I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
KETAHUAN


__ADS_3

Keesokan harinya Hilya sudah berada di kelas bersama naura,


"whhoooaaa yaya kereen bangett lu bisa beli hape ini" Naura melihat ponsel baru milik hilya


"hahah iyaa dong, oom arbhi baaiikk banget walaupun kadang jutek, nyebelin galak" ucap Hilya


"iih yaya lu beruntung banget bisa kerja di rumah oom arbhi, gue jadi pengen kerja di situ juga," ucap Naura sembari membayangkan ia bekerja di kediaman arbhi


di kejauhan Ratu dan geng nya mendengar percakapan Naura dan Hilya, lalu Ratu bangun dari duduknya dan menghampiri Hilya


"woow, kereen anak tukang gorengan bisa beli hape i phone ck...ck.. wah ada yang punya sugar daddy nih kayaknya hahah", ledek Ratu pada Hilya


Hilya hanya diam tak membalas ucapan ratu, ia hanya menarik nafasnya dalam-dalam


"heh... ngomong sembarangan ajah.... irii bilang boos" ucap Naura


"iih sorry yaa ngapain gue iri gue bisa kok beli yang lebih oke lebih mahal dari itu dan yang pasti di beliin sama bokap gue dong bukan di beliin sama sugar Daddy hahaa" ucap Ratu sembari tertawa terbahak-bahak meledek Hilya


"BRAAAK" Hilya memukul meja ia kesal akan ucapan Ratu


"emang kalo gue punya sugar dady kenapa,. masalah buat lu, lu usil banget yaa mulutnya kayak bapak lu..!" ucap Hilya dengan penuh emosi


"heh ngapain lu bawa bawa bokap gue, emang kenyataannya kok lo di empanin sama oom oom iyaa kan gue denger kok tadi, sok sok an ngelak loe". ucap Ratu sembari menunjuk wajah Hilya


"iya kenapa emang kalo gue di empanin sama oom oom, mau ikutin gaya gue, ayoo gue ajarin" ucap Hilya sembari mendekati wajah ratu


"iish.. amit amit.. dasar l*n*e..." ucap Ratu sembari berlalu


"heh.. ngomong apa lu,", Hilya kesal ia mengejar Ratu lalu menjambak rambut Ratu yang ikal, Hilya tak melepaskan cengkraman nya di rambut ratu membuat ratu kesakitan


"aaaaaw... sialan lo dasar jalang, ga terima di bilang gitu dasar lo,", ratu membalas dengan mencubit dan memukul Hilya semua murid mencoba melerai perkelahian itu seketika kelas menjadi ramai pagi itu


"priiiiiit... " suara peluit berbunyi nyaring milik pak Ma'mun seorang guru biologi sekaligus guru BK (bimbingan konseling)


"heii aada apa ini" ,ucap pak Ma'mun melerai Hilya dan Ratu


nafas Hilya dan Ratu terengah-engah ia manatap sinis pada Ratu


"dia tuh pak maen jambak ajah rambut aku" ucap Ratu seraya menata kembali rambutnya

__ADS_1


"heh .. lu tuh ngomongnya asal ajah.." ucap Hilya ia tak mau kalah akan ucapan ratu


"sstt.. udah udah pagi pagi udah rusuh, kalian berdua ikut bapak ke kantor.." ucap pak Ma'mun pada Hilya dan Ratu


lalu mereka berdua pun akhirnya mendapatkan peringatan dan akhirnya Hilya dan ratu di skorsing selama 2 hari.


pukul 9 pagi Hilya sudah kembali dari sekolah,


"heumm untung oom Arbhi ga ada" ucap Hilya sembari merebahkan tubuhnya di sofa empuk di ruang tv.


lalu tiba-tiba terdengar suara seseorang membuka pintu,. Hilya terkejut ternyata pagi itu Arbhi kembali dari kantornya


"loh yaya lo ga sekolah bukannya tadi pagi lu ke sekolah?" tanya Arbhi dengan suara mengintimidasi


"heheh.. heum enggak oom yaya izin ga enak badan" ucap Hilya sedikit berbohong pada Arbhi


"heum, yaudah, istirahat ajah dulu," ucapa Arbhi sembari menaiki anak tangga.


"heum oom arbhi kenapa ga jadi ke kantor?" tanya Hilya hati hati


"nanti jam 2 gue ke kantor lagi tadi cuma sarapan pagi bareng klien dulu, oia tolong siapin baju gue buat 2 hari" pinta Arbhi pada Hilya


Beberapa jam kemudian arbhi keluar kamar dan mengecek pekerjaan Hilya ia menghampiri Hilya yang masih sibuk di ruang wardrobe


"ooy, lu nyiapin baju ajah lama amat" ucap Arbhi sembari melipat kedua tangannya.


"heheh bingung oom, takutnya oom ga suka sama pilihan yaya"


"hadeuhh, baju casual ajah sama celana pendek sama kaos.. toh gue cuma mau nginep di kantor kok"


"ah.. heumm okee" ucap Hilya segera ia mencarikan baju yang cocok untuk Arbhi.


Arbhi meninggalkan Hilya sendirian di ruang wardrobe lalu ia melihat ke arah dapur dan mengisi segelas air dingin


"heumm apaan nih" ucap Arbhi sembari meraih amplop putih yang sudah di lipat dan di selipkan di bawah penutup lemari es.


Arbhi membuka perlahan surat itu, ia terkejut membaca isi surat tersebut matanya terbelalak dan ia menggeleng kepalanya


"ck si yaya ini sebenarnya anak baik apa bandel sih," ucap Arbhi ia bergegas naik ke dan menemui Hilya yang baru keluar dari ruang wardrobe.

__ADS_1


"yaya.. lu sakit??"


"heum, iyaa,. gak enak badan oom", ucap Hilya


"gua ga suka anak yang suka bohong..!" ketus Arbhi sembari menatap dingin ke arah Hilya


"heheh maksud, oom, apa, yaah" suara Hilya sedikit tergagap


"ini apa, lu ada kasus apaan di sekolah sampe dapet surat panggilan orang tua dan pemberitahuan kalo lo di skorsing, lu bolos, hah...!" ucapa Arbhi dengan kesal ia berjalan menghampiri hilya tepat di hadapan hilya,, namun hilya hanya tertunduk


"kenapa diem,. wooy liat gue", ucap Arbhi seraya mencolek dagu Hilya sontak Hilya menongahkan kepalanya dan menatap Arbhi


"lo ada kasus apa??" suara Arbhi terdengar sedikit marah


"berantem oom" ucap Hilya hati-hati


"hhhhhaaaeeehhh, terus baku hantam??," Arbhi menarik nafasnya sembari bertanya namun Hilya hanya menggeleng perlahan.


"terus kenapa sampe dipanggil. begini?"


"aku jambak dia oom, abis kesel" ucap Hilya


"kesel kenapa?"


"kesel ajah pokoknya kesel"


"gue mau jawaban yang lebih spesifik lagi lu kesel kenapa?"


"udah ah oom gak apa-apa kok besok aku mau telepon abah buat ke sekolah" ucap hilya sembari memasang wajah ragu


"emang lu seberani itu kasih tau orang tua lu"


"berani lah,", ucap Hilya kembali sembari memainkan kedua bola matanya ia terlihat ragu dan takut


"lu udah tinggal sama gue, lu udah urusan gue, besok gue ke sekolah lu" ucap Arbhi dengan dinginnya lalu ia meninggalkan Hilya yang berdiri mematung


"adoohh gawattt jangan oom pliiis" Hilya berteriak dan mengejar Arbhi, namun Arbhi hanya diam dan masuk ke kembali ke dalam kamarnya


Hilya hanya bisa pasrah akan tindakan Arbhi, ia hanya bisa diam, percuma saja ia memohon karena Hilya tahu Arbhi mempunyai sifat tegas dan keras.

__ADS_1


__ADS_2