, dia minta gue buat design rumah barunya soalnya anaknya sudah mulai banyak hahaha"


"ehh tunggu kok lo beda sekarang?" tanya Kenzo kembali


"beda apaan sih. udah ah gue mau nemuin klien gue dulu" ucap Arbhi dan segera ia menemui klien nya yang bernama Sarah dan Michelle yang tak lain adalah teman smu Arbhi dahulu.


Sepulang sekolah Hilya bergegas menyelesaikan segala pekerjaan rumah tangga dan setelah selesai Hilya bersantai di ruang tivi sembari menonton channel kesukaan Hilya, tiba-tiba mata Hilya sangat terasa berat, ia mulai mengantuk, lalu tak lama kemudian Hilya tertidur di sofa yang berada di ruang tv,


Di dalam tidurnya Hilya merasa melayang dan ada rasa hangat yang ia rasakan Hilya membuka matanya perlahan ia melihat dada bidang dan rambut yang di biarkan tergerai, ia merasa tubuhnya tak menapak


"heumm. oom", ucap Hilya dengan kesadaran yang belum stabil


ternyata Arbhi membopong tubuh Hilya dan dengan hati hati Arbhi menaiki anak tangga


"heum. kalo ngantuk tidur di kamar jangan di luar dan kunci pintu depan, bahaya takut ada yang tiba tiba masuk" ucap Arbhi Seraya membopong Hilya,


"heumm iyaa" Hilya hanya mengangguk mengiyakan, lalu Hilya kembali memeluk leher Arbhi dan memejamkan matanya.


sesampainya di kamar Hilya, Arbhi menjatuhkan tubuh Hilya dengan hati hati dan hilya kembali tertidur


"hadeuhh, tidur jam brapa sih nih bocah" ucap Arbhi seraya memandang wajah hilya lalu ia kembali keluar dan masuk ke dalam kamarnya sendiri.

__ADS_1


pukul 7 malam arbhi dna hilya makan malam bersama


"heum yaya, malam minggu ini ada acara ga?"


"ga ada oom kenapa?"


"ikut gue yaa, ada acara sayembara projects design arsitektur"


"haaah apaan tuh," ucap Hilya ia tak mengerti


"udah ikut ajah lo cukup diem di sana nanti baju dan yang lainnya gue siapin"


"tapi oom...",


"ga ada tapi tapian ga boleh nolak" ucap Arbhi ia menyelesaikan makan malamnya dan bangun dari duduknya meninggalkan Hilya sendiri di meja makan.


"duuh. gimana nih. kalo gue ikut gue takut bikin oom Arbhi malu, tapi kalo gue nolak dia bakal marah" gerutu Hilya dalam hatinya.


Sabtu siang ketika Hilya sedang belajar di dalam kamar nya tiba tiba ponsel Hilya berdering


📲


"halo oom"


"yaya lo siap siap yaa, pak Budi bakal jemput lo, ke salon yang udah gue pilih gaun nya udah siap di sana"


ucap Arbhi belum sempat hilya menjawab Arbhi sudah menutup teleponnya terlebih dahulu


"hadeeuuh.. belom geh gue jawab udah di tutup huuftt... yaudah lah"


Hilya bangun dari duduknya dan segera bersiap beberapa menit kemudian pak Budi sudah datang dan segera membawa Hilya ke salon kecantikan untuk di makeup guna menghadiri acara tersebut.


di perjalanan Hilya terus memandang ke luar jendela dan tanpa di sadari mereka telah sampai di tujuan, dengen segera Arbhi membawa masuk Hilya.


"wwhoooaaahh.. gilaa .. semua orang berduit, tapi gue ngerasa ga pantes amat di sini"' Hilya terdiam sembari memandangi orang yang berlalu lalang Arbhi yang berdiri di sampingnya sibuk mengobrol dengan teman se profesi nya


"yaya di sana ada banyak makanan lo duduk di sana ajah yaa, dan lo boleh makan apa ajah gue mau kumpul sama temen gue dulu yaa" bisik Arbhi pada Hilya,


Hilya hanya diam dan berjalan meninggalkan Arbhi


"kalo gue ke sini cuma buat di suruh makan ngapain lu bawa gue, kehidupan orang berduit emang begini kali ya pesta, ngundang banyak orang bau aroma uang heummmm", bisik Hilya


di kejauhan ia melihat pria yang sudah mulai menua dengan tubuh yang sedikit gemuk rambut yang telah memutih dengan ia memegang teh hangat di tangannya ia terlihat menyendiri lalu dengan hati hati Hilya menghampiri si pria tua tersebut


"permisi kek," sapa Hilya dengan senyum nya


"ahh iyaa ada apa?" sahut si kakek dengan senyum terukir di wajahnya


"kakek sendirian ya?"


"hahaha ya begitulah, namanya juga sudah tua, jadi tidak ada yang sudi menemani" ucap si kakek sembari terkekeh


"kalo boleh aku temani yaa ke aku juga sendirian"


"waah boleh boleh..." si kakek terlihat bahagia


"kakek sama siapa ke sini?"


"sama cucu kakek. tapi kakek di cuekin heheh",

__ADS_1


"nasib kita sama dong ke," ucap Hilya sembari merengut


"waah gadis secantik kamu kok di cuekin bahayaa itu" ledek si kakek dan Hilya hanya tertawa.


mereka terlihat akrab dan saling bercerita tentang keluarga,


"oh iyaa nama mu siapa?" tanya si kakek


"yaya kek, panggil ajah yaya",


"yaya, kamu ke sini dengan siapa?"


"itu kek orang nya yang datang bareng yaya dia minta di temani tapi malah sibuk sendiri"


"pacar kamu yaa hehehe" ledek si kakek


"bu...bu..bukan kek..bukan", hilya gelagapan menjawab pertanyaan si kakek


"hahah gak apa-apa cinta anak muda memang indah dan mengagumkan"


"dia Arbhi alvino kan??" ucap si kakek kembali.


"iyaa kek, kakek kenal?"


"iyaa kenal dia teman cucu kakek"


si kakek terlihat' murung dan terdiam, lalu ia sesekali menyeruput teh hangat serta. memakan kue manis di hadapan nya Hilya tak henti hentinya memandangi wajah si kakek dengan rasa kagum


"coba kalo gue tau nenek sama kakek gue pasti ga jauh beda sama kakek ini" bisik hati Hilya matanya mulai berkaca-kaca


"kenapa? kok sedih?


"heheh enggak kek gak apa-apa"


"yaya kakek mau tanya, menurut kamu bila kamu punya uang yang sangat banyak apa yang akan kamu lakukan?"


"hehehh, yaya mau berangkat in orang tua yaya naik haji dan umroh untuk keluarga yaya dan orang yang ga mampu di lingkungan yaya, dan pengen bangun masjid untuk ibadah di kampung yaya!"


"heum.. mulia sekali kamu?" si kakek membelai rambut Hilya


setelah puas mengobrol si kakek pamit untuk pulang Lalu tak lama kemudian puncak acara pun di mulai Hilya hanya melihat dari kejauhan dan kembali melanjutkan makannya, saat mc mengumumkan siapakan arsitek terbaik yang akan di berikan proyek besar ini


dan betapa terkejutnya semua arsitek telah memberikan design andalan mereka pada si orang terkaya tersebut namun ternyata Arbhi yang terpilih padahal ia belum memberikan hasil design arsitektur nya pada si pemilik tender itu semua Bertanya tanya lalu tiba tiba sesosok pria naik ke atas podium dan mulai berbicara


"sebelumnya perkenalkan nama saya Tubagus B Asmoro, mungkin banyak yang bertanya mengapa saya memilih mas Arbhi untuk project ini karena saya belum, memberikan clue detail seperti apa arsitektur yang saya inginkan dan mas arbhi memahami itu maka dari itu ia tak membawa design arsitektur yang ia buat untuk saya terlebih lagi, ada seseorang yang luar biasa malam ini yang menemani saya sendirian di pojok sana dan tanpa kalian sadari saya mengawasi kalian dan orang tersebut ternyata datang bersama mas Arbhi, perempuan yang luar biasa ramah dan baik" ucap si kakek sembari memandang Hilya yang berada di pojokkan sedang menikmati puding nya


ia tak menyadari bahwa semua mata melihat ke arah Hilya, Hilya hanya asyik mengunyah makanan nya, Arbhi dengan cepat menoleh dan kembali melihat ke pria tua tersebut


"saya harap mas Arbhi dapat memberikan yang terbaik untuk saya, dan saya tunggu kedatangan nya di rumah bawa serta dia yang baik hati itu" ucap si kakek dan segera meninggalkan pesta malam itu.


semua rekan se profesi Arbhi memeluk seraya memberi selamat Arbhi tak menyangka tender besarnya akan berhasil ia dapatkan karean Hilya Arbhi berjaln perlahan menghampiri Hilya


"udah kenyang??" tanya Arbhi seraya tersenyum


"oh ..heheh udah.. oom mau pulang?"


"iyaa ayoo pulang" ajak Arbhi


lalu arbhi mengandeng dan menggenggam jari jemari Hilya sembari terus menerus memandangi wajah Hilya yang terlihat cuek melihat ke sekeliling ia tak menyadari bahwa Arbhi dan Hilya menjadi pusat perhatian banyak orang di pesta itu.

__ADS_1


__ADS_2