I LOVE YOU OOM

I LOVE YOU OOM
INI GILA


__ADS_3

Pukul 04.00 pagi Hilya sudah bangun dari tidurnya ia bangun lebih awal dengan perlahan ia membuka pintu kamar nya,


"haah... ga salah oom Arbhi tidur di sini?" ucap Hilya dalam hatinya, ketika ia melihat Arbhi yang tidur pulas di atas sofa yang ada di ruang santai di lantai 2.


Hilya berjalan perlahan ia menuruni anak tangga dan dengan sigap ia mengerjakan pekerjaan rumah tangga pagi itu sembari menunggu azan subuh berkumandang.


Pukul 05.30 pagi hilya sibuk membuat sarapan pagi untuk Arbhi tiba-tiba Jessica menghampiri Hilya di dapur.


"lo, tiap pagi selalu begini?" tanya Jessica


"iyaa ka," ucap Hilya dengan senyum tertahan hatinya terasa sakit bila melihat Jessica,


Pagi itu Jesica hanya mengenakan kemeja putih milih Arbhi yang ia dengan rambut di biarkan terurai ia terlihat sangat **** pagi itu


"pantas oom Arbhi menyukai ka Jessica heum, dia terlihat sempurna" ucap Hilya seraya menatap Jessica


"kenapa kok lihat nya begitu amat", tanya Jessica sembari meneguk air putih.


"ah, heum, gak apa-apa kok"


"heum, lo Beneran ceweknya Kenzo?" tanya Jessica sembari mengernyitkan dahinya.


"bukan, bukan kak"


"hahaah, dasar Kenzo, iyaa juga sih selera nya Kenzo lumayan tinggi, ga mungkin sih dia, suka sama anak kemarin sore kayak lo", ucap Jessica sembari tersenyum meledek


Jessica berjalan meninggalkan dapur dan duduk di depan televisi lalu tak lama terdengar Jessica menelepon seseorang


📲


"ah gue bete, di rumah Arbhi gue balik dari paris dia sama sekali gak making love sama gue, Arbhi tuh rada berubah begitu sama gue" gerutu Jessica


"hahaah yaudahlah, mungkin dia lagi capek" ucap si wanita di seberang telepon


"tapi gue kagen tau..", manja Jessica


"lu tau ga jane, dia tidur tuh di sofa, gue dicuekin. hmm padahal gue balik ke indo mau resmiin hubungan kita"


"sabar...sabar jes, mungkin Arbhi lelah ajah kali"


Hilya yang mendengar semuanya hanya bisa beristighfar dalam hatinya, tak lama berselang setelah Jessica menutup teleponnya ia kembali naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamar Arbhi.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama ia pun turun dengan pakaian lengkap dan sudah membersihkan tubuhnya,.


"gue balik yaa titip pesan sama Arbhi, nanti malam gue tunggu di apartemen" ucap Jessica dengan ketus.


"ooh iyaa ka nanti Yaya sampein"


"okee, oia jangan mimpi dapetin kenzo, dia udah punya tunangan, dokter lagi, okee" ucap Jessica dengan nada angkuh


ia berjalan dengan cepat dan pergi begitu saja dari hadapn Hilya, Hilya hanya bisa diam mematung.


"hah.... heuh. gilaa... gue rendah banget, ini gara gara ka kenzo sialan itu, seeanaknya ajah ngaku ngaku" gerutu Hilya dalam hatinya.


Pukul 09.00 pagi Hilya mulai membereskan lantai 2 ia bergegas membawa beberapa alat untuk membersihkan segala debu yang masih menempel di lantai 2.


"ohh, udah pindah gue kira masih tidur di sini!" ucap Hilya dalam hatinya.


Setelah di rasa cukup ia membuka pintu kamarnya karena kamar tidur miliknya pun harus segera ia bersihkan


"kamar gue dulu laah, baru kamar oom Arbhi," ucap Hilya dengan cepat ia membuka pintu namun ia sangat terkejut.


"oom....ooom Arbhi, kok tidur disini" ia melihat Arbhi yang tertidur pulas di atas tempat tidur milik Hilya.


Hilya berjalan perlahan ia memandang Arbhi lekat lekat, banyak perasaan bercampur aduk di hatinya ia pun bingung sebenarnya perasaan apa yang saat ini ia rasakan


"oom. oom Arbhi!" Hilya mencoba membangunkan Arbhi namun ia tak berani menyentuh tubuh Arbhi karena ia merasa tak memiliki hak apapun akan tubuh Arbhi, ia hanyalah seorang pembantu di kediaman arbhi


Hilya hanya diam dan ia pun mulai membersihkan lanti di dalam kamar hilya tiba tiba saja Arbhi terbangun dan meraih lengan Hilya yang berada di samping tempat tidur yang sedang sibuk menyapu kamar.


"astaghfirullah" Hilya terkejut akan perlakuan Arbhi


"sinii duduk gue mau ngomong" ucapa Arbhi dengan tatapan sedikit mengantuk.


Arbhi bangun dari tidurnya ia duduk bersila di atas tempat tidur dan mengusap wajahnya karena masih sedikit mengantuk Hilya pun menuruti keinginan arbhi ia pun duduk di hadapan Arbhi


"ya..!" ucap Arbhi lembut


" gue tau gue salah, gue tau lo kecewa sama gue, karena gue kehidupan dan gaya hidup gue, dan lo juga pasti kecewa gue gak jujur atas keberadaan Jessica"


Arbhi menatap dalam dalam wajah Hilya namun Hilya hanya memasang wajah kesal dan enggan menatap Arbhi.


"gue cuma mau tanya sama lu ya!, lu ada perasaan ga sama gue?" tanya Arbhi dengan tatapannya yang lembut

__ADS_1


"gak yaya gak ada perasaan apapun sama oom!" ucap Hilya dengan suara tercekat


"lo cinta sama gue??" tanya Arbhi kembali


"gak..."


"lo bohong !"


"ga, yaya gak bohong, yaya gak ada perasaan apapun itu, cinta dan yang lainnya" ucap Hilya


"lihat sini, gue mau lo ucapin itu sambil lihat wajah gue tatap mata gue bukan buang muka" Arbhi rerus meremas jari jemari Hilya


Hilya hanya diam, ia menelan ludahnya dan menarik nafasnya dalam-dalam


"yaya ga cinta sama oom, ga sayang sama oom. yaya baru sadar semua ini cuma khayalan yaya ajah, dan mungkin hanya perasaan yaya yang berlebihan," ucap Hilya sembari menatap Arbhi


Mata Hilya mulai berkaca-kaca,. ia segera melepaskan genggaman tangan Arbhi dan bangun dari dududknya


"gue mau lo jadi istri gue..!! terserah orang mau bicara apa!!" teriak Arbhi


Hilya terkejut akan ucapan Arbhi dadanya bedetak sangat cepat, ia menoleh ke Arbhi- sembari mengernyitkan dahinya


"gilaa..." ucap hilya dengan berbisik


" gila, gue gila," ucap Arbhi sembari menunjuk dirinya sendiri


Arbhi bangun dari duduknya dan berjalan mendekati Hilya dengan wajah dinginnya


"lo bilang gue gila..!" ucap Arbhi seraya menatap tajam pada Hilya, Hilya hanya terrunduk menahan takut.


"bruuukk ...." Arbhi menyudutkan tubuh Hilya di sudut pintu.


"lo tau kenapa gue bisa segila ini, gue lepasin kebiasaan gue yang selalu gunta ganti cewek, gue lepasin kebiasaan jelek gue yang suka minum beralkohol, cuma demi cewek kampung, miskin kayak elu, tapi elu malah bilang gue gila!!" bisik Arbhi ke telinga Hilya.


"oom..." ucap Hilya ia merasa tak nyaman akan sikap Arbhi


Arbhi terus menatap sinis pad Hilya,


"gue ga peduli nantinya orang akan berfikir dan berbuat apa sama hubungan kita gue mau lo tetap di samping gue, itu ajah,. gue ga minta lebih" ucap Arbhi lalu ia pergi meninggalkan kamar Hilya dengan perasaan kesal


"gue makin bingung bener bener bingung, gimana kalo oom Arbhi ga main main dengan ucapan nya dan apa gue siap nerima hinaan atau cacian dari orang orang di luar sana yang mungkin nentang hubungan gue sama oom, ini ga bener ga seharusnya gue larut akan perasaan gue sendiri"

__ADS_1


ucap Hilya dalam hatinya ia duduk lemas di lantai lalu ia menangis sembari memeluk kedua lututnya, saat ini ia sangat bingung harus berbuat apa, ia ingin membuang perasaan itu namun ternyata Arbhi semakin menginginkan dirinya.


__ADS_2