I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
RUMAH ARBHI


__ADS_3

Malam itu Hilya di temani oleh Aldi menunggu kedatangan Arbhi dari kantornya


"ya, kamu yakin mau kerja sama mas arbhi?" tanya aldi Seraya mengernyitkan dahinya


"haha iyaa ka iyaa." hilya menjawab dengan tawa yang keuar dari bibir.


"mas arbhi orangnya kasar sama semua assisten, dan dia keras juga, jujur aku ga mau ya. kamu kerja di rumah mas Arbhi"


"kenapa??,"


"hhhhaaaaaeeehhh, ga suka dan aku gak mau kamu jadi korban kerasnya mas Arbhi" ucap aldi dengan nada dinginya


"siapa yang ga setuju ni bocah kerja di rumah gue..!!" ternyata arbhi mendengar ucapan Aldi pada Hilya,


mendengar suara Arbhi Hilya segera menoleh, ia melihat sesosok laki laki tinggi dengan wajah dingin dan tanpa senyum di wajahnya


" gue...!" ucap Arbhi seraya berdiri menatap sinis pada kaka laki lakinya itu


"hahaha... kenapa lo ga setuju si anak ini juga mau kok kerja di rumah gue, dan emangnya loe yang mau gaji dia" ucap arbhi seraya berjalan menghampiri aldi.


Aldi hanya diam tak menjawab, ia tak ingin hilya dibawa oleh Arbhi namun apa boleh buat Hilya sendiri yang menawarkan diri untuk bekerja di kediaman Arbhi, arbhi pergi meninggalkan Hilya dan Aldi dan ia naik ke lantai dua untuk menemui orang tuanya


"mami....mami...dia pembantu baru aku mi..?" tanya Arbhi dengan sedikit berteriak sembari menghampiri mami nya yang sedang di kamar


"sst.. pembantu..pembantu... assisten rumah tangga Arbhi...!!!,"


"iyaa iyaa..." ucap Arbhi ia menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur milik orang tuanya ia membelai wajah adik bungsunya itu dan menciumi nya dengan gemas.


"plaaak..." bua Ambar memukul paha Arbhi

__ADS_1


"iish. arbhi.. jangan dingangguin irgi baru tidur nanti lama lagi dia tidurnya" ucap mami dengan kesal, namun arbhi hanya tertawa sambil memeluk adik kecilnya itu.


"arbhi, mami titip Hilya ya. jangan di kasarin mami mau kamu gaji dia 4 juta satu bulan"


"haaah.. gilee tinggi amat mi 2.500.000 ajah mi" ucap arbhi ia sedikit keberatan


"gak..! mami mau kamu gaji dia 4 juta kasian dia Arbhi, dia..."


",ssst.. iyaa iyaa stoop.. udah yaa jangan cerita yang macem macem . buat luluhin hati Arbhi", ucap arbhi


Bu Ambar sangat faham akan karaktey anak laki lakinya itu, ia cepat luluh bila ada seseorang yang menceritakan kisah hidup nya yang pilu dan menderita.


"Arbhi pulang sekarang yaa mi"


"hmm yasudah hati hati yaa inget jangan kasarin hilya awas kalo kamu kasarin hilya mami bakal bikin perhitungan sama kamu" ucap bu ambar, arbhi hanya diam sembari mengikat rambutnya dan hanya mengacungkan jempolnya dam meninggalkan kamar orang tuanya,


Sesampainya di kediaman Arbhi, Hilya mengikuti Arbhi dari belakang, rumah minimalis dengan pencahayaan yang cukup, rumah Arbhi mempunyai desain yang cukup menarik karena arbhi memakai banyak kaca untuk pencahayaan di dalam rumah nya


"ayoo masuk...!" ucap Arbhi seraya membuka pintu utama


"ini ruang tamu, ini ruang keluarga itu dapur di sana ruang pertemuan di belakang area untuk santai dan taman, di lantai bawah gue ga siapin kamar, semua kamar tidur, ruang kerja dan musholla, semua ada di lantai 2." ucap arbhi seraya mengenalkan seluruh tempat pada Hilya, Hilya tak menjawab ia hanya mengangguk mengerti.


"heumm cukup bersih, di lantai satu", ucap Hilya dalam hatinya


mereka berjalan menaiki anak tangga menuju lantai 2, ketika sampai di lantai dua...


"astaghfirullahaladziiim....". Hilya berteriak dan ia kembali mundur turun beberapa anak tangga ia memegang dadanya kuat kuat


"gilaaaa lantai dua kotor banget, rumah apa kandang ayam siih" Hilya menggerutu dalam hatinya

__ADS_1


Arbhi terkejut akan teriakan Hilya, ia menoleh dan menatap sinis pada Hilya


"wooy kenapa lu. kaget..? fungsi lu di sini buat beresin itu semua, oia itu kamar lu" Arbhi menunjukkan kamar tidur hilya.


hilya berjalan perlahan karena di lantai dua banyak kaleng bekas minuman dingin yang terbuang tanpa di masukam ke tempat sampah, baju Arbhi yang tergeletak di mana mana, dan sepatu kerja Arbhi yang di taruh tidak pada tempatnya. Hilya masuk ke dalam kamar yang di tunjukkan oleh Arbhi, kamar yang cukup bersih dan nyaman, arbhi melipat tangannya seraya terus memperhatikan Hilya yamg terlihat norak dengan segala barang mewah di kediaman Arbhi


"woy, nama lu siapa?"


"hilya oom, panggil ajah yaya"


"haah lu panggil apa tadi?" tanya arbhi dengan wajah tak sukanya


"oom..!' ucap hilya kembali dengan hati hati


"gue...?, oom...? aiisshh..". Arbhi menunjuk dirinya sendiri


"jangan panggil gue oom, gue ga suka"


"maaf oom tapi usia oom Arbhi sama. aku kan jauh"


"apapun alasannya gue ga suka..., besok lo mulai beresin seisi rumah gue awas lo jangan sampe gue temuin barang barang yang kotor" ucap arbhi lalu ia berjalan masuk ke kamarnya dengan membanting pintu


" astaghfirullah.. ihh gilaa kali, di panggil oom ga mau, ga nyadar apa dia udah tua... nyuruh gue bersih sendirinya ajah jorok haaaaah.. semoga gue betah di sini, demi bantu abah buat bayar cicilan" ucap Hilya


"waaaah empuuukk banget.. enaaak nya, begini yaa rasanya tidur di kasur mahal" ucap Hilya ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, kamarnya terlihat mewah karena Arbhi tidak membuat kamar untuk ART. ia selalu menempatkan semua assisten nya di kamar yang layak.


Sementara itu di dalam kamar Arbhi, ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya,


"oom.... oom... emang gue setua itu apa..! dasar cewek bego" Arbhi terus menggerutu dalam hatinya, malam itu untuk pertama kalinya Hilya jauh dari kedua orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2