
Jessica berjalan dengan cepat emosinya memuncak ia kesal dengan ucapan Arbhi yang telah memutuskan menolak pernikahan mereka
"ini semua gara gara babu sialan itu" gerutu Jessica
ketika Jessica sedang berjalan dengan penuh emosi ia melihat seseorang yang ia kenal
"upik abu...!" ia melihat Hilya yang tengah duduk sendiri di lobby mall
karena emosi yang sudah memuncak ia segera berjalan cepat dan tanpa basa basi ia menghampiri Hilya ia menjambak rambut hilya dan mendorong tubuh Hilya hingga terjatuh
"aaaw....."pekik Hilya ia terkejut siapa yang telah melakukan itu pada dirinya
"dasar pelakor..!!! babu sialan,..!!! gara gara loe Arbhi nolak pernikahan, ini semua gara gara elo" Jessica memukul dan menjabak bahkan menampar wajah Hilya dengan membabi buta semua orang berkumpul tanpa ada yang berani melerai.
"tunggu ka ini semua ga bener" ucap Hilya ia hanya diam sembari menahan sakit mencoba melepaskan jambakan bahkan pukulan dari Jessica
"yaya....!!" teriak Naura yang saat itu mencoba melerai namun Jessica sangat emosi melihat wajah Hilya
"jangan ikut campur!!!" teriak jessica pada Naura
"akhirnya ada beberapa security yang mencoba melerai dan akhirnya Hilya dan Jessica bisa di lerai
"dia pelakor pak perebut calon suami orang, dasar *****..pelacur..dia ini pembantu yang menggoda majikannya sendiri pak brengsekkk...!!!", ucap Jessica sembari berteriak seperti orang kesurupan.
Hilya hanya diam semua mata tertuju padanya seolah menghakiminya dirinya yang bersalah dalam hal ini, ia hanya bisa membenahi pakaian dan bulir air matanya jatuh pipinya terasa sakit bahkan rambutnya sangat sakit karena di tarik dan di jambak dengan kuat oleh Jessica
"jes.. apa apan sih" ucap Kenzo seraya menyeruak menghampiri mereka berdua
Jane memegang Hilya begitu juga Naura, sementara Kenzo dan security memegangi Jessica yang masih berteriak memaki dan menghina Hilya dengan kata kata kotor.
"heh... babu,,!! lo jual berapa diri lo haaah...!!! " teriak Jessica kembali . namun Hilya hanya diam tak menjawab ia menyadari ia salah karena bagaimanapun ia yang telah dekat dengan Arbhi tanpa tahu arbhi sudah memiliki calon istri
"jes, udah malu tau ga.", ucap Kenzo kembali
"liatin lo, gue gakan bikin lo hidup enak," ucap Jessica seraya menunjuk pada hilya lalu ia berlalu pergi meninggalkan kerumunan dengan penuh emosi dan terus saja mengumpat ia meninggal lobby mall saat itu jua, sementara Hilya bersama Jane Naura dan Kenzo hanya bisa terdiam.
__ADS_1
"lagian masih bocah, udah macem macem"
"iih pelakor zaman sekarang bocah ajah udah bisa jadi pelakor"
"neng...neng kok mau jadi pelakor kayak ga ada cowok lain ajah,"
"pacaran apa udah nikah,,? dia pembantu?? trus pacaran sama majikan?"
"kasian tapi mana masih bocah masoh muda banget, cowoknya ajah yang Bodoh ngerayu anak abege"
terdengar nada sumbang sekeliling Hilya seolah menghakimi
"beb.. gimana?" ucap jane
"kita bawa ke apartemen aku aja liat bibirnya luka", ucap Kenzo
"ayoo kita obatin luka kamu dulu " ucap Jane sembari membelai Hilya
"ga usah ka aku pulang ajah" ucap Hilya
" iyaa lo ikut ajah jangan langsung pulang nanti orang tua lo gimana? lo bakal jawab apa? udah gak apa-apa gue balik dan elo ikut kaka ini yaa" ucap Naura
"ta..tapi .." ucap Hilya terbata matanya mulain sembab
"gak apa-apa, yang sabar yaa" ucap Naura seraya memeluk Hilya
ketika Hilya pergi semua mata masih tertuju pada Hilya, Hilya menjadi buah bibir saat itu ada yang mencibir ada pula yang merasa kasian, Jane segera merangkul Hilya dan menbawanya ke mobil, di dalam mobil Hilya hanya diam menahan sesak
"apa yng gue takuti terjadi juga, ga seharusnya gue dekat dan jalin hubungan sama oom arbhi" bisik Hilya dalam hatinya sembari terisak ia membenahi rambut nya yang berantakan ia mengaktifkan ponselnya benar saja Arbhi berkali kali menelepon namun selalu Hilya alihkan
"oom... yaya cinta sama oom yaya sayang sama oom tapi, yaya ga bisa." ucap Hilya sembari menatap layar ponselnya yang tertera nama Arbhi
Kenzo dan Jane hanya bisa terdiam sesekali mereka berpandangan namun Jane hanya diam ia masih bingung dengan semua ini
"dia ini siapa? dan kenapa Jessica sampe marah besar kek gini!" fikir Jane
__ADS_1
Kenzo meraih ponselnya ia ingin mengabarkan keadan Hilya namun Jane seolah faham ia langsnung memegang tangan kenzo dan menggelengkan kepalanya seolah berkata jangan beritahu Arbhi, Kenzo yang faham terdiam dan kembali menaruh ponselnya.
sesampainya di apartemen Kenzo, Hilya segera mendapatkan pengobatan dari Jane
"pipi kamu bakal memar 2 atau 3 hari bibir juga akan sedikit bengkak nanti aku kasih obat oles saja yaa" ucap Jane, Hilya hanya mengangguk mengiyakan
"maaf sebelumnya kalau boleh tau kamu ada masalah apa sama Jessica" tanya Jane hati hati
"dia pacar Arbhi" ucap Kenzo tiba tiba
"haaa....serius" ucap Jane ia tak percaya Arbhi jatuh cinta dan mempunyai kekasih yang masih belia
"ya, gue kabarin Arbhi yaa kalo lo ada di sini" ucap Kenzo
"jangan ka...jangan!" ucap Hilya ia tak ingin Arbhi tahu setelah kejadian ini pun ia ingin bener benar melepaskan Arbhi walaupun ia sangat mencintai Arbhi
"hadeuuhh,..."Kenzo hanya menarik nafasnya dalam-dalam
"beb, udah ikutin ajah keinginan hilya" ucap jane seraya tersenyum
"ka.. yaya mau pamit pulang yaa" ucap Hilya ia bergegas bangun dari duduknya dan segera berjalan keluar
"apa ga sebaiknya disini dulu yaya" ucap Kenzo
"gak apa apa kok.... yaya pulang yaa ka" ucap Hilya ia pun berpamitan sebelum keluar dari pintu tiba tiba Hilya limbung dan kehilangan kesadarannya
"beb...! "teriak Jane memanggil kekasihnya itu ,ia segera meraih tubuh Hilya yang tergeletak dan Kenzo segera membopong Hilya ke tempat tidur Jane segera memeriksa kondisi Hilya sore itu
seteleh di rasa cukup Jane duduk di samping Hilya dan membelai rambutnya
"kenapa Arbhi bisa mencintai anak ini ya"
"beb gimana keadaan nya?" tanya Kenzo
"heum,. gak apa apa kok" ucap Jane dengan wajah datarnya.
__ADS_1
hari itu Hilya beristirahat di kediaman kenzo ditemani oleh jane hingga kondisinya benar benar pulih.