I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
CEELBEKA....


__ADS_3

Keesokan harinya Hilya hanya bisa terdiam dan termenung besok adalah hari keberangkatan Arbhi menuju Jakarta namun ia sama sekali belum membicarakan sesuatu dengan dirinya ia tidak bisa membohongi perasaannya sendiri bahwa sebenarnya ia pun sangat rindu pada Arbhi


Hilya meraih ponselnya ia mencari kontak sahabat terbaiknya yaitu Naura ia mencoba nomor telepon Naura siang itu untuk sekedar curhat pada dirinya.


📲


"halo"


"apa yaya"


"lo baru bangun" ucap Hilya ketika mendengar suara Naura yang ter dengar sangat berat


"heeummm iya gue kan habis bikin skripsi jadinya gue begadang semalaman gue baru tidur subuh tadi ada apaan?"


"besok Oom Arbhi udah balik lagi ke Jakarta"


"terus udah ngomong sama dia kalau lu juga kangen sama dia sebenarnya"


"belum gue gengsi lagian juga kayaknya Oom Arbhi gitu sekarang beda banget sama gue"


"beda gimana maksud lo yang gue tahu, yang gue denger dia tuh kan dulu masih nyari-nyari elu ya masa iya sih dia sekarang beda sama lu? elunya kali yang beda"


"dia sekarang ketus banget sama gue dingin banget sama gue tatapan matanya itu kayak yang benci banget deh sama gue"


"sabar mungkin Om Arbhi itu belum bisa nerima sepenuhnya kejadian 4 tahun yang lalu lu sih main kabur-kabur aja, sekarang gimana dia udah mau balik"


"nggak tahu Naura gue juga bingung, kemarin malam gue tidur di villa nya dia sama ichi juga dia nanya gua masih ada rasa nggak sama dia masih kangen enggak sama dia masih ada rasa cinta enggak gue sama dia"


"terus lu jawab apa lu jawab kalo lo masih ada rasa kan sama dia" ucap Naura penuh semangat


"enggak, gua bilang gue enggak ada perasaan apa-apa sama dia"


"aduh Hilya lu bodoh banget itu kesempatan lu buat balikan lagi sama Om Arbhi buat bareng lagi sama dia lu malah bilang begitu"


"lu tahu nggak kemarin gue jalan-jalan ke Borobudur gua ketemu Mas Sigit dan Om Arbhi cemburu banget kelihatan banget kalau dia tuh kayak cemburu banget ngeliat gue sama Sigit, dan bodohnya, gue jujur sama Om Arbhi kalau sigit itu mantan gue"


"hahaha Hilya.. Hilya anak udah 1 udah jadi emak-emak tapi pikiran lu masih polos astagfirullah" ledek Naura kembali seraya tertawa terbahak-bahak


"udah ah...malah ngetawain gue udah ya ichi manggil tuh kayaknya minta dibikin susu, thanks ya udah mau dengar celotehan gue, semangat untuk buat skripsinya hahaha selamat berpusing-pusing ria" ledek Hilya lalu ia segera menutup teleponnya dan menghampiri ichi yang sedari tadi rewel


Hilya menghampiri anak lelakinya itu yang sedari tadi rewel


"kenapa sih nak rewel terus marah-marah terus kenapa" tanya Hilya seraya menggendong ichi dan membawanya ke dapur


"aku mau ke ayah bunda aku mau ke ayah" rengek ichi pada Hilya


"iya besok kita anterin ayah ke bandara ya jadi besok ichi bisa ketemu ayah oke kalau hari ini bunda nggak bisa nak"

__ADS_1


"nggak mau,aku maunya sekarang ketemu ayah" ichi mulai menangis tersedu-sedu ia tantrum hari itu membuat Hilya kewalahan semua Art di kediaman Hilya pun sama mereka bingung.


"sst .. ichi jangan nakal ah, ichi maunya apa?" tanya Hilya perlahan kepada anak lelakinya itu yang sedang tantrum


"ayah.... aku mau ketemu ayah!!!!" Ichi berteriak-teriak pada Hilya


"oke bunda antarkan kamu ke ayah tapi jangan teriak-teriak bunda nggak suka" ucap Hilya dengan tegas lalu Tak lama kemudian ichi diam ia menuruti apa yang Hilya katakan


siang itu Hilya membawa ichie ke villa keluarga Arbhi ternyata Arbhi sedang tidak ada di tempat ia sedang menemui beberapa kliennya yang berada di Yogyakarta sebelum kepulangannya ke Jakarta esok hari.


Hilya dan Ichi menunggu di teras rumah mereka berdua menunggu kepulangan Arbhi dan menunggu waktu lama Arbhi pun kembali ia terkejut adanya Hilya dan Ichi di halaman rumahnya


"ayaaaaah" ichi berlari menghampiri Arbhi ia terlihat sangat rindu kepada ayahnya itu


"hey jagoan ada angin apa kesini kangen ya sama ayah" tanya Arbhi dan Ichi hanya mengangguk mengiyakan


Arbhi menatap Hilya dalam dalam tak ada senyum di wajahnya begitu pula di wajah Hilya mereka masih terdiam satu sama lain namun Hilya merasakan pandangan Arbhi sedikit berbeda tidak lagi sinis seperti beberapa hari yang lalu pandangannya sedikit lembut pada dirinya.


ichi sangat menikmati siang itu bersama Arbhi ia bermain dan berlarian kesana-kemari hingga ia kelelahan dan akhirnya ia pun tertidur siang di kediaman Arbhi


Arbhi dan Hilya duduk berdua ditaman belakang mereka menikmati secangkir teh dan beberapa kue


"Om,Om besok jadi berangkat ke Jakarta?"tanya Hilya dengan hati hati


"jadi kok kenapa?" ucap Arbhi dengan dingin


"yakin kamu?, sudah minta izin dengan kekasihmu itu" ketus Arbhi, Hilya hanya diam tak menjawab


"gue lupa, gue nggak ada hak untuk ngelarang lo antar ke bandara karena gue hanya ingin melihat ichi sebelum gue berangkat, dan kalo ichi sangat jenuh di sini lo boleh kok ke Bogor untuk sekedar liburan" ucap Arbhi dengan lembut sembari menatap Hilya dalam-dalam


"bisa nggak sih,Om nggak pergi dari sini"bisik Hilya dalam hatinya namun ia tak berani mengungkapkan perasaannya itu pada Arbhi dia hanya tertunduk


"gue minta maaf kalau beberapa hari ini gue sedikit kasar sama lo gue cuman belum bisa nerima kenyataan aja gue nggak pernah ngelarang lu untuk membuka hati dengan siapapun kok ya, gue cuma nitip ichi gue yakin lo bisa dapetin yang lebih baik dari gue" ucap Arbhi dengan suara lembut dan sedikit halus


Hilya hanya diam memandangi Arbhi matanya mulai berkaca-kaca mendengar ucapan Arbhi yang seolah benar-benar melepaskan Hilya untuk orang lain, wajahnya memerah matanya mulai sembab Arbhi pun terdiam melihat ekspresi wajah Hilya.


"yaya Lo baik-baik aja kan" ucap Arbhi seraya terus memandangi wajahnya yang mulai memerah.


"heummm," Hilya mengangguk menahan sesak.


"Om Yaya pamit pulang dulu, malam ini biar ichi tidur di sini untuk terakhir kali sama Om sebelum berangkat besok Yaya pulang ya" Hilya segera bangun dan bergegas pergi namun dengan cepat Arbhi mengejar Hilya, ia segera meraih lengan Hilya menariknya dan memeluknya erat


"Om.." ucap Hilya dengan suara bergetar


"Jangan pulang, Jangan pergi lu nggak tahu kan susahnya gue cari lu 4 tahun ini ya, dihantui rasa bersalah rasa takut rasa cemas rasa khawatir gue yang selalu mikirin lu dan ichi" ucap Arbhi dengan suara mulai bergetar menahan tangis dan sesak ia memeluk Hilya dengan erat.


"tapi gue enggak bisa berbuat apa-apa sekarang gue nggak bisa bawa balik lo gue juga nggak bisa bawa ichi balik karena gue tahu ada seseorang yang lo suka ada orang yang yang bisa gantiin posisi gue saat ini"

__ADS_1


ucap Arbhi ia mengutarakan semua isi hatinya siang itu namun Hilya hanya diam.


Hilya mencoba lepas dari pelukan Arbhi ia memandangi wajah Arbhi yang memerah dan matanya yang sembab ia membelai lembut pipi Arbhi


"Om, Yaya selama ini kesulitan, Yaya sendirian Om Yaya kebingungan, walaupun ada Mas Yuda Mbak Anggita dan ada i ibu tapi tetep aja Om hati Yaya sakit melihat ichi tidak ditemani ayahnya ketika ia terbaring di rumah sakit Yaya harus sendirian" ucap Hilya sembari terisak.


"Yaya minta maaf kalau dulu Yaya bodoh banget pergi gitu aja ninggalin gitu aja karena saat itu Yaya takut, Yaya khawatir emak sama abah akan dapat malu karena ulah Yaya pergi dengan bawa perut yang semakin membesar tapi ternyata yaya dengar enggak sampai setahun Om cerai dengan Jessica Om tahu yaya sempat ke rumah Om, yaya cari oom ketika ichi berumur 2 tahun tapi oom nggak ada di tempat rumah om kosong, hari itu Yaya pulang ke Bogor yaya bertekad buat nemuin Om karena ichi sedang sakit udah waktunya ichi bertemu ayahnya namun nihil oom nggak ada"


"maaf maafin aku yaya" ucap Arbhi ia menangis mendengar semua cerita hilya ia menggenggam erat tangan Hilya menciuminya seraya meminta maaf dengan tulus.


"yaya sayang sama Om ,maafin yaya kemarin Om sempat tanya masih adakah rindu itu buat om cinta itu buat om dan sayang itu buat om jawaban itu masih ada semua rasa itu masih ada di hati Yaya buat om nggak akan pernah hilang dan nggak akan pernah berubah sampai kapanpun" ucap Hilya dengan suara terisak dengan derai air mata


seketika itu Arbhi diam ia memandangi Hilya seolah tak percaya atas apa yang telah ia dengar padahal kemarin Hilya baru mengatakan pada Arbhi bahwa perasaan itu sudah tak ada lagi untuk dirinya Arbhi terkejut mendengar pernyataan Hilya


"yaya nggak mau lagi kehilangan Om lagi, yaya nggak mau lagi kesulitan akan perasaan ya sendiri yaya enggak mau ngebohongin perasaan yaya sendiri Om Yaya..."


belum selesai Hilya berbicara Arbhi segera memegang kedua pipi Hilya adan mencium bibirnya dengan lembut terasa kerinduan yang mendalam dalam diri mereka keduanya merasakan rindu yang teramat sangat


"gue juga enggak mau kehilangan lu lagi ya cukup 4 tahun yang lalu pergi gua nggak mau lagi kehilangan lo"ucap Arbhi sembari menghujani ciuman di wajah Hilya


mereka pun berdua menangis bersama akhirnya perasaan yang mereka pendam selama ini terjawab kan sudah dan akhirnya Hilya mengutarakan perasaannya kepada Arbhi bahwa selama ini ia masih sangat merindukan Arbhi dan masih sangat mencintai Arbhi


setelah semuanya menjadi indah mereka berdua bersantai di ruang keluarga Arbhi tak henti-hentinya memeluk Hilya dan menciuminya


"terus laki-laki yang lu maksud itu siapa?" tanya Arbhi kembali


"hahaha orang itu nggak ada, yaya asal ucap aja Om, orang itu om lah Om kan dulu baik,sayang sama Yaya dan sekarang Om udah ketemu sama ichi dan Om bisa kan nerima ichi ya maksud yaya orang itu adalah Om" ucap Hilya seraya tertawa meledek Arbhi


"jail selalu aja bikin orang salah tingkah dan salah paham"


"hahaha iya iya maaf maaf.."


"besok gua balik ya ke Jakarta dulu hati-hati di sini sama Ichi sebulan sekali gua kan ke Jogja tapi gua lihat jadwal kerjaan gue dulu di Bogor nanti gua atur untuk kepulangan gua ke Jogja" ucap Arbhi sembari membelai lembut rambut Hilya dan mendekapnya erat, Hilya hanya mengangguk mengiyakan


"kita nikah yuk"ucap Arbhi tiba-tiba ngelihat terkejut ia membelalakan matanya


"serius Om"


"ya iyalah masa mau main-main udah ada ichi kok terus lo mau kayak gini aja tanpa ikatan pernikahan gue mah gak mau!!, senakal nakalnya gue yaya gue tetep pengen nikahin lo dari awal juga yang mau gue mau nikahin ya lo bukan Jessica kan" ucap Arbhi mencoba meyakinkan Hilya


"Om temui kakek ya semua keluarga aku di Jogja dan jangan lupa ma sama abah juga walau gimanapun Oom Arbhi harus tetap minta restu lagi"


"iya ya gue pasti lakuin itu kok kalau bisa lo ikut pulang sama gue"


"nggak bisa resto aku gimana yang baru aku buka, usaha aku gimana"


"hah... susah ya punya calon istri yang udah mandiri lu udah bukan Hilya yang kayak dulu udah mandiri sekarang, tapi masa iya kita rumah tangga LDR" ucap Arbhi Hilya hanya menahan tawa saat itu.

__ADS_1


akhirnya Hilya dan Arbhi kembali disatukan dalam nama cinta dan lambat laun Arbhi pun akan meminta restu kepada kedua orang tua Hilya dan seluruh keluarga Hilya untuk melamar Hilya ada perasaan lega dalam diri Hilya saat ini akhirnya selama 4 tahun penantian nya untuk bersama dengan Arbhi akhirnya terwujud malam itu Hilya menginap bersama Ichi di villa Arbhi dan keesokan harinya Hilya mengantarkan Arbhi ke bandara untuk pulang ke Jakarta namun Hilya yakin Arbhi akan kembali lagi ke Jogja untuk menikahinya dan menjemputnya bersama ichi.


__ADS_2